Rupiah Anjlok, Harga Produksi Kain di Pasar Klewer Solo Mahal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:55 WIB
Rupiah Anjlok, Harga Produksi Kain di Pasar Klewer Solo Mahal
Ilustrasi berbagai produk batik dijual di Pasar Klewer di lG Pasaraya Blok M. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi pukulan berat bagi pedagang kain di Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah. Sebab bahan baku pembuatan kain tersebut mengalami kenaikan harga.

Kenaikan harga bahan baku itu di antara Rp1.500 sampai Rp2.000. Pedagang mulai 'tercekik' sejak dolar tembus seharga Rp13.000.

"Seperti obat-obatan untuk bahan batik dan benang (pembuatan kain)," kata Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo, Kusbani saat berbincang dengan Suara.com, Kamis (27/8/2015).

Selain mempengaruhi harga bahan baku, kenaikan dolar juga mempengaruhi terhadap tenaga kerja. Secara tidak langsung upah tenaga kerja juga akan mengalami kenaikan.

"Padahal pascakebakaran Desember 2014 lalu pedagang mulai menata usahanya di pasar darurat yang berada di Alun-alun Utara Keraton Solo. Di tengah perjalanan justru mereka harus mendapat pukulan dengan naiknya dolar," terangnya.

Kusbani menambahkan dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang. Tujuannya untuk menyikapi naiknya dolar terhadap rupiah.

"Kita akan mengundang mereka (pedagang) untuk berdiskusi. Kalau perlu nanti kita akan melibatkan Pemkot Solo. Langkah apa yang perlu dilakukan supaya mereka tidak terbebani dengan naiknya dolar. Soalnya kalau seperti ini bahan baku akan terus meningkat," ungkap dia.

Lebih jauh, pascadiresmikannya pasar darurat pada pertengahan Juni lalu telah menunjukkan peningkatan penjualan hingga 20 persen.

"Selama ini bahan baku pembuatan kain didatangkan dari Wilayah Sleman, dan Yogyakarta. Kalau dolar naik terus otomatis harga bahan baku ini akan terus naik," terang Kusbani. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Akan Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

Pemerintah Akan Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:44 WIB

Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:38 WIB

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:43 WIB

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:17 WIB

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 03:34 WIB

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 09:36 WIB

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:15 WIB

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 17:18 WIB

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 14:21 WIB

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Terkini

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×