Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Beras Petani Hingga 4,5 Juta Ton

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 07 April 2015 | 03:15 WIB
Jokowi Perintahkan Bulog Beli Beras Petani Hingga 4,5 Juta Ton
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR Setya Novanto di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Senin (6/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perum Bulog untuk meningkatkan daya serap gabah dan beras dari petani yang semula target mencapai 2,7 juta ton menjadi empat 4,5 juta ton.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, permintaan peningkatan daya serap Bulog itu menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat terbatas yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta, Senin malam (6/4/2015).

"Inti masalahnya, Presiden ingin mengetahui tingkat produktivitas padi sejauh ini. Mentan melaporkan tentang produktivitas padi sampai dengan awal April. Kenyataannya, panen raya baru benar-benar panen raya mulai April ini. Kedua, bagaimana tingkat pengadaan pengadaan oleh Bulog. Kemampuan Bulog menyerap, padi atau beras dari panen ini," kata Sofyan.

Daya serap yang belum banyak ini, kata Sofyan, antara lain disebabkan dalam Instruksi Presiden ditetapkan sejumlah persyaratan seperti tingkat kadar air gabah kering yang tidak boleh terlalu tinggi dan juga tingkat "broken" pada beras.

"Akibatnya Bulog sampai sekarang itu pengadaannya masih terbatas. Target pengadaan Bulog sejauh ini adalah 2,7 juta ton yang sesuai dengan inpres, kemudian Presiden mengatakan, Bulog harus meningkatkan pengadaannya. Sisa yang dari 2,7 juta ton diharapkan Bulog akan mengadakan nanti sampai dengan angka 4-4,5 juta ton," katanya.

Penyerapan 2,7 juta ton tesebut, kata Sofyan merupakan target 2015, hingga saat ini menurut dia baru mencapai ratusan ribu ton.

"Tapi ini baru mulai musim panen. Karena panen raya itu terjadi penundaan, baru terjadi bulan April oleh sebab itu perintah Presiden kepada Bulog bersiap-siap untuk menyerap gabah pada musim panen saat in," katanya.

Sofyan menambahkan, target Bulog sesuai dengan inpres yaitu 2,7 juta ton, tetapi Jokowi menginginkan Bulog menyerap maksimum empat 4,5 juta ton. 

Selain pembelian melalui petani, Bulog juga, kata Sofyan dapat melakukan pengadaan komersial.

"Dengan dananya Bulog. Bulog menggunakan dana komersial untuk membeli dari petani, kemudian digunakan untuk operasi pasar. Diharapkan Bulog jadi pemain di pasar, kalau harga mahal, mereka jual, bila harga murah mereka beli," paparnya.

Dengan berbagai langka itu, kata Menko Perekonomian, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasional sehingga tidak perlu melakukan impor beras. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Beras yang Terlalu Putih

Waspadai Beras yang Terlalu Putih

Lifestyle | Kamis, 02 April 2015 | 06:16 WIB

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Bisnis | Rabu, 01 April 2015 | 06:15 WIB

Presiden: Menteri  Jangan Hanya Pantau Harga Bahan Pokok

Presiden: Menteri Jangan Hanya Pantau Harga Bahan Pokok

Bisnis | Senin, 30 Maret 2015 | 14:44 WIB

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2015 | 16:37 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB