Titik Terang Krisis Balantieng, RPDAS Dorong Aksi Pelestarian Demi Penyelamatan Sungai

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Senin, 15 Desember 2025 | 10:01 WIB
Titik Terang Krisis Balantieng, RPDAS Dorong Aksi Pelestarian Demi Penyelamatan Sungai
Peserta diskusi menuliskan masalah yang terjadi di Sungai Balantieng ketika menyusun RPDAS. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)
  • Diskusi multipihak di Bantaeng pada 11 Desember 2025 menghasilkan RPDAS untuk mengelola Sungai Balantieng secara terintegrasi.
  • RPDAS menjadi dokumen perencanaan lintas sektor untuk menangani masalah kompleks sungai dari hulu sampai hilir secara komprehensif.
  • Tiga rekomendasi utama RPDAS meliputi Imbal Jasa Lingkungan, pengembangan agroforestri, dan sinkronisasi dengan RTRW kabupaten setempat.

Suara.com - Krisis lingkungan di Sungai Balantieng, Sulawesi Selatan, membutuhkan solusi yang terintegrasi. Tidak berjalan sendiri-sendiri. Ya, butuh kerja sama menyeluruh mulai dari desa di pegunungan (hulu) hingga daerah muara (hilir). Solusi ini hadir melalui Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS).

Untuk mewujudkan solusi ini, Balang Institute dan Program Global Environment Facillity Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7 menggelar diskusi multipihak di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).

Tujuan dari diskusi tersebut yakni menyatukan semua pihak dari pemerintah daerah, kepala desa, aktivis lingkungan, hingga perwakilan masyarakat dari Bulukumba dan Sinjai. Nantinya dari diskusi tersebut, akan dibuat dokumen perencanaan yang kuat dan sistematis.

Apa pasal RPDAS ini penting? RPDAS merupakan satu-satunya dokumen yang mampu menyusun rencana lintas sektor. Dengan RPDAS, semua masalah kompleks, mulai dari perebutan air irigasi, tambang ilegal, hingga pencemaran, dapat ditangani bersama. Penanganannya pun secara komprehensif, dari hulu hingga hilir.

Menjadi salah satu pemantik dalam diskusi tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala, berharap RPDAS ini bakal mengubah aksi-aksi kecil masyarakat menjadi gerakan besar. Harapannya, imbuh Sidi, RPDAS bakal mendorong aksi pelestarian dan penjagaan Sungai Balantieng ke masyarakat untuk diwujudkan.

"Kami berharap melalui diskusi perancangan RPDAS ini dapat mendorong aksi pelestarian dan penjagaan sungai Balantieng ke masyarakat untuk diimplementasikan. Alhasil, inisiatif-inisiatif yang tumbuh di DAS Balantieng ini dapat dilanjutkan dengan cara lebih masif, lebih terstruktur, karena ditopang oleh satu dokumen perencanaan yang komprehensif,” tutur Sidi Rana Menggala.

Kepala DLHK Bulukumba, Emil Yusri, menekankan RPDAS harus menjadi pondasi utama pembenahan. Ia mengingatkan bahwa ide sebagus apa pun tidak akan berjalan tanpa dana dan kerjasama erat antardinas atau organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kalau kita tidak meletakkan ini (RPDAS) sebagai pondasi dasar dalam membenahi DAS, tujuan kita tidak akan tercapai," lanjut Emil.

Memasuki sesi diskusi, Adam Kurniawan, Kepala Divisi Penggalangan Publik Eksekutif Nasional WALHI selaku moderator, menyoroti pentingnya langkah intervensi setelah data biofisik dan proyeksi 30 tahun ke depan sudah tersedia.

Nah dari hasil diskusi multipihak ini, muncul tiga rekomendasi utama yang menjadi inti dari RPDAS. Rekomendasi pertama adalah menciptakan skema Imbal Jasa Lingkungan (IJL). Skema ini, menurut Sidi Rana Menggala, merupakan cara yang adil untuk menghubungkan wilayah hulu dan hilir Sungai Balantieng.

“Misalkan pihak yang banyak menggunakan air bersih—dalam hal ini adalah industri di hilir sungai—wajib membayar insentif kepada desa-desa di hulu Sungai Balantieng. Nantinya, dana yang ditarik dari industri tersebut bakal dipakai untuk memperbaiki lingkungan di hulu. Hal ini seolah sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga sumber air,” kata Sidi.

Balang Institute, didukung Program GEF SGP Indonesia Fase 7, menggelar diskusi menyusun rencana penyelamatan sungai atau Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Balantieng. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)
Balang Institute, didukung Program GEF SGP Indonesia Fase 7, menggelar diskusi menyusun rencana penyelamatan sungai atau Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) Balantieng. Acara ini digelar di Hotel Agri, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (11/12/2025).(Dokumentasi Pribadi)

Rekomendasi ke-dua terkait pengembangan kebun campur (agroforestri) yang beragam dan menguntungkan. Untuk mengatasi penggundulan hutan dan pertanian yang merusak, RPDAS menyarankan penanaman pohon yang menghasilkan panen bulanan, tahunan, dan jangka panjang. Jadi, ada kepastian ekonomi bagi masyarakat hulu agar tidak lagi merusak hutan.

Rekomendasi ketiga, dan tidak kalah pentingnya, adalah RPDAS harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten yang sedang direvisi. Sinkronisasi ini penting agar masalah penetapan kawasan pertanian dan batas sungai tidak melanggar aturan.

“RPDAS adalah harapan Balantieng untuk mencapai pengelolaan sungai yang terpadu dan berkelanjutan, mengubah kondisi lingkungan yang saat ini dikategorikan "sedang" menjadi lebih baik,” tutur Sidi Rana Menggala.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Mengintai di Sungai Balantieng dari Banjir hingga Tambang, Apa Dampaknya?

Bahaya Mengintai di Sungai Balantieng dari Banjir hingga Tambang, Apa Dampaknya?

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 09:39 WIB

Terkini

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

5 Contoh Teks Doa Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Khidmat dan Penuh Makna

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 20:11 WIB

15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos

15 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2026 Gratis, Bisa Langsung Diunggah ke Medsos

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 19:20 WIB

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:44 WIB

BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi

BB Cream untuk Apa? Ini 5 Pilihan SPF Tinggi Biar Makeup Rapi dan Kulit Terlindungi

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:10 WIB

Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk

Pameran Vivienne Westwood & Jewellery 2026 Debut di Makau, Hadirkan Arsip Ikonis dan Sentuhan Punk

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 18:06 WIB

4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas

4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 17:36 WIB

Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai

Serum Penumbuh Rambut yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Produk yang Bisa Dipakai

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 17:34 WIB

Cleansing Oil Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Terjangkau

Cleansing Oil Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Terjangkau

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:40 WIB

Zahwa Massaid Kerja Apa? Kakak Aaliyah Massaid Punya Karier Mentereng di AS

Zahwa Massaid Kerja Apa? Kakak Aaliyah Massaid Punya Karier Mentereng di AS

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama

Chef Expo 2026 Digelar di NICE PIK 2, Sajikan Kompetisi hingga Demo Masak Chef Ternama

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 16:30 WIB