Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun Pada April 2015

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2015 | 14:11 WIB
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun Pada April 2015
Ilustrasi neraca berjalan. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2015 mengalami penurunan surplus sebesar 59 persen dari 1,13 miliar dolar AS pada Maret 2015 menjadi 454,4 juta sepanjang April 2015.

Meski mengalami penurunan surplus, namun capaian ini dinilai oleh BPS lebih baik jika dibandingkan April 2014 yang mencatat defisit  1,97 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, surplus neraca perdagangan turun karena disebabkan oleh melemahnya harga komoditas akibat ekspor migas yang juga menurun. 

“Kinerja ekspor April 2015 mencapai 13,08 miliar dolar AS, turun 4,04 persen dibanding Maret 2015. Sedangkan impor April 2015 mencapai 12,63 miliar dolar AS naik 0,16 persen dibanding Maret 2015. Hal ini disebabkan karena trading day kita lebih sedikit dibanding Maret, yaitu hanya 30 hari serta penurunan harga minyak pada bulan tersebut,” kata Sasmito saat ditemui dikantornya, Jumat (15/5/2015).

Berdasarkan catatan BPS, penurunan nilai ekspor migas anjlok sebesar 26,2 persen meskipun hanya berkontribusi sebesar 11,16 persen (yoy) dari total ekspor sepanjang Maret.  Sedangkan untuk ekspor non migas periode Januari-April 44,98 miliar dolar AS, turun 6,43 persen (yoy).

"Hasilnya neraca perdagangan kita di sektor migas pun masih mengalami defisit, dengan nilai defisit mencapai  877,9 juta dolar AS. Impor migas kita sebesar 2,33 miliar dolar AS sedangkan ekspor migas kita hanya  1,45 miliar dolar AS," jelasnya.

Meskipun ekspor non migas mengalami penurunan, namun penurunan non migas cenderung lebih kecil  hanya sebesar  0,02 miliar dolar AS.

Pasalnya, menurut Sasmito, harga-harga komoditas non migas  kini sedang mengalami kenaikan, sehingga penurunan ekspor non migas tak begitu terasa.

“Penurunan volume ekspor kita yang sebesar 3,52 persen ternyata lebih besar dibanding nilai ekspor dengan penurunan sebesar 0,17 persen, artinya kan harga komoditas sedang naik," ungkapnya.

Sementara itu, untuk impor April 2015, mengalami kenaikan 0,16 persen dibanding Maret 2015. Ini disebabkan karena kenaikan nilai impor migas sebesar naik 3 persen dan non migas turun 0,46 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Neraca Perdagangan Januari

Neraca Perdagangan Januari

Foto | Selasa, 17 Februari 2015 | 16:00 WIB

Ini Penjelasan Menko Perekonomian Soal Melemahnya Rupiah

Ini Penjelasan Menko Perekonomian Soal Melemahnya Rupiah

Bisnis | Senin, 15 Desember 2014 | 15:55 WIB

Rupiah Melemah, Wapres: Bagus Untuk Ekspor

Rupiah Melemah, Wapres: Bagus Untuk Ekspor

Bisnis | Senin, 15 Desember 2014 | 14:04 WIB

Neraca Perdagangan Surplus, Indeks Saham Menguat

Neraca Perdagangan Surplus, Indeks Saham Menguat

Bisnis | Senin, 01 Desember 2014 | 18:40 WIB

Terkini

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:11 WIB

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:09 WIB

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB