Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Senin, 02 November 2015 | 16:03 WIB
Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Oktober 2015 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sebagai sinyal yang positif pada daya beli masyarakat.

"Itu satu yang positif karna deflasi pengaruh daya beli masyarakat, berati dengan deflasi jadi lebih baik," kata Darmin saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Meski disatu sisi pada Oktober 215 mengalami deflasi yang menunjukan rata-rata harga pada bulan Oktober mengalami penurunan, bisa menjadi dampak positif. Namun disisi lain, Darmin juga tak menampik jika hal tersebut terjadi karena perlambatan ekonomi yang terjadi tahun ini dan meningkatkan kewaspadaan dan perhatian khusus mengingat permintaan secara makro terlihat masih cukup lemah.

"Tapi itu bisa juga menjadi pentunjuk bahwa ekonominya permintaan secara makro masih agak lemah," ungkapnya.

Sekedar informasi, Badan Pusat Statistuk (BPS) melaporkan realisasi deflasi Oktober mencapai 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,57. Realisasi ini berbeda jika dinadingka periode yang sama tahun lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,47 persen.

Dalam catatan BPS, deflasi tersebut disebabkan karena kontrol harga bahan makanan berjalan dengan baik dan adanya penurunan harga yang ditunjukan pada kelompok pengeluaran.

"Jadi di bahan makanan deflasinya 1,06 persen. Jadi kelompok bahan makanan Oktober ada beberapa komoditas yang turun, ini karena suplainya banyak dan harganya terkendali," kata Suryamin saat menggelar konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2015).

Selain itu, komoditas seperti ayam ras, telur ayam, sayuran, cabai rawit dan cabai merah mengalami penurunan.

"Biasanya kan ini suka jadi masalah, sekarang harganya malah turun, jadi bisa dibilang ini terkendali. Mudah-mudahan hingga akhir tahun harganya masih terkendali," katanya.

Sedangkan kelompok yang melami kenaikan indeks yaitu ada di kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,40 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen. Kelompok kesehatan 0,29 persen. Kelompok kelompik sandang 0,25 persen. Dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,16 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.

Untuk tingkat inflasi tahun kelender (Januari-Oktober) 2015 sebesar 2,16 persen dan secara YoY sebesar 6,25 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI