Pemerintah Intensifkan Operasi Pasar Beras

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 28 September 2015 | 16:48 WIB
Pemerintah Intensifkan Operasi Pasar Beras
Pedagang sembako di pasar inpres Senen Jakarta, Senin (30/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah akan mulai mengintensifkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras nasional, dimana dalam kurun waktu satu bulan terakhir harga kebutuhan pokok tersebut menunjukkan tren peningkatan atau tetap berada di atas Rp10 ribu per kilogram.

"Ini didorong untuk operasi pasar, yang jelas tren kenaikan itu tidak sampai dua persen," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Srie mengatakan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok tersebut pemerintah telah melakukan operasi pasar sejak Jumat (25/9/2015) lalu di gudang Perum Bulog.

"Biasanya akan kita lakukan untuk mengembalikan kestabilan harga sebelumnya, kita lakukan operasi pasar. Ini sudah berjalan dan dilakukan pada Jumat kemarin di gudang Bulog," ujar Srie.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, harga beras medium rata-rata nasional pada hari ini mencapai Rp10.330 per kilogram, dan jika dibandingkan dengan Sabtu (29/8/2015) harga tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp10.003 per kilogram atau sebesar 3,27 persen.

Selama satu bulan terakhir, harga beras rata-rata nasional masih berada diatas Rp10.000 per kilogram. Harga beras pada hari ini tercatat sebesar Rp10.330 dan merupakan harga tertinggi selama satu bulan terakhir. Sementara harga terendah berada pada level Rp10.003 pada bulan lalu Sabtu (29/8).

Terkait dengan stok yang dimiliki oleh Perum Bulog, Srie enggan memberikan tanggapan dan hanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa stok beras yang dimiliki oleh Bulog masih mencukupi.

"Presiden mengatakan stok masih cukup," kata Srie.

Presiden Jokowi dalam kunjungannya di Kabupaten Karawang menyatakan stok beras di Bulog masih relatif aman dan cadangan beras nasional tersebut masih mencukupi sehingga tidak ada rencana untuk impor.

Presiden menambahkan cadangan beras pemerintah tersebut tercatat masih ada sebanyak 1,7 juta ton, dan masih akan bertambah pada masa sisa panen oktober dan November mendatang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Ancam Usir Pedagang Daging Sapi yang Tolak Operasi Pasar

Ahok Ancam Usir Pedagang Daging Sapi yang Tolak Operasi Pasar

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 13:32 WIB

Operasi Pasar DKI: Stok Daging 70 Ton

Operasi Pasar DKI: Stok Daging 70 Ton

News | Senin, 13 Juli 2015 | 12:47 WIB

Ahok Akui Operasi Pasar dengan E-Money Belum Efektif

Ahok Akui Operasi Pasar dengan E-Money Belum Efektif

News | Senin, 13 Juli 2015 | 12:38 WIB

Cegah Harga Sembako Mahal, Jakarta Operasi Pasar Selama 15 Hari

Cegah Harga Sembako Mahal, Jakarta Operasi Pasar Selama 15 Hari

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 13:01 WIB

Harga Murah Operasi Pasar Lebaran di DKI, Belinya Pakai E-Money

Harga Murah Operasi Pasar Lebaran di DKI, Belinya Pakai E-Money

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 11:46 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×