Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Dirut Kereta Cepat: Tenaga Kerja Lokal Lebih Diutamakan

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 21 Januari 2016 | 11:28 WIB
Dirut Kereta Cepat: Tenaga Kerja Lokal Lebih Diutamakan
Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ditandai peletakan batu pertama (groundbreaking) di daerah Cikalong Wetan, Bandung Barat [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Direktur Utama Kereta Api Cepat Indonesia-Cina, Hanggoro, mengatakan proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung akan menelan biaya sebesar Rp70 triliun. Sumber daya untuk mengerjakannya mayoritas tenaga kerja lokal.

"Jadi semua tenaga kerjanya dari lokal terutama di Jawa Barat. Terus kalau yang didatangkan dari Cina yang expert saja, kalau di bawah expert dari lokal semua," kata Hanggoro saat memberikan kata sambutan dalam peresmian KA Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Kamis (21/1/2016).

Hanggoro menambahkan untuk komponen mesin atau komponen pendukung proyek, sebanyak 63 persen juga berasal dari industri lokal.

"Kalau lokal komponennya ada ya kita pakai lokal. Sama juga untuk rel, atau membangun stasiun atau jembatan itu semua akan menggunakan komponen lokal," katanya.

Ia menjelaskan dalam proyek yang diperkirakan selesai tahun 2018 ini akan menyerap 39 tenaga kerja lokal. Mereka akan dipekerjakan selama tiga tahun.

"Saat ini, kami juga masih berbenah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang terlibat dalam pembuatan kereta api cepat Bandung-Jakarta ini.
Yang pasti kita terus berupaya memperbaiki membangun SDM dengan cara kita sekolahkan lagi atau magang di luar negeri," kata dia.

Proyek tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo dengan ditandai peletakan batu pertama (groundbreaking) di daerah Cikalong Wetan.

Menurut pengamatan Suara.com, acara peresmian dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Kereta Api Cepat Indonesia-Cina Hanggoro, Wali Kota Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, Menteri PPN dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Presiden Jokowi juga didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKS Ungkap Kelemahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

PKS Ungkap Kelemahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2016 | 11:00 WIB

Jokowi Resmikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Senilai 70 T

Jokowi Resmikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Senilai 70 T

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2016 | 10:50 WIB

Menteri LHK Bantah Amdal Kereta Cepat Dipaksakan

Menteri LHK Bantah Amdal Kereta Cepat Dipaksakan

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 09:21 WIB

Presiden Akan Insiasi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Akan Insiasi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

News | Kamis, 21 Januari 2016 | 08:33 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Tunggu Amdal

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Tunggu Amdal

Bisnis | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:56 WIB

Terkini

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:37 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:31 WIB

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:20 WIB