Purbaya Kembali Singgung Aksi Demonstrasi Tahun Lalu: Lebih Baik Kerja Dibanding Demo

Dicky Prastya

Senin, 19 Januari 2026 | 20:23 WIB
Purbaya Kembali Singgung Aksi Demonstrasi Tahun Lalu: Lebih Baik Kerja Dibanding Demo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara/Aditya Pradana Putra]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaitkan demonstrasi akhir Agustus-September 2025 dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Purbaya menyatakan upayanya sebagai Menkeu sejak September 2025 adalah menciptakan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  • Pemerintah dan Bank Sentral berupaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar masyarakat fokus bekerja daripada melakukan demonstrasi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyinggung soal aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus dan awal September 2025 lalu.

Menkeu Purbaya menilai kalau aksi protes ke Pemerintah yang terjadi kala itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melemah.

"Demo yang terjadi di bulan September awal, Agustus akhir, September awal itu, itu indikasi bahwa masyarakat sudah susah cari kerja. Makanannya sudah terganggu segala macam," kata Purbaya usai ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Usai dilantik menjadi Menkeu pada 8 September 2025 sekaligus menggantikan Sri Mulyani, Purbaya mengklaim kalau dirinya berupaya untuk menciptakan kebijakan demi mengatasi kondisi perekonomian yang lemah kala itu.

Bendahara Negara juga mengenang pernyataan awal sebagai Menkeu, di mana ia menyebut kalau tuntutan rakyat 17+8 adalah suara sebagian kecil rakyat Indonesia. Pernyataan itu pun viral dikecam warganet di media sosial.

"Kan sekarang sudah enggak ada demo kan? Sudah sedikit kan demonya? Dulu waktu gue ngomong begitu lu pada marah. 'Ni menteri yang baru asal ngomong'," kenang Purbaya.

Masyarakat sipil yang tergabung dalam Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah memegang poster usai menyerahkan dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada perwakilan DPR di Gerbang Pancasila, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Masyarakat sipil yang tergabung dalam Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah memegang poster usai menyerahkan dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada perwakilan DPR di Gerbang Pancasila, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Purbaya lalu menjelaskan apabila kondisi ekonomi Indonesia lebih baik saat itu, masyarakat bakal memiliki harapan lebih besar. Ia juga menilai kalau rakyat akan mencari pekerjaan yang lebih baik alih-alih melakukan demo.

"Lah iya betul, ketika mereka punya harapan yang lebih besar, dan bisa mencari pekerjaan yang lebih baik daripada sebelumnya, ya lebih baik kerja dibanding demo," imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya menegaskan bahwa saat ini Pemerintah berupaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih cepat pada tahun ini. Dengan demikian masyarakat bisa lebih fokus bekerja ketimbang demonstrasi.

baca juga

"Jadi kewajiban kita, Pemerintah dan Bank Sentral (Bank Indonesia atau BI), dan lain-lain, untuk memastikan bahwa ekonomi tumbuh lebih cepat ke depan. Sehingga lapangan kerja tercipta lebih banyak. Sehingga orang enggak sibuk demo, tapi sibuk bekerja," jelasnya.

Purbaya berkali-kali singgung demo

Ini bukan kali pertama Purbaya menyinggung soal aksi demonstrasi 17+8 yang terjadi tahun 2025. Saat pertama kali dilantik, Purbaya mengklaim kalau tuntutan itu adalah suara sebagian kecil rakyat Indonesia.

"Tapi pada dasarnya begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya," ujar Menkeu Purbaya kepada wartawan, Senin (8/9/2025).

Menteri baru itu lantas mengatakan akan menggenjot pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen yang nantinya masyarakat bisa lebih sibuk mencari kerja ketimbang melakukan demonstrasi.

"Saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," sebut Purbaya.

Lalu pada November 2025, Purbaya juga mengklaim kalau aksi demonstrasi atau unjuk rasa akan berkurang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.

Menkeu Purbaya menyebut, apabila masyarakat puas ke Pemerintah sekarang, seharusnya aksi unjuk rasa akan lebih sedikit di masa depan. Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen di tahun 2026.

"Ketika masyarakat puas ke pemerintah seperti sekarang, harusnya demo akan lebih sedikit ke depan, dan pemerintah bersama DPR tentunya bisa memfokuskan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, fokus menjalankan program-program yang sudah disetujui oleh DPR untuk memastikan kita bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kalau yang kita bisa jaga sih tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit," kata Purbaya saat Rapat Kerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (28/11/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur

Purbaya Klaim BI Tetap Independen Meski Keponakan Prabowo Masuk Calon Deputi Gubernur

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:50 WIB

Bocoran Menkeu Purbaya: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Tukar Wamenkeu ke Juda Agung

Bocoran Menkeu Purbaya: Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Tukar Wamenkeu ke Juda Agung

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:29 WIB

Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?

Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:58 WIB

Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!

Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 18:22 WIB

Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI

Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 18:13 WIB

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×