Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tionghoa Dongkrak Ekonomi Sumatera Barat

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 31 Januari 2016 | 07:28 WIB
Tionghoa Dongkrak Ekonomi Sumatera Barat
Ilustrasi masyarakat Tionghoa bersembahyang di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat menilai masyarakat keturunan Cina atau Tionghoa meningkatkan pertumbuhan perekonomian provinsi itu. Di sana, Tionghoa yang banyak menggeluti sektor perdagangan hingga industri.

"Banyak saudara kita warga Tionghoa memegang peranan penting dalam sektor ekonomi lokal maupun nasional dan memberikan keuntungan timbal balik masyarakat pribumi," kata Ketua Kadin Sumbar Asnawi Bahar di Padang, Sabtu (30/1/2016) malam.

Hubungan saling menguntungkan dapat terjadi karena pembauran etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi selama ini berjalan baik sehingga membuat hubungan saling membutuhkan terutama dalam perdagangan dan industri.

"Jika etnis Tionghoa memegang peranan penting, tentu mereka membutuhkan masyarakat pribumi sebagai pekerja dan sebaliknya," ujarnya.

Warga Tionghoa sebagai pengusaha atau pedagang besar membutuhkan pemasok baham mentah dari masyarakat lokal seperti karet, sawit dan sebagainya. Maka itu pemerintah setempat tetap perlu turut serta dalam hubungan antara keduanya agar tidak terjadi kesenjangan atau kecemburuan sosial.

Sementara Pengamat Ekonomi dari Univeritas Bung Hatta Niki Lukviarman mengatakan keberadaan warga Tionghoa tidak sekedar berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian Sumbar, bahkan mereka menguasai perekonomian lokal tersebut.

"Masyarakat lokal ada yang menjadi distributor kebutuhan rumah tangga, namun tetap lebih dominan dilakukan etnis Tionghoa," ujarnya.

Ia menyampaikan etnis Tionghoa dapat sukses dan menguasai perekonomian lokal karena pronsip kerja yang mereka miliki terutama terkait semangat dan kejujuran dalam bekerja.

"Hal inilah yang perlu dicontoh oleh masyarakat setempat dalam bekerja termasuk kegiatan perdagangan dan perindustrian," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2015 Diprediksi 10-11 Persen

BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2015 Diprediksi 10-11 Persen

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 21:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Fillipina Capai 6,3 Persen di Akhir 2015

Pertumbuhan Ekonomi Fillipina Capai 6,3 Persen di Akhir 2015

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2016 | 17:19 WIB

ADB: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Capai 5,3 Persen di 2016

ADB: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Capai 5,3 Persen di 2016

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2016 | 15:09 WIB

1 Persen Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Serap 350 ribu Pekerja

1 Persen Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Serap 350 ribu Pekerja

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2016 | 16:57 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Korsel Kembali Jatuh

Pertumbuhan Ekonomi Korsel Kembali Jatuh

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2016 | 12:01 WIB

Bank Sentral Inggris Putuskan Tak Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Inggris Putuskan Tak Naikkan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 20 Januari 2016 | 10:04 WIB

Hilirisasi Industri Pertambangan akan Genjot Nilai Tambah Ekspor

Hilirisasi Industri Pertambangan akan Genjot Nilai Tambah Ekspor

Bisnis | Senin, 18 Januari 2016 | 08:09 WIB

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik pada 2016

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik pada 2016

Bisnis | Sabtu, 16 Januari 2016 | 08:17 WIB

Rizal Ramli Optimis Bom Sarinah Tak Rusak Ekonomi Indonesia

Rizal Ramli Optimis Bom Sarinah Tak Rusak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 14 Januari 2016 | 15:06 WIB

HIPMI: Kegaduhan Politik Ganggu Dunia Usaha

HIPMI: Kegaduhan Politik Ganggu Dunia Usaha

Bisnis | Minggu, 10 Januari 2016 | 13:45 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB