Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

IATA: 2014, Keselamatan Penerbangan Meningkat

Doddy Rosadi

Senin, 09 Maret 2015 | 14:05 WIB
IATA: 2014, Keselamatan Penerbangan Meningkat
Ilustrasi: AirAsia. (Shutterstock)

Suara.com - Hilangnya Malaysia Airlines MH370, ditembak jatuhnya Malaysia Airlines MH17 hingga jatuhnya AirAsia QZ8501 merupakan sejumlah kecelakaan pesawat yang terjadi di sepanjang tahun lalu.

Meski kecelakaan pesawat yang terjadi pada tahun lalu mempunyai skala yang besar, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan, jumlah kecelakaan pesawat yang terjadi pada tahun lalu lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam catatan IATA, jumlah penumpang pesawat yang tewas akibat kecelakaan meningkat . Namun, angka jumlah kecelakaan dibandingkan dengan jumlah total penerbangan justru mencapai titik terendah.

Keselamatan penerbangan memang menjadi perbincangan hangat di sepanjang 2014. Meski demikian, data memperlihatkan bahwa penerbangan terus memperlihatkan peningkatan dalam hal keselamatan,” kata Tony Tyler, Dirjen dan CEO IATA.

Dalam laporan tahunannya, IATA mengungkapkan, ada 12 kecelakaan pesawat pada 2014 dengan jumlah korban 641 orang. Sedangkan dalam periode lima tahun antara 2009 hingga 2013, rata-rata terjadi 19 kecelakaan dengan korban tewas 517 orang.

Apabila angka kecelakaan pada 2014 diukur dengan 1 juta penerbangan, maka angka yang muncul adalah 0,23 persen atau sama dengan 1 orang tewas di setiap 4,4 juta penerbangan. Angka rata-rata pada 2013 adalah 0,41 dan rata-rata dalam lima tahun terakhir adalah 0,58 per1 juta penerbangan.

Data statistik IATA tidak memasukkan musibah yang menimpa MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina. Insiden tersebut tidak dikategorikan sebagai kecelakaan.

“Di mata publik, kecelakaan tetap kecelakaan bagaimana pun caranya. Pada 2014, kita melihat berkurangnya jumlah kecelakaan, dan jumlah itu tetap lebh sedikit meski apa yang menimpa MH17 tetap dimasukkan,” ujarnya.

Tyler mengatakan, pemerintah dan industri penerbangan harus mencari cara untuk mengurangi risiko terbang di zona konflik.

“Ini termasuk membagi informasi penting tentang risiko keamanan kepasa penerbangan sipil,” tegasnya. (Straitstimes/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Teori Hilangnya Pesawat MH370

6 Teori Hilangnya Pesawat MH370

News | Minggu, 08 Maret 2015 | 15:14 WIB

Janji Malaysia di Setahun Hilangnya MH370

Janji Malaysia di Setahun Hilangnya MH370

News | Minggu, 08 Maret 2015 | 04:38 WIB

Australia Mulai 'Angkat Tangan' dalam Mencari MH370

Australia Mulai 'Angkat Tangan' dalam Mencari MH370

News | Senin, 02 Maret 2015 | 06:40 WIB

MH370 Dibajak atas Perintah Presiden Rusia?

MH370 Dibajak atas Perintah Presiden Rusia?

News | Rabu, 25 Februari 2015 | 11:31 WIB

Hampir Setahun Raib, MH370 Akan Ditemukan Mei?

Hampir Setahun Raib, MH370 Akan Ditemukan Mei?

News | Minggu, 22 Februari 2015 | 20:32 WIB

Terkini

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×