Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Isi Kabinet Jokowi Mayoritas Menteri KW 2 dan KW 3

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 18 November 2015 | 16:50 WIB
Isi Kabinet Jokowi Mayoritas Menteri KW 2 dan KW 3
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut sebelum Presiden Joko Widodo merombak kabinet kerja pada Agustus 2015, hanya dua sampai tiga menteri yang benar-benar menunjukkan kinerja berkualitas. Sisanya, dia sebut menteri kualitas KW 2 dan KW 3.

"Kabinet sembilan bulan pertama yang ditunjuk Jokowi, hanya 2-3 menteri yang beneran menteri, sisanya KW 2 dan KW 3, karena usulan politik," kata Rizal saat menjadi keynote speech dalam acara Economic Outlook 2016 di Hotel J. Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015).

Itu sebabnya, Rizal mengaku tidak heran jika kemudian kondisi perekonomian Indonesia mengalami perlambatan selama sembilan bulan pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain perekonomian, kepercayaan masyarakat juga terus mengalami penurunan.

"Bapak Ibu bisa lihat, tadinya harapannya sudah sangat merosot, orang sudah kehilangan harapan dan ekspektasi positif dan retail yang drop 30 persen, rupiah melemah dan pertumbuhan ekonomi menurun, ini karena menterinya banyak yang KW," katanya.

Rizal mengatakan setelah Presiden Joko Widodo merombak kabinet jilid pertama, kondisi perekonomian menjadi lebih baik. Pertumbuhan ekonomi sudah menunjukkan peningkatan 0,1 sampai 0,2 persen.

"Barulah Agustus Pak Jokowi memutuskan untuk reshuffel. Ekonomi mulai tumbuh, rupiah mulai menguat, kepercayaan publik mulai naik lagi. Karena pak Jokowi yang memilih orang-orangnya sendiri, mulai dari sisi politik, keamanan dan ekonominya. Ini patut diapresiasi," katanya.

Ia memberikan sinyal reshuffle jilid II kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir tahun. Presiden Jokowi akan menentukan menteri-menteri di bidang hukum dan ekonomi agar menjadi tren yang positif pada 2016.

"Mungkin akhir tahun. Pak Jokowi nanti akan pilih menteri-menteri di bidang hukum dan ekonomi yang tepat untuk memperkuat pondasi perekonomian di 2016 menjadi lebih baik lagi," kata Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Obrolan di Rumah Mega, Ketua PAN Bantah Bicara Pembagian Menteri

Obrolan di Rumah Mega, Ketua PAN Bantah Bicara Pembagian Menteri

News | Rabu, 18 November 2015 | 12:54 WIB

Siapa Menteri yang Layak Diganti Menurut Kaca Mata Budayawan?

Siapa Menteri yang Layak Diganti Menurut Kaca Mata Budayawan?

News | Minggu, 15 November 2015 | 15:48 WIB

Kalau PAN Masuk, Pemerintahan Jokowi Disebut Kabinet Kaki Lima

Kalau PAN Masuk, Pemerintahan Jokowi Disebut Kabinet Kaki Lima

News | Minggu, 15 November 2015 | 15:42 WIB

Seskab Akui Presiden Akan Akomodasi PAN Dalam Kabinet

Seskab Akui Presiden Akan Akomodasi PAN Dalam Kabinet

News | Sabtu, 14 November 2015 | 06:52 WIB

Dinilai Kerjanya Buruk, Puan: Kami Kerja Saja Dulu

Dinilai Kerjanya Buruk, Puan: Kami Kerja Saja Dulu

News | Jum'at, 13 November 2015 | 13:22 WIB

Terkini

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:16 WIB

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB