Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Saham Wall Street Kembali Turun Pagi Ini

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 19 Desember 2015 | 12:29 WIB
Saham Wall Street Kembali Turun Pagi Ini
Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]

Suara.com - Saham-saham di Wall Street berakhir turun lagi untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat (Sabtu pagi WIB 19/12/2015). Kondisi ini disebabkan kemerosotan harga minyak membebani sentimen pasar.

Dow Jones Industrial Average jatuh 367,39 poin, atau 2,10 persen, menjadi ditutup pada 17.128,45. Indeks S&P 500 merosot 36,37 poin, atau 1,78 persen, menjadi berakhir di 2.005,52. Indeks komposit turun 79,47 poin, atau 1,59 persen, menjadi 4.923,08.

Harga minyak, yang diperdagangkan di sekitar tingkat terendah dalam hampir tujuh tahun dalam beberapa hari terakhir, berlanjut turun pada Jumat karena data mengisyaratkan bahwa produksi minyak mentah AS tidak berkurang.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 22 sen menjadi menetap di 34,73 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari turun 18 sen menjadi ditutup pada 36,88 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

"Untuk saat ini, langkah yang paling menentukan adalah komoditas, di mana pengetatan The adalah berita buruk yang cukup jelas tidak peduli apa yang berikutnya dari itu," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Di sisi ekonomi, angka awal Indeks Kegiatan Bisnis PMI sektor jasa AS dari Markit tercatat 53,7 pada Desember, gagal memenuhi konsensus pasar dan merupakan angka terendah selama 12 bulan terakhir.

Menambahkan lebih pesimisme ke pasar, pasar saham luar negeri mengalami penurunan berbasis luas pada Jumat.

Di Asia, ekuitas Jepang berakhir melemah tajam karena sentimen volatil mendominasi pasar setelah bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan langkah-langkah baru untuk mendukung kebijakan pelonggaran moneter, dengan indeks Nikkei 225 turun 1,90 persen.

Saham-saham Eropa juga mengalami penurunan secara luas karena investor tetap berhati-hati atas harga komoditas yang lemah, dengan indeks acuan FTSE 100 Inggris turun 0,82 persen.

Sementara itu, para investor masih memilah-milah keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Para analis percaya pasar saham akan menyaksikan beberapa volatilitas dalam beberapa hari terakhir, karena Wall Street berusaha mencerna keputusan kenaikan suku bunga.

Untuk minggu ini, indeks saham unggulan Dow turun 0,8 persen, dan indeks lebih luas S&P 500 merosot 0,3 persen, sedangkan teknologi Nasdaq turun 0,2 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, naik 9,29 persen menjadi berakhir di 20,70 pada Jumat.

Di pasar lain, dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat, setelah membukukan peningkatan tajam di sesi sebelumnya karena keputusan Fed menaikkan suku bunga.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik ke 1,0862 dolar AS dari 1,0811 dolar di sesi sebelumnya, sementara dolar AS dibeli 121,28 yen Jepang, lebih rendah dari 122,82 yen pada sesi sebelumnya.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Jumat, karena dolar AS jatuh dan pedagang "short" mengambil keuntungan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari bertambah 15,4 dolar AS, atau 1,47 persen, menjadi menetap di 1.065,00 dolar AS per ounce. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

BBRI Bagi-bagi Dividen Rp31,47 T Hari Ini, Cek Rekening Anda Sekarang!

BBRI Bagi-bagi Dividen Rp31,47 T Hari Ini, Cek Rekening Anda Sekarang!

Bri | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:51 WIB

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB