Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Darmin: Inflasi Rendah Buka Peluang Penurunan Suku Bunga

Liberty Jemadu

Selasa, 03 November 2015 | 02:09 WIB
Darmin: Inflasi Rendah Buka Peluang Penurunan Suku Bunga
Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [Antara/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tingkat inflasi yang diperkirakan rendah pada akhir tahun, dapat menjadi peluang untuk penurunan suku bunga acuan (BI Rate).

"Sebetulnya dilihat dari itu, mestinya ada ruang untuk tingkat bunganya turun," ujarnya, di Jakarta, Senin malam (2/11/2015).

Darmin menjelaskan, ruang untuk penurunan BI Rate bisa terlihat dari inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2015 yang baru mencapai 2,16 persen dan inflasi secara tahun ke tahun (year on year) 6,25 persen.

Namun, menurut dia, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter mempunyai pertimbangan tersendiri, sehingga masih mempertahankan BI Rate pada 7,5 persen untuk kesembilan kalinya berturut-turut.

Selain itu, Bank Sentral AS (The Fed) yang masih menunda kenaikan suku bunga acuan, juga bukan merupakan alasan bank sentral untuk menurunkan BI Rate, karena normalisasi kebijakan moneter tersebut sepertinya baru terjadi pada 2016.

"Tanya BI-nya saja, kenapa tidak diturunkan juga? Tapi saya juga mengerti, kira-kira dia masih takut sama goyang-goyangnya rupiah," kata mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Darmin mengatakan, idealnya selisih antara BI Rate dengan tingkat inflasi adalah 100 basis poin (satu persentase poin) bukan sebanyak 400 basis poin (empat persentase poin) seperti sekarang.

"Dengan inflasi sekarang, makin lama 'real interest rate' semakin besar. Nanti akhir tahun, inflasi di bawah empat persen. Padahal BI Ratenya 7,5 persen, ada selisih empat persentase poin. Biasanya bedanya satu (persentase poin)," jelasnya.

Lebih lanjut, Darmin menambahkan BI Rate yang terlalu tinggi dalam situasi saat ini bisa membuat masyarakat enggan mengajukan pinjaman dan menahan konsumsi, sehingga bisa memperlambat kinerja perekonomian.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,5 persen untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut setelah sempat diturunkan 25 basis poin pada Februari 2015.

Bank sentral juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik terutama didorong oleh meningkatnya belanja modal pemerintah, walaupun aktivitas perekonomian di sektor swasta masih berjalan relatif lambat.

Dengan situasi tersebut, Bank Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap stabilitas makro mulai mereda sehingga ke depan terdapat ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

Namun, mengingat masih tingginya risiko ketidakpastian global, maka otoritas moneter akan tetap berhati-hati dan mencermati risiko global di tengah perkembangan pasar keuangan global yang lebih kondusif.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan bank sentral, belum tentu terkait dengan kebijakan penurunan suku bunga acuan (BI Rate).

Mirza tidak menyebutkan instrumen lain dari kebijakan moneter selain penyesuaian suku bunga acuan. Namun ia memastikan adanya ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter melihat laju inflasi serta kinerja defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun.

"Ruang pelonggaran moneter karena dua faktor utama. Satu, inflasi kita bisa di bawah empat persen tahun ini. Kedua, CAD atau defisit transaksi berjalan kita itu terkendali di bawah 2,5 persen dan bisa di 2,1 persen," ujarnya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Deflasi Picu Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 16:03 WIB

Di Tengah Kelesuan Ekonomi, Industri Manufaktur Tetap Meningkat

Di Tengah Kelesuan Ekonomi, Industri Manufaktur Tetap Meningkat

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 15:15 WIB

Ini Penyebab Deflasi Bulan Oktober Versi BPS

Ini Penyebab Deflasi Bulan Oktober Versi BPS

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 13:20 WIB

BPS Sebut Deflasi Oktober Capai 0,08 Persen

BPS Sebut Deflasi Oktober Capai 0,08 Persen

Bisnis | Senin, 02 November 2015 | 13:05 WIB

BI Luncurkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

BI Luncurkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 02:02 WIB

BI Belum Akan Turunkan Suku Bunga Acuan

BI Belum Akan Turunkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2015 | 11:01 WIB

BI: Inflasi Akhir 2015 Diperkirakan 3,6 Persen

BI: Inflasi Akhir 2015 Diperkirakan 3,6 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2015 | 06:15 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB