Perusahaan Asing & Lokal Bangun Smelter Rp6,4 Triliun di Bantaeng

Adhitya Himawan

Senin, 07 Desember 2015 | 22:42 WIB
Perusahaan Asing & Lokal Bangun Smelter Rp6,4 Triliun di Bantaeng
Smelter

Suara.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat dua perusahaan asing dan dalam negeri yang tengah melakukan konstruksi smelter senilai Rp6,4 triliun di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Perusahaan tersebut yakni penanaman modal dalam negeri (PMDN) oleh PT Titan Mineral Utama (TMU) dengan rencana investasi sebesar Rp4,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNAI) sebesar 130 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun (kurs Rp13.500 per dolar AS).

"Pada 2016, kedua smelter di Bantaeng ini diharapkan sudah dapat berproduksi komersial dan hal ini lebih meyakinkan lagi atas 'feasibility' investasi pengolahan logam nikel di Indonesia sehingga kapasitas investasi nilai tambah mineral nikel di Sulawesi akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia di antara negara-negara penghasil dan pengolah nikel di dunia," kata Kepala BKPM Franky Sibarani saat mengunjungi Kawasan Industri Bantaeng, Senin (7/12/2015).

 
Menurut dia, realisasi investasi itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang mewajibkan adanya peningkatan sumber daya mineral dengan melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri.

"Proyek-proyek pembangunan industri pengolahan dan pemurnian bahan mineral atau smelter dapat berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di Indonesia," katanya.

Menurut Franky, pembangunan industri smelter memerlukan dukungan dan kerja sama dari semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta dan BUMN.

Dengan demikian, industri smelter yang berbasiskan sumber daya alam itu dapat memberikan efek berantai kepada semua pihak.

Rencana investasi TMU sebesar Rp4,7 triliun tersebut dilakukan dengan rencana penyerapan tenaga kerja sebesar 1.000 orang.

Sementara HNAI mempunyai rencana investasi sebesar Rp1,7 triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja sebesar 900 orang.

Saat ini TMU sedang melakukan pembangunan tahap pertama konstruksi dengan kapasitas produksi ferronickel sebesar 12.000 ton/tahun yang akan mulai produksi komersial pada bulan Februari 2016.

Dalam pembangunan pabrik smelternya, TMU berencana memasang 20 tungku "blast furnace", di mana pada saat ini sudah melakukan instalasi empat tungku.

Sedangkan, HNAI sedang melaksanakan konstruksi tahap pertama dengan kapasitas 100.000 ton ferronickel per tahun dengan menggunakan dua tungku "rotary kiln electric furnace" yang ramah lingkungan.

Perusahaan optimistis proses konstruksi pabrik smelter nikel dapat diselesaikan pada bulan Desember 2015. Pada Januari 2016, HNAI akan melakukan percobaan produksi dan diharapkan pada Februari 2016 dapat memulai produksi serta melakukan ekspor perdana.

"Realisasi investasi smelter nikel dan Kawasan Industri Bantaeng membuktikan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bantaeng dalam mendorong pencapaian nilai tambah mineral nikel di Indonesia," pungkas Franky. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stok Melimpah, Bahlil Ingin Stop Sementara Aktivitas Produksi Smelter Nikel

Stok Melimpah, Bahlil Ingin Stop Sementara Aktivitas Produksi Smelter Nikel

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Hilirisasi Tambang RI Tersandung Serapan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Formula Harga Baru Beri Kepastian untuk Industri Smelter Nikel

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:03 WIB

Inalum Amankan Operasional Smelter Alumina dari Ancaman Karhutla Mempawah

Inalum Amankan Operasional Smelter Alumina dari Ancaman Karhutla Mempawah

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:45 WIB

Dapat Rating idAA, Inalum Siapkan Pendanaan untuk Hilirisasi Alumunium

Dapat Rating idAA, Inalum Siapkan Pendanaan untuk Hilirisasi Alumunium

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil

Purbaya Ungkap Tujuan PFII, Tarik Investasi Asing hingga Biayai Sektor Riil

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 19:20 WIB

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?

Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Gerebek Gang di Korpri Jaya, Polisi Amankan Sembilan ABG Calon Pelaku Tawuran

Gerebek Gang di Korpri Jaya, Polisi Amankan Sembilan ABG Calon Pelaku Tawuran

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:39 WIB

KPK Pamer Uang Rp934 Juta dalam Tong Biru dari Rumah Adik Bupati Klaten

KPK Pamer Uang Rp934 Juta dalam Tong Biru dari Rumah Adik Bupati Klaten

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Terjebak Badai Api Bromo: 4 Petugas dan Relawan Gugur Terpanggang di Lereng Pusung Lingker

Terjebak Badai Api Bromo: 4 Petugas dan Relawan Gugur Terpanggang di Lereng Pusung Lingker

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:32 WIB

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:17 WIB

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

×