Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Pemerinntah Dorong Kontribusi Industri Beton

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2015 | 16:27 WIB
Pemerinntah Dorong Kontribusi Industri Beton
Infrastruktur vital untuk pertumbuhan ekonomi

Suara.com - Kontribusi industri beton pracetak dan prategang terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia ditargetkan naik menjadi 30 hingga 2019.

"Pasokan beton pracetak dan prategang selama 2015 sebanyak 25 juta ton atau 16,6 persen total kontribusinya pada penggunaan beton nasional. Ini terus didorong menjadi 30 persen," kata Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Widjoyono, pada acara "Concrete Show South East Asia 2015" di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Kontribusi beton pracetak dan prategang terus didorong, karena ke depan pemain dan pengguna beton pracetak dan prategang akan bertambah banyak serta pembangunan infrastruktur diharapkan lebih cepat.

Sementara menurut dia, kendala yang dihadapi sehingga kini penggunaannya masih sedikit adalah pihak pembangun masih ingin membuat beton sendiri dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan sendiri, tetapi kualitasnya tidak memiliki standar.

Penggunaan beton secara konvensional, kata Taufik, membutuhkan proses yang lebih lama, lebih mahal serta lebih kotor. Namun, ia berpendapat masyarakat belum mengenal dan mengetahui manfaat beton pracetak dan prategang sehingga belum tergerak menggunakannya.

Untuk itu, tutur dia, pihaknya akan mendorong penggunaan beton pracetak dan prategang dengan mengeluarkan katalog yang berisi desain yang distandarisasi serta membuka pameran dan sosiasilasi agar semua pihak berminat menggunakan beton pracetak dan prategang.

Menurut dia, semua bahan untuk memenuhi target beton pracetak dan prategang tersedia di Indonesia, sementara hanya peralatan untuk membuatnya yang masih didapat dari luar negeri.

"Pasti cukup, dari beton kita cukup, kecuali ada hal-hal khusus seperti di Jawa Timur sekarang ini, tapi kami akan mendorong ke sana, semen produksi kita, meningkatkan kandungan matrial dalam negerinya," tutur Taufik.

Dalam kesempatan sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred Singkali mengatakan untuk memenuhi target penggunaan beton pracetak dan prategang sebesar 30 persen, perlu dilakukan standarisasi agar semua produsen memiliki kualitas dan ukuran yang sama sesuai standar, khususnya untuk pembangunan massal yang membutuhkan banyak beton.

"Perhatian kami bagaimana membuat produsen memiliki standar ukuran dan kualitas yang sama. Arah kami ke depan bagaimana produk distandarisasi untuk penggunaan," kata dia.

Ia mendukung target tersebut karena penggunaan beton pracetak dan prategang dapat menekan harga sehingga lebih murah, terutama untuk produksi masal. Namun, kendala yang ditemui adalah proses peralihan ke produksi massal membutuhkan waktu.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, anggaran pembangunan infrastruktu pada 2015 sebesar Rp118 triliun, sedangkan penggunaannya untuk pembiayaan beton mendominasi sebanyak 40 persen, diantaranya untuk pembangunan rumah dan jembatan. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

25 Proyek Infrastruktur yang Diminati Asing

25 Proyek Infrastruktur yang Diminati Asing

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 02:35 WIB

Tol Cijago Seksi II Diharapkan Beroperasi Pertengahan 2016

Tol Cijago Seksi II Diharapkan Beroperasi Pertengahan 2016

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 11:17 WIB

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:28 WIB

Infrastruktur di Perbatasan dan Wilayah Timur Digenjot

Infrastruktur di Perbatasan dan Wilayah Timur Digenjot

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 10:07 WIB

Polantas Bekasi Berlakukan Rekayasa Lalin Proyek Infrastruktur

Polantas Bekasi Berlakukan Rekayasa Lalin Proyek Infrastruktur

News | Minggu, 27 September 2015 | 03:15 WIB

Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia

Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 September 2015 | 13:52 WIB

Begini Strategi Menteri PU Percepat Pembangunan Infrastruktur

Begini Strategi Menteri PU Percepat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2015 | 10:50 WIB

Revitalisasi Ribuan Halte, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Swasta

Revitalisasi Ribuan Halte, Pemprov DKI Jakarta Gandeng Swasta

News | Rabu, 29 Juli 2015 | 12:44 WIB

Pengusaha Eropa Siap Investasi Infrastruktur di Indonesia

Pengusaha Eropa Siap Investasi Infrastruktur di Indonesia

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2015 | 18:41 WIB

Ekonomi Lesu, Pemerintah Genjot Belanja Infrastruktur

Ekonomi Lesu, Pemerintah Genjot Belanja Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2015 | 13:50 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB