Potensi Tambah Impor Minyak, Menko Sofyan Tetap Dukung Pertalite

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 23 Juli 2015 | 12:09 WIB
Potensi Tambah Impor Minyak, Menko Sofyan Tetap Dukung Pertalite
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, ada sisi negatif dan positif dari langkah PT Pertamina (Persero) meluncurkan produk bensin baru bernama Pertalite dengan kadar oktan 90 atau berada diantara Pertamax dan Premium.

Sofyan mengatakan, dampak negatifnya adalah meningkatnya jumlah impor minyak. Hal tersebut dikarenakan, kilang minyak milik Pertamina sudah pada tua dan tidak bisa memproduksi BBM dengan oktan tinggi.

Menurutnya, saat ini refinery (kilang minyak) milik Pertamina usianya sudah 40-50 tahun, sehingga sulit untuk memproduksi BBM dengan kadar oktan tinggi.

"Ya, ya. Pasti. Karena itu kan harus blending. Masalahnya, saat ini refinery Indonesia tidak kuat. Sekarang usianya mencapai 40-50 tahun. Dalam dua sampai tiga tahun mendatang paling sedikit konsumsi RON 92," kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2015).  

Meski begitu, Sofyan menilai rencana tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat. Hal tersebut lanataran bahan bakar tersebut memiliki kualitas yang lebih baik untuk kendaraan masyarakat di Indonesia, apalagi bila dibandingkan dengan bensin premium.

Sofyan berharap, produksi Pertalite ini diharapkan dapat menggantikan konsumsi BBM jenis Premium RON 88 dan dalam dua sampai tiga tahun ke depan, konsumsi BBM di Indonesia mengikuti standar UERO II.

"Pertalite itu adalah bentuk diversifikasi produk oleh Pertamina, nanti kita akan menuju pada standar Euro II paling sedikit. Jadi saya dukung terus apa yang dilakukan Pertamina selama tujuannya baik ke masyarakat dan memberikan efek positif bagi negara,” katanya.

Standar EURO II adalah standar emisi untuk kendaraan bermotor yang diperkenalkan di Uni Eropa pada 1995 yang membatasi emisi kendaraan sampai 7 g/kWh dari NOX dan 0,15 g/kWh dari PM (Particle Matter) ketika dites menggunakan driving cycle NEDC.

Seperti diketahui, PT Pertamina berencana akan meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yakni Pertalite denga RON 90.

Rencananya, dalam minggu ini, Pertamina akan melakukan uji pasar petralite yang digelar di 103 SPBU di tiga kota di Indonesia yang rinciannya yakni 44 SPBU di Jakarta, 30 SPBU di Surabaya dan selebihnya akan dilaksanakan di beberapa SPBU di Bandung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Berharap Pertalite Bisa Diterima Masyarakat

Pertamina Berharap Pertalite Bisa Diterima Masyarakat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2015 | 15:32 WIB

BBM Baru Pertalite

BBM Baru Pertalite

Foto | Rabu, 22 Juli 2015 | 14:52 WIB

Petralite Bakal Dijual di 103 SPBU Setelah Lebaran

Petralite Bakal Dijual di 103 SPBU Setelah Lebaran

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2015 | 06:15 WIB

Setelah Lebaran, Pertalite Akan Beredar di 3 Kota Ini

Setelah Lebaran, Pertalite Akan Beredar di 3 Kota Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2015 | 13:33 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×