Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun Pada April 2015

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2015 | 14:11 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun Pada April 2015
Ilustrasi neraca berjalan. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2015 mengalami penurunan surplus sebesar 59 persen dari 1,13 miliar dolar AS pada Maret 2015 menjadi 454,4 juta sepanjang April 2015.

Meski mengalami penurunan surplus, namun capaian ini dinilai oleh BPS lebih baik jika dibandingkan April 2014 yang mencatat defisit  1,97 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, surplus neraca perdagangan turun karena disebabkan oleh melemahnya harga komoditas akibat ekspor migas yang juga menurun. 

“Kinerja ekspor April 2015 mencapai 13,08 miliar dolar AS, turun 4,04 persen dibanding Maret 2015. Sedangkan impor April 2015 mencapai 12,63 miliar dolar AS naik 0,16 persen dibanding Maret 2015. Hal ini disebabkan karena trading day kita lebih sedikit dibanding Maret, yaitu hanya 30 hari serta penurunan harga minyak pada bulan tersebut,” kata Sasmito saat ditemui dikantornya, Jumat (15/5/2015).

Berdasarkan catatan BPS, penurunan nilai ekspor migas anjlok sebesar 26,2 persen meskipun hanya berkontribusi sebesar 11,16 persen (yoy) dari total ekspor sepanjang Maret.  Sedangkan untuk ekspor non migas periode Januari-April 44,98 miliar dolar AS, turun 6,43 persen (yoy).

"Hasilnya neraca perdagangan kita di sektor migas pun masih mengalami defisit, dengan nilai defisit mencapai  877,9 juta dolar AS. Impor migas kita sebesar 2,33 miliar dolar AS sedangkan ekspor migas kita hanya  1,45 miliar dolar AS," jelasnya.

Meskipun ekspor non migas mengalami penurunan, namun penurunan non migas cenderung lebih kecil  hanya sebesar  0,02 miliar dolar AS.

Pasalnya, menurut Sasmito, harga-harga komoditas non migas  kini sedang mengalami kenaikan, sehingga penurunan ekspor non migas tak begitu terasa.

“Penurunan volume ekspor kita yang sebesar 3,52 persen ternyata lebih besar dibanding nilai ekspor dengan penurunan sebesar 0,17 persen, artinya kan harga komoditas sedang naik," ungkapnya.

Sementara itu, untuk impor April 2015, mengalami kenaikan 0,16 persen dibanding Maret 2015. Ini disebabkan karena kenaikan nilai impor migas sebesar naik 3 persen dan non migas turun 0,46 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Neraca Perdagangan Januari

Neraca Perdagangan Januari

Foto | Selasa, 17 Februari 2015 | 16:00 WIB

Ini Penjelasan Menko Perekonomian Soal Melemahnya Rupiah

Ini Penjelasan Menko Perekonomian Soal Melemahnya Rupiah

Bisnis | Senin, 15 Desember 2014 | 15:55 WIB

Rupiah Melemah, Wapres: Bagus Untuk Ekspor

Rupiah Melemah, Wapres: Bagus Untuk Ekspor

Bisnis | Senin, 15 Desember 2014 | 14:04 WIB

Neraca Perdagangan Surplus, Indeks Saham Menguat

Neraca Perdagangan Surplus, Indeks Saham Menguat

Bisnis | Senin, 01 Desember 2014 | 18:40 WIB

Terkini

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB