Proyek Jalan Perbatasan Ditargetkan Rampung Tahun 2018

Adhitya Himawan

Rabu, 04 November 2015 | 13:32 WIB
Proyek Jalan Perbatasan Ditargetkan Rampung Tahun 2018
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. (Antara/Andika Wahyu)

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono menargetkan sejumlah proyek-proyek jalan perbatasan di seluruh daerah selesai pada 2018.

"2018 saya targetkan seluruh jalan-jalan nasional di perbatasan sudah selesai dan dapat digunakan dengan baik," kata Basuki Hadimoeljono ketika membuka acara "Indonesia Infrastructure Week 2015" di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Ia mengatakan peluang infrastruktur masih luas, sehingga perkembangan akan selalu terjadi guna memdukung perekonomian nasional.

Pada saat ini sedang dikerjakan pembangunan jalan perbatasan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara yang memiliki panjang 1.670 km. Jalan ini berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kemudian jalan-jalan nasional yang berada di sekitar perbatasan dengan Papua dan Papua New Guinea juga akan dibangun. Nusa Tenggara Timur yang berhadapan darat langasung dengan Timor Timur juga sedang dalam proses pembangunan.

"Selain jalan, pintu lintas negara juga akan diperbaiki, karena sekarang kondisinya sangat tidak layak," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yusid Toyib juga mengingatkan pentingnya pembangunan sektor konstruksi sebagai kunci menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Bukan hanya karena kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN saja, melainkan memang seharusnya antarsektor harus saling 'support' dalam membangun sektor konstruksi di Indonesia agar menjadi lebih kuat," kata Yusid Toyib.

Ia juga meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi, mulai dari Pemerintah, LPJK, penyedia jasa badan usaha milik negara, swasta, asosiasi, lembaga keuangan, serta peran serta dunia pendidikan untuk bekerja sama dalam membentuk SDM yang kompeten dan Badan Usaha yang handal, kokoh, serta berdaya saing tinggi juga kompetitif.

Yusdi menjelaskan biaya barang dan jasa bergerak di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Sebuah studi yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan bahwa kurangnya infrastruktur telah menyebabkan pertumbuhan Indonesia tertinggal. Strategi pemerintah adalah menyederhanakan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, untuk memungkinkan pelaksanaan yang lebih baik di sektor prioritas seperti jalan, transportasi, pelabuhan dan listrik.

"Potensi pasar yang tidak terbatas ini belum didukung dengan jumlah pekerja sektor konstruksi berkualitas yang ada di Indonesia. Kami mencatat jumlah pekerja konstruksi di negara ini sebanyak 7,2 juta, namun data LPJKN Agustus 2015 hanya 109.000 ahli yang bersertifikat, 387.000 pekerja bersertifikat, dengan sejumlah hanya sekitar 478 orang yang memiliki otorisasi untuk bekerja di kawasan ASEAN," katanya.

"Kita dapat disusul Singapura dan Malaysia. Jika kita tidak maju dengan lebih cepat lagi, dan kita tidak akan dapat merasakan keuntungan dari program Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terintegrasi ini," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Fakta Kuil Preah Vihear, Pemicu Perang antara Thailand dan Kamboja

4 Fakta Kuil Preah Vihear, Pemicu Perang antara Thailand dan Kamboja

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 15:55 WIB

Anies Tak Mau Ikuti Jejak Jokowi Bangun Jalan Tol, Lebih Pilih Perbanyak Jalur Kereta Api Karena Ini..

Anies Tak Mau Ikuti Jejak Jokowi Bangun Jalan Tol, Lebih Pilih Perbanyak Jalur Kereta Api Karena Ini..

Kotak Suara | Jum'at, 19 Januari 2024 | 16:40 WIB

Seekor Babi yang Ditembak Mati Hampir Memicu Perang Inggris-AS

Seekor Babi yang Ditembak Mati Hampir Memicu Perang Inggris-AS

News | Minggu, 25 September 2022 | 13:24 WIB

Yuk Mampir, 6 Destinasi Wisata di Jalur Pantura Situbondo

Yuk Mampir, 6 Destinasi Wisata di Jalur Pantura Situbondo

Your Say | Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×