BI: MEA Peluang Perbankan Indonesia Ekspansi di ASEAN

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 05 November 2015 | 05:09 WIB
BI: MEA Peluang Perbankan Indonesia Ekspansi di ASEAN
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo (Antara).

Suara.com - Bank Indonesia menilai perbankan dalam negeri perlu restrukturisasi untuk ambil kesepakatan bidang jasa keuangan bank di area Asia Tenggara, ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) untuk membuka cabang baru di kawasan.

"ABIF ini adalah peluang, karenanya perbankan harus ambil kesempatan tersebut untuk melebarkan sayapnya ke ASEAN," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu petang (4/11/2015).

Hal tersebut dikatakan Agus, pasalnya ekspansi perbankan Indonesia di luar negeri belum semasif ekspansi yang dilakukan oleh industri perbankan negara ASEAN lainnya ke Indonesia seperti Malaysia dan Singapura.

Singapura, kata Agus, sudah memiliki saham mayoritas pada empat bank di Indonesia yaitu Danamon, DBS, OCBC NISP, Buana, dan UOB dengan total kantor cabang sekitar 2.400 unit dengan mesin transaksi elektronik sekitar 4.800 buah.

Sementara Malaysia, lanjut Agus, memiliki saham mayoritas pada dua bank di Indonesia yaitu CIMB dan Maybank BII dengan infrastruktur sejumlah 2.100 kantor cabang dan mesin ATM yang berjumlah di atas 4.000.

"Sebaliknya, Indonesia hanya miliki satu bank di Singapura dengan satu ATM dan satu bank syariah, dua remitance office serta satu ATM di Malaysia," kata dia.

Dengan perbandingan kantor cabang 1:2.000 tersebut, Agus menyatakan perlu adanya restrukturisasi karena dalam integrasi perbankan di ASEAN melalui ABIF, bank yang akan melakukan ekspansi harus memiliki kelayakan yang telah ditentukan.

"Karenanya perlu restrukturisasi perbankan agar ada keyakinan juga adanya sumber pembiayan yang baik untuk membiayai investor agar bisa masuk ke negara ASEAN, karena MEA ini adalah peluang sekaligus tantangan," katanya.

Pihak BI sendiri, tambah Agus, telah mendorong adanya kesempatan yang sama bagi setiap negara untuk melakukan ekspansi yang lahir melalui ABIF Guideline yang disepakati oleh seluruh otoritas keuangan dan menteri keuangan di ASEAN.

"Tujuannya adalah untuk keseimbangan, misalnya Singapura ada empat bank, kita juga harus boleh punya dengan jumlah yang sama. Di negara lain juga demikian sehingga bank domestik bisa lebih mudah melakukan ekspansi. Kita jangan menghindar dan harus siap jika ada kesempatan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI