Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Isi Kabinet Jokowi Mayoritas Menteri KW 2 dan KW 3

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 18 November 2015 | 16:50 WIB
Isi Kabinet Jokowi Mayoritas Menteri KW 2 dan KW 3
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (12/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut sebelum Presiden Joko Widodo merombak kabinet kerja pada Agustus 2015, hanya dua sampai tiga menteri yang benar-benar menunjukkan kinerja berkualitas. Sisanya, dia sebut menteri kualitas KW 2 dan KW 3.

"Kabinet sembilan bulan pertama yang ditunjuk Jokowi, hanya 2-3 menteri yang beneran menteri, sisanya KW 2 dan KW 3, karena usulan politik," kata Rizal saat menjadi keynote speech dalam acara Economic Outlook 2016 di Hotel J. Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015).

Itu sebabnya, Rizal mengaku tidak heran jika kemudian kondisi perekonomian Indonesia mengalami perlambatan selama sembilan bulan pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain perekonomian, kepercayaan masyarakat juga terus mengalami penurunan.

"Bapak Ibu bisa lihat, tadinya harapannya sudah sangat merosot, orang sudah kehilangan harapan dan ekspektasi positif dan retail yang drop 30 persen, rupiah melemah dan pertumbuhan ekonomi menurun, ini karena menterinya banyak yang KW," katanya.

Rizal mengatakan setelah Presiden Joko Widodo merombak kabinet jilid pertama, kondisi perekonomian menjadi lebih baik. Pertumbuhan ekonomi sudah menunjukkan peningkatan 0,1 sampai 0,2 persen.

"Barulah Agustus Pak Jokowi memutuskan untuk reshuffel. Ekonomi mulai tumbuh, rupiah mulai menguat, kepercayaan publik mulai naik lagi. Karena pak Jokowi yang memilih orang-orangnya sendiri, mulai dari sisi politik, keamanan dan ekonominya. Ini patut diapresiasi," katanya.

Ia memberikan sinyal reshuffle jilid II kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir tahun. Presiden Jokowi akan menentukan menteri-menteri di bidang hukum dan ekonomi agar menjadi tren yang positif pada 2016.

"Mungkin akhir tahun. Pak Jokowi nanti akan pilih menteri-menteri di bidang hukum dan ekonomi yang tepat untuk memperkuat pondasi perekonomian di 2016 menjadi lebih baik lagi," kata Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Obrolan di Rumah Mega, Ketua PAN Bantah Bicara Pembagian Menteri

Obrolan di Rumah Mega, Ketua PAN Bantah Bicara Pembagian Menteri

News | Rabu, 18 November 2015 | 12:54 WIB

Siapa Menteri yang Layak Diganti Menurut Kaca Mata Budayawan?

Siapa Menteri yang Layak Diganti Menurut Kaca Mata Budayawan?

News | Minggu, 15 November 2015 | 15:48 WIB

Kalau PAN Masuk, Pemerintahan Jokowi Disebut Kabinet Kaki Lima

Kalau PAN Masuk, Pemerintahan Jokowi Disebut Kabinet Kaki Lima

News | Minggu, 15 November 2015 | 15:42 WIB

Seskab Akui Presiden Akan Akomodasi PAN Dalam Kabinet

Seskab Akui Presiden Akan Akomodasi PAN Dalam Kabinet

News | Sabtu, 14 November 2015 | 06:52 WIB

Dinilai Kerjanya Buruk, Puan: Kami Kerja Saja Dulu

Dinilai Kerjanya Buruk, Puan: Kami Kerja Saja Dulu

News | Jum'at, 13 November 2015 | 13:22 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB