Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

ADB Nilai 9 Paket Ekonomi Jadi Kabar Baik Bagi Industri Domestik

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2016 | 15:27 WIB
ADB Nilai 9 Paket Ekonomi Jadi Kabar Baik Bagi Industri Domestik
Pertumbuhan ekonomi terlihat dari berjalannya proyek konstruksi gedung di Jakarta [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Sejak Oktober 2015 hingga saat ini pemerintah telah menggeluarkan sembilan paket kebijakan ekonomi sebagai stimulus untuk mendongkrak perekonomian di Indonesia.

Menanggapi hak tersebut, Deputy Country Director ADB for Indonesia, Edimon Ginting menyambut baik adanya paket-paket kebijakan stimulus ekononi tersebut, terutama paket kebijakan ekonomi IX yang baru saja di luncurkan oleh pemerintah Rabu (27/1/2016).

Pasalnya, dengan adanya paket kebijakan tersebut telah memberikan kabar baik bagi pelaku industri di Indonesia khususnya di industri padat karya.

"Kebijakan Jilid IX ini sangat baik ya. Kalau dilihat pemerintah mau menggeser perekonomian nasional yang tadinya bergantung ke bahan mentah seperti karet, CPO ke manufaktur. Ini sangat baik sekali," kata Edimon saat ditenui di Hotel Crown, Jakarta Pusat, Kamis (28/1/2016).

Ia pun optomis, dengan adanya perubahan sektor-sektor yang menjadi tumpuan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di Indonesia akan semakin lebih baik.

"Angka kemiskinan akan berkurang karena ada paket-paket ini dan akan ada sumber pertumbuhan ekonomi baru. TPi memang tidak instan, butuh waktu. Tapi ini akan terwujud," ungkapnya.

Ia pun mengatakan, beberapa paket yang telah diluncurkan pemerintah sebelumnya pun sudah mulai terlihat dampak positifnya. Seperti,nilai tukar rupiah yang menunjukkan perbaikan, banyaknya pabrik-pabrik tekstil, banyak investasi yang masuk.

"Ini bisa meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara-negara lainnya. Dan ini harus kita dukung terus dan dijalankan bersama-sama agar efek positifnya bisa dirasakan," kata Edimon.

Suara.com - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam siaran pers Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (27/1/2016), paket kebijakan ekonomi jilid IX ini menyasar tiga sektor.

Pertama, sektor percepatan pemenuhan kebutuhan listrik rakyat.  Dalam hal ini pemerintah memberikan dukungan pendanaan bagi PT Perusahan Listrik Negara (PLN) baik dalam penyertaan modal negara, penerusan pinjaman pemerintah, penerbitan obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan dan fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) atas hasil revaluasi aset.

Kedua, sektor ternak atau produk hewan, kebijakan dalam paket ini mendorong ketersediaan pasokan daging termasuk dengan mekanisme impor sambil menunggu tercapainya langkah-langkah peningkatan penyediaan dalam negeri.

Ketiga, di sektor logistik, terdapat lima deregulasi kebijakan yang diambil. Mulai dari pengembangan usaha jasa penyelenggaraan pos komersial, penyatuan pembayaran jasa-jasa kepelabuhan secara elektronik, pembentukan badan pendorong ekspor usaha kecil dan menengah melalui sinergi BUMN, deregulasi untuk mendorong sistem pelayanan terpadu kepelabuhan secara elektronik dan kebijakan penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi kegiatan transportasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Finpay Telkom Gaet Asuransi ADB, Perluas Pasar Proteksi Digital

Finpay Telkom Gaet Asuransi ADB, Perluas Pasar Proteksi Digital

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:45 WIB

ADB Kasih Pinjaman Rp 8,3 Triliun untuk Indonesia, Buat Apa?

ADB Kasih Pinjaman Rp 8,3 Triliun untuk Indonesia, Buat Apa?

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 11:17 WIB

Pemerintah Punya Target Besar, 8 Paket Kebijakan Ekonomi Jadi 'Jurus' Capai Pertumbuhan 5,2 Persen

Pemerintah Punya Target Besar, 8 Paket Kebijakan Ekonomi Jadi 'Jurus' Capai Pertumbuhan 5,2 Persen

News | Senin, 15 September 2025 | 19:07 WIB

Spill 8 Paket Kebijakan Ekonomi Baru Pemerintah; Dari Magang Digaji UMP Hingga Cicilan Rumah Murah

Spill 8 Paket Kebijakan Ekonomi Baru Pemerintah; Dari Magang Digaji UMP Hingga Cicilan Rumah Murah

News | Senin, 15 September 2025 | 16:40 WIB

RI Kantongi Utang Rp 8 Triliun dari ADB, Bakal Disuntik ke Sistem Pajak Coretax

RI Kantongi Utang Rp 8 Triliun dari ADB, Bakal Disuntik ke Sistem Pajak Coretax

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:54 WIB

Mantan Menkeu era Jokowi Mundur dari Komisaris TOBA

Mantan Menkeu era Jokowi Mundur dari Komisaris TOBA

Bisnis | Senin, 10 Maret 2025 | 11:21 WIB

Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Pembangunan Berkelanjutan di Asia: Perspektif ADB di BRI Outlook 2025

Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Pembangunan Berkelanjutan di Asia: Perspektif ADB di BRI Outlook 2025

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB