Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura

Yazir Farouk

Rabu, 02 Maret 2016 | 00:04 WIB
Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura
Ilustrasi boikot [shutterstock]

Suara.com - Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto mengatakan sampai sekarang produk tisu Indonesia produksi Asia Pulp & Paper masih diboikot jaringan supermaket di Singapura. Menurut dia, pemboikotan ini mengindikasikan adanya suatu persaingan yang tidak sehat dalam industri bubur kertas (pulp) dan kertas saat ini.

"Perusahaan sudah beberapa kali mendatangi pemerintah Singapura terkait pemboikotan ini, tapi pemerintah berkilah bahwa pemboikotan ini dilakukan lembaga sosial masyarakat SEC atau bukan pemerintah," kata Sulistiyanto di Ogan Ilir, Palembang, Selasa (1/3/2016).

Lebih lanjut Sulistiyanto mengatakan pemboikotan yang kemudian dilanjutkan dengan kampanye hitam berupa ajakan untuk meninggalkan produk dari sejumlah perusahaan asal Indonesia ini memberikan citra buruk bagi produk industri Tanah Air.

"Perusahaan menemukan muncul berbagai gambar di media sosial yang mencantumkan empat perusahaan yang produknya diboikot. Dua perusahaan merupakan bagian dari APP, tapi dua lagi bukan. Lucunya ditambahkan satu lagi yakni APP, padahal APP ini bukan perusahaan," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Lingkungan Singapura (Singapore Environment Council/SEC) mencabut sementara label hijau atau produk ramah lingkungan untuk perusahaan Universal Sovereign Trading (distributor tissu APP). Hal itu dilakukan untuk investigasi terkait pembakaran hutan pada pertengahan Oktober 2015.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin pernah mengatakan negara akan membantu untuk menyelesaikan persoalan ini karena berkaitan dengan perkembangan industri pulp dan kertas Tanah Air. Salah satu caranya, pada tahun ini pemerintah menargetkan industri bubur kertas menembus peringkat enam dari sembilan di dunia setelah dioperasikan pabrik OKI Pulp & Paper di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Adanya kampanye hitam pemboikotan produk ini merupakan bagian dari persaingan usaha di luar negeri, yang bisa saja merasa terancam dengan munculnya OKI Pulp. Oleh karena itu, bangsa ini harus cerdas menyikapinya, mau memiliki industri sendiri yang menghasilkan barang jadi atau mempersilakan negara lain memasukkan barangnya ke Indonesia," kata Saleh menjelaskan. (Antara)

BACA JUGA: 

Ini Bahayanya Gunakan Koran untuk Bungkus Makanan

Jangan Pernah Mengonsumsi Sayur Bersantan Bersama Gorengan

Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo

6 Fakta Menarik Soal Ereksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 18:43 WIB

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 13:55 WIB

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 20:09 WIB

Perguruan Tinggi Kanada Diminta Stop Investasi dari "Hasil Kejahatan Israel"

Perguruan Tinggi Kanada Diminta Stop Investasi dari "Hasil Kejahatan Israel"

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 14:50 WIB

Terkini

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:21 WIB

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:13 WIB

×