Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Darmin Akui Pemerintah Sudah Bicara Dengan Vietnam Terkait Impor

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 13 Oktober 2015 | 20:21 WIB
Darmin Akui Pemerintah Sudah Bicara Dengan Vietnam Terkait Impor
Pedagang beras di Pasar Rumput, Jakarta Pusat, Kamis (21/5). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui pemerintah telah melakukan pembicaraan dengan Vietnam untuk impor beras. Selain Vietnam, ternyata pemerintah juga bicara dengan Thailand.

“Iya memang kita sudah melakukan pembicaraan dengan Vietnam dan Thailand terkait impor beras. Tapi stok mereka jauh di bawah harapan kita agak terlambat karena sudah didahului Filipina. Dengan perjanjian kita mintanya kapan, dia perlu waktu sebulan untuk menyediakannya," kata Darmin dalam rapat di Badan Anggaran di gedung DPR, Selasa (13/10/2015).

Ia mengatakan untuk saat ini Indonesia membutuhkan cadangan beras yang lebih besar opsi impor menjadi cadangan.

Ia menambahkan cadangan beras yang dimiliki Perum Bulog sangat minim hal tersebut lantaran adanya ancaman el nino yang kuat sedang melanda Indonesia. Dengan intensitas kekeringan yang amat tinggi, akan berlangsung sampai Desember. Kondisi ini membuat produksi tanam padi terganggu sehingga bisa terjadi kekurangan pasokan beras di awal 2016.

“Perum Bulog memang punya stok sebesar 1,25 juta ton. Tapi 900 ribu ton itu beras premium untuk komersial. Sedangkan beras medium sebesar 300 ribu ton. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang menambah penyaluran beras 13-dan 14 untuk beras sejahtera, diperkirakan stok beras milik Bulog ini akan habis dalam waktu dua bulan. Makanya ada pembicaraan impor beras,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku belum berani memastikan apakah pemerintah akan segera melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand. Hal tersebut bergantung pada dampak el nino tersebut. Ia mengatakan keputusan pemerintah akan melakukan impor atau tidak akan diputuskan pada November mendatang.

“Dilihat dulu, kalau el nino ini dampaknya ke beras tidak terlalu besar makanya kita tidak perlu melakukan impor. Kalau ternyata tidak perlu, tidak perlu kita datangkan, kita jual lagi saja. Kita yakin bisa laku dan tidak akan rugi.‎ Kita tunggu November-Desember," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bea Cukai Riau Gagalkan Penyelundupan 190 Ton Beras

Bea Cukai Riau Gagalkan Penyelundupan 190 Ton Beras

News | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 02:07 WIB

Harga Beras di Lampung Merangkak Naik

Harga Beras di Lampung Merangkak Naik

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:16 WIB

Jokowi Undang Pengusaha Beras

Jokowi Undang Pengusaha Beras

Foto | Senin, 28 September 2015 | 17:41 WIB

Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Pedagang Beras di Istana

Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Pedagang Beras di Istana

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 15:08 WIB

Jokowi Makan Siang dengan Tukang Beras di Istana

Jokowi Makan Siang dengan Tukang Beras di Istana

News | Senin, 28 September 2015 | 14:51 WIB

Terkini

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:53 WIB

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

×