Indonesia Sulit Masuk OPEC Bila Tak Punya Produk

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 11 Mei 2015 | 19:26 WIB
Indonesia Sulit Masuk OPEC Bila Tak Punya Produk
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Indonesia berkeinginan kembali masuk sebagai anggota dalam Organization Of Petroleum Exporting Countries. Rencana tersebut dinilai baik oleh Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. Namun ambisi ini diakui sulit terwujud, mengingat Indonesia menjadi salah satu importir minyak mentah dan bahan bakar minyak terbesar di dunia.

“Kalau kita enggak punya produk, saya pikir sangat sulit buat kita. Tapi kan Indonesia mau masuk sebagai observer itu langkah yang tepat kalau menurut saya. Karena dapat memberi pandangan dan masukan terkait perkembangan produksi maupun harga minyak dunia,” kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Senin (11/5/2015).

Namun, menurut Sofyan, mungkin saja Indonesia dapat bergabung kembali sebagai anggota OPEC. Jika Indonesia kembali menemukan cadangan minyak yang baru. Pasalnya, kondisi Indonesia saat ini berbeda karena cadangan minyak bumi semakin menipis.

“Kalau kita dapat minyak baru lagi kenapa tidak. Minyaknya belum kita temukan sekarang. Tuh masih banyak di laut tapi belum ditemukan,” katanya.

Meski demikian, Sofyan menanggapi keinginan tersebut sebagai sesuatu yang positif. Menurut dia, sah-sah saja jika nantinya Indonesia kembali bergabung, meski dalam waktu awal hanya sebagai peninjau.

"Barangkali betul kalau kita duduk dalam forum OPEC, kita bisa memberikan pandangan walaupun kita tidak memproduksi minyak. Itu makai sense juga," kata dia.

Namun, dia mengakui Indonesia memang bukan negara pengekspor minyak karena lndonesia lebih banyak mengimpor dibanding mengekspor.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berencana mempertimbangkan bergabungnya kembali Indonesia OPEC tahun ini. Pasalnya, pascakeluarnya Indonesia dari keanggotaan OPEC pada 2008 lalu, Indonesia tidak dapat mengikuti dinamika minyak dunia secara penuh.

Sudirman mengatakan Indonesia nantinya akan belajar dengan negara-negara anggota OPEC dalam mekanisme pengadaan minyak. Pasalnya saat ini, pembeli dan penjual minyak di Indonesia memiliki gap yang cukup jauh sehingga tidak ada keuntungan yang didapat.

"Nanti akan jadi one of the biggest buyer. Kalau kita sebagai pembeli jauh-jauh dari penjual kita tidak akan bisa ambil benefit. Tapi kalau kita bergaul dengan mereka, kalau ada event kita ikuti, berdiskusi dengan mereka mengenai arah pasar, maka jika makin dekat dengan market makin baik," tutur dia beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

RI Masuk OPEC, Menko Sofyan: Itu Langkah Tepat

RI Masuk OPEC, Menko Sofyan: Itu Langkah Tepat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2015 | 18:10 WIB

Produksi Tak Dikurangi Meski Harga Minyak 20 Dolar per Barel

Produksi Tak Dikurangi Meski Harga Minyak 20 Dolar per Barel

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2014 | 19:10 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Turun Hingga 50 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Bisa Turun Hingga 50 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2014 | 07:20 WIB

Sampai 2015, Harga Minyak Dunia Terus Turun

Sampai 2015, Harga Minyak Dunia Terus Turun

Bisnis | Jum'at, 14 November 2014 | 20:21 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Sentuh Titik Terendah Dalam 16 Bulan

Harga Minyak Mentah Dunia Sentuh Titik Terendah Dalam 16 Bulan

Bisnis | Senin, 08 September 2014 | 21:59 WIB

Terkini

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

×