Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2015 | 07:53 WIB
Pertamina Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM
Tanda pemberitahuan berbunyi 'Solar Habis' di salah satu SPBU. [Antara]

Suara.com - Pihak PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa semua harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami penaikan per 15 Mei 2015.

"Penegasan tersebut sebagai klarifikasi terkait dengan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat terkait dengan harga BBM," ungkap Wakil Presiden Komunikasi Korporat Perusahaan Pertamina, Wianda Pusponegoro, melalui rilis yang dikutip di Jakarta, Jumat (15/5/2015).

"Semua harga BBM tidak naik," tegas Wianda.

Sebelumnya, pada Kamis (14/5), sempat beredar kesimpangsiuran informasi bahwa Pertamina akan menaikkan harga BBM jenis solar bersubsidi, dari Rp6.900 menjadi Rp9.200 per liter, per 15 Mei 2015 ini. Hal itu dipicu beredarnya surat pemberitahuan Pertamina ke SPBU yang ada di wilayah Jakarta, Jabar, dan Banten.

Sesuai dengan surat yang beredar secara masif di media sosial itu, disebutkan bahwa harga BBM jenis biosolar/solar keekonomian ditetapkan Rp9.200 per liter per 15 Mei 2015. Informasi tersebut lantas dianggap sebagai kenaikan harga solar bersubsidi di SPBU. Padahal, surat tersebut secara jelas menyebutkan harga solar keekonomian, dan bukan solar bersubsidi.

Penetapan solar bersubsidi sendiri dinyatakan bukan merupakan kewenangan Pertamina, melainkan pemerintah. Dengan demikian artinya, harga solar bersubsidi tidak berubah, yakni sesuai dengan keputusan pemerintah per 1 Mei 2015 yang sebesar Rp6.900 per liter.

Sesuai dengan surat edaran itu pula, Pertamina sebenarnya berencana menaikkan harga Pertamax dari Rp8.800 menjadi Rp9.600, Pertamax Plus dari Rp10.050 menjadi Rp10.550, dan Pertamina Dex dari Rp11.900 menjadi Rp12.200 per liter.

Namun, Wianda menambahkan bahwa atas kesimpangsiuran informasi tersebut, harga Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Racing, Pertamina Dex, dan produk bahan bakar komersial yang sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina, juga tidak mengalami perubahan harga per 15 Mei 2015.

"Sampai saat ini, baik pemerintah maupun Pertamina, sesuai dengan kewenangannya tidak melakukan perubahan harga solar bersubsidi maupun Premium. Demikian pula, harga Pertamax dan lainnya tidak mengalami perubahan per 15 Mei 2015. Kami harapkan informasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," tegasnya.

Sesuai dengan Perpres 191 Tahun 2014, harga BBM jenis solar subsidi, minyak tanah subsidi, dan premium di luar Jawa, Madura, dan Bali, ditetapkan oleh pemerintah. Sementara itu, harga Premium yang dipasarkan di Jawa, Madura dan Bali, ditetapkan oleh Pertamina. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Sepakati Kontrak Suplai BBM ke Adaro 7 Triliun

Pertamina Sepakati Kontrak Suplai BBM ke Adaro 7 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2015 | 19:24 WIB

Pertamina Suplai Solar ke Swasta Tingkatkan Cadangan Minyak

Pertamina Suplai Solar ke Swasta Tingkatkan Cadangan Minyak

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2015 | 10:30 WIB

Terkini

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

IHSG Rontok 8 Hari Beruntun, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen Gagal Selamatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Surat Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Keras, DPR Bongkar Banyaknya Biaya Siluman Investasi RI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Apa Itu Fenomena Slot Jackpot? Kian Menggila Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:39 WIB

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB