Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Empat Negara ASEAN Bahas Peningkatan Harga Karet

Tomi Tresnady | Suara.com

Senin, 20 April 2015 | 01:00 WIB
Empat Negara ASEAN Bahas Peningkatan Harga Karet
Ilustrasi perkebunan karet. [Shutterstock]

Suara.com -  Sebanyak empat negara anggota ASEAN yakni Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia akan melakukan pembahasan dalam upayanya untuk meningkatkan harga komoditas karet dan kopi yang saat ini mengalami penurunan.

"Kita bersama-sama membahas untuk mengupayakan dan mengangkat kembali harga karet dan kopi yang saat ini jatuh," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, seusai melakukan pertemuan bilateral dalam rangkaian acara World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) di Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Rachmat melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan Menteri Pertanian Vietnam, Cao Duc Phat, dan menyatakan bahwa empat negara anggota ASEAN Thailand, Malaysia, termasuk juga Indonesia dan Vietnam akan membahas tentang upaya untuk menaikkan harga dua komoditas tersebut.

"Itu salah satu yang kita harapkan menjadi kisah sukses ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN akan diimplementasikan," katanya.

Diat menjelaskan, turunnya harga komoditas karet dan kopi tersebut sesungguhnya juga dirasakan oleh tiga negara lainnya, dan masalah tersebut diharapkan bisa dipecahkan dibawah kepemimpinan Malaysia pada ASEAN.

"Salah satu isu konkritnya itu, bagaimana kita bisa pecahkan di bawah kepemimpinan Malaysia," ujar Rachmat.

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk meningkatkan serapan karet alam di dalam negeri, di mana saat ini dari total produksi yang sebanyak 3,1 juta ton per tahun hanya terserap 18 persen untuk kebutuhan industri lokal, dan sisanya diperuntukkan ekspor.

Pemerintah berupaya meningkatkan penyerapan karet alam sebesar 100.000 ton per tahun yang akan direalisasikan pada tahun 2015 ini. Sehingga, total penyerapan karet alam dalam negeri minimal mencapai 700.000 ton.

Penyerapan karet alam tersebut akan diperuntukkan bagi beberapa proyek infrastruktur nasional seperti dock fender dalam program pembangunan fasilitas pelabuhan, bahan campuran aspal jalan, rubber pads rel kereta api dan bantalan jembatan, dan lainnya.

Selain untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional, juga akan diterapkan kepada produk-produk berbasis karet alam lainnya yang dapat dikembangkan di dalam negeri yaitu karpet untuk sapi (cow mat), genteng karet, paving block, bearing bangunan antigempa, penguatan tebing, kasur lateks, dan banyak lainnya.

Langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut, dikarenakan berlimpahnya pasokan karet dunia dan menyebabkan harga karet alam hanya sebesar 1,5 dolar Amerika Serikat per kilogram atau setara dengan Rp18.000 per kilogram.

Pada awal tahun, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan bahwa ekspor karet alam dari Indonesia pada 2015 diperkirakan sebanyak 2,5 juta ton, atau masih berada pada kisaran yang sama dengan tahun 2014.

Untuk pasar ekspor saat ini yang paling besar adalah ke Amerika Serikat, dimana ekspor karet mentah ke Negeri Paman Sam tersebut mencapai 400.000 ton per tahun, dan ekspor terbesar kedua adalah Jepang sebanyak 270.000 ton.

Selain itu, ekspor ke Tiongkok sebanyak 260.000 ton, India 136.000 ton, dan yang mulai mengalami kenaikan adalah ekspor karet alam ke Brasil sebesar 74.000 ton. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:02 WIB

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB

Jalan Terputus Banjir, Warga Aceh Utara Andalkan Perahu Karet

Jalan Terputus Banjir, Warga Aceh Utara Andalkan Perahu Karet

Foto | Rabu, 01 April 2026 | 07:00 WIB

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:15 WIB

Ciri Karet Ban Motor Getas dan Wajib Ganti sebelum Mudik

Ciri Karet Ban Motor Getas dan Wajib Ganti sebelum Mudik

Otomotif | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:48 WIB

6 Sandal Sekelas Crocs yang Lebih Murah, Ringan, dan Anti Air

6 Sandal Sekelas Crocs yang Lebih Murah, Ringan, dan Anti Air

Lifestyle | Minggu, 08 Maret 2026 | 07:40 WIB

Febri Diansyah Kritik Pasal 2 UU Tipikor: Jadi Pasal Karet yang Berisiko Kriminalisasi Pebisnis

Febri Diansyah Kritik Pasal 2 UU Tipikor: Jadi Pasal Karet yang Berisiko Kriminalisasi Pebisnis

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:15 WIB

Brutal! Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Peluru Karet Saat Pecah Rusuh Suporter

Brutal! Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Peluru Karet Saat Pecah Rusuh Suporter

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 20:43 WIB

Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi

Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:52 WIB

Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?

Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 19:39 WIB

BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram

BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 17:05 WIB

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:35 WIB

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:23 WIB

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:56 WIB

Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia

Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:41 WIB

BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya

BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:41 WIB