BI: Pelemahan Kurs Rupiah Tak Bisa Dongkrak Ekspor RI

Adhitya Himawan

Rabu, 27 Januari 2016 | 15:48 WIB
BI: Pelemahan Kurs Rupiah Tak Bisa Dongkrak Ekspor RI
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah belum dapat dimanfaatkan untuk membantu peningkatan ekspor karena masih tergantungnya Indonesia terhadap ekspor komoditas mentah.

"Sekarang ini, kalau seandainya Indonesia ekonominya mengandalkan lebih kepada komoditas mentah, itu memang kondisi nilai tukar tidak terlalu memberikan manfaat kepada peningkatan ekspor," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di sela-sela gelaran Mandiri Economic Forum di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Menurut Agus, apabila Indonesia telah memiliki proses produksi untuk penambahan nilai barang-barang ekspor yang cukup dalam, maka kinerja ekspor akan terbantu dengan kondisi nilai tukar yang sekarang.

"Jadi memang kuncinya, kita harus bisa melakukan peningkatan nilai tambah bagi produk-produk yang dihasilkan di Indonesia dan fokus ekspor ke suatu 'global value chain'," ujar Agus.

Ia menuturkan, ke depan, harga komoditas sendiri masih akan terus tertekan dan Indonesia sebagai negara yang masih mengandalkan eksopr komoditas mentah harus memberikan perhatian terhadap masalah tersebut.

"Indonesia harus melakukan eksplorasi pasar yang baru dan juga upaya untuk meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri. Saya rasa ini adalah kunci supaya kita punya ekspor yang lebih baik," kata Agus.

Nilai tukar rupiah sendiri, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 14 poin menjadi Rp13.865 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.879 per dolar AS.

"Harga minyak mentah dunia yang 'rebound' pada tadi malam membuat mata uang di negara berkembang bergerak stabil cenderung menguat," kata Analis Monex Investindo Futures Putu Agus.

Namun, sebagian pelaku pasar juga fokus pada hasil rapat moneter pertama bank sentral AS (the fed) di tahun ini.

The Fed diproyeksikan belum akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed fund rate) setelah menaikkan suku bunga di bulan Desember 2015, kendati demikian pelaku pasar tetap akan mencari petunjuk kapan kenaikan berikutnya.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2015, nilai ekspor Indonesia khusus bulan Desember 2015 mencapai 11,89 miliar Dolar AS atau meningkat 6,98 persen dibanding ekspor November 2015. Sementara dibanding Desember 2014 menurun 17,66 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2015 mencapai 150,25 miliar Dolar AS atau menurun 14,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai 131,70 miliar Dolar AS atau menurun 9,77 persen.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Desember 2015 turun 9,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 14,99 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 2,45 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Desember 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 25,69 miliar Dolar AS atau 17,10 persen dari total ekspor nasional. Diikuti Kalimantan Timur sebesar 18,34 miliar Dolar AS atau 12,20 persen dari total ekspor dan Jawa Timur sebesar 16,57  miliar Dolar AS atau 11,03 persen dari total ekspor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 12:15 WIB

Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia

Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:57 WIB

70,05 Persen Pembelian Rumah di Pasar Primer Pilih Pembayaran KPR

70,05 Persen Pembelian Rumah di Pasar Primer Pilih Pembayaran KPR

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:43 WIB

Warga RI Mulai Tahan Belanja, Bulan Oktober dan Januari 2027 Bahkan Makin Suram

Warga RI Mulai Tahan Belanja, Bulan Oktober dan Januari 2027 Bahkan Makin Suram

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp91.000 per Kg, Naik Hampir Rp8.000

Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp91.000 per Kg, Naik Hampir Rp8.000

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB

BMKS Akan Atur Harga Komoditas Ekspor RI, Tak Lagi Dikendalikan Asing

BMKS Akan Atur Harga Komoditas Ekspor RI, Tak Lagi Dikendalikan Asing

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 16:24 WIB

OJK Kebut Persiapan BMKS, Targetkan Beroperasi 1 Januari 2027

OJK Kebut Persiapan BMKS, Targetkan Beroperasi 1 Januari 2027

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:54 WIB

Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS 2026-2031

Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS 2026-2031

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:21 WIB

Konsumen Kembali Optimistis pada Agustus 2026

Konsumen Kembali Optimistis pada Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

×