Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mengajukan Kartu Kredit

Angelina Donna | Suara.com

Senin, 31 Agustus 2015 | 06:42 WIB
Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mengajukan Kartu Kredit
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Semakin maraknya penggunaan kartu kredit sebagai pilihan alat pembayaran saat ini membuat banyak orang berlomba-lomba melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit demi memiliki kartu kredit impian mereka. Sayangnya, beberapa orang kurang memperhatikan cara-cara pengajuan yang baik dan benar sehingga mengakibatkan ditolaknya pengajuan pembuatan kartu kredit oleh bank penerbit.

Apa saja hal yang sebaiknya Anda hindari ketika akan mengajukan pembuatan kartu kredit? Berikut ini kami berikan ulasannya.

1.Mengajukan ke Beberapa Bank Sekaligus

Untuk alasan kepraktisan, sekaligus mencoba-coba peruntungan, beberapa orang memilih mengajukan pembuatan kartu kredit ke beberapa bank secara bersamaan, dengan harapan salah satu bank akan meloloskan permohonan kartu kredit yang diajukan. Hal ini wajar saja dilakukan, namun sebaiknya dihindari. Batasi jumlah bank yang akan diajukan pembuatan kartu kredit, dan beri jeda antara waktu pengajuan yang satu dengan yang selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurigaan dari pihak bank yang dapat mengakibatkan ditolaknya seluruh pengajuan yang dilakukan.

 2. Penggunaan Kartu Kredit Secara Berlebihan

Jika Anda telah memiliki kartu kredit sebelumnya, dan berencana untuk mengajukan pembuatan kartu lagi, maka Anda perlu memperhatikan catatan transaksi kredit kartu lama, jangan sampai pihak bank menemukan transaksi kredit Anda melebihi 35% limit kartu kredit yang Anda miliki. Hal ini akan mengakibatkan pihak bank menganggap Anda berisiko dan menolak pengajuan Anda. Semakin sedikit pemakaian kredit Anda, semakin baik pula catatan kredit Anda di mata bank.

 3. Terlambat Membayar Tagihan

Ketepatan Anda dalam membayar tagihan menjadi salah satu perhitungan bank dalam mengabulkan permohonan kartu kredit. Semakin seringnya keterlambatan pembayaran yang Anda lakukan, mengakibatkan reputasi catatan kredit yang semakin buruk di mata bank. Jika catatan kredit buruk, Anda akan mengalami kesulitan saat melakukan pengajuan pembuatan kartu kredit yang berikutnya. Oleh karena itu, usahakan selalu bayar tagihan kartu kredit Anda tepat waktu untuk membangun reputasi catatan kredit yang baik.

 4.Melakukan Penutupan Kartu Kredit yang Jarang Terpakai

Ketika merasa sudah mengoleksi terlalu banyak kartu kredit di dalam dompet, seseorang akan mulai berpikir untuk menutup beberapa kartu di antaranya, biasanya yang paling jarang terpakai. Tahukah Anda, bahwa hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap catatan kredit Anda di bank? Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda tetap menggunakan kartu kredit tersebut untuk keperluan kecil, dan tetap mempertahankan catatan kredit yang baik. Catatan kredit yang baik akan berguna bagi Anda ketika Anda hendak melakukan pengajuan pinjaman ke bank.

 5.Sering Berganti Pekerjaan

Riwayat pekerjaan mungkin tidak akan terlalu berpengaruh terhadap proses pengajuan di tahap pertama. Namun, pada tahap lebih lanjut, pihak bank akan memperhatikan riwayat pekerjaan Anda. Jika didapati Anda terlalu sering berganti pekerjaan dalam beberapa waktu, pihak bank akan meragukan kestabilan pendapatan Anda dan bisa berakibat pada ditolaknya pengajuan. Oleh karena itu, jika berencana memiliki kartu kredit dalam waktu dekat, sebaiknya Anda tidak berganti pekerjaan lebih dari tiga kali dalam setahun.

 6. Pengajuan yang Tidak Sesuai Kebutuhan

Banyaknya pilihan kartu kredit yang ditawarkan pihak bank penerbit menuntut kita untuk lebih teliti dan selektif dalam memilih kartu kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai bank-bank yang menawarkan fasilitas kartu kredit, cermati manfaat dan keuntungan apa saja yang akan diperoleh, kemudian barulah Anda bisa lebih bijak menentukan kartu kredit mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 06:50 WIB

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Bisnis | Rabu, 11 Desember 2024 | 17:14 WIB

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Foto | Selasa, 16 Mei 2023 | 19:21 WIB

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

Your Say | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB