Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank Sentral Korsel Pertahankan Suku Bunga Acuan

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 10 Maret 2016 | 09:28 WIB
Bank Sentral Korsel Pertahankan Suku Bunga Acuan
Bank of Korea. [Shutterstock]

Suara.com - Bank Sentral Korea Selatan (BoK) pada Kamis (10/3/2016) mempertahankan suku bunga acuannya di tingkat terendah 1,5 persen, melanjutkan sikap menunggu dan melihat selama sembilan bulan berturut-turut.

Gubernur BoK Lee Ju-yeol dan enam pembuat kebijakan lainnya menahan diri dari mengubah suku bunga acuan repo tujuh hari di tingkat terendah selama ini pada 1,5 persen.

Bank sentral menurunkan suku bunganya 25 basis poin masing-masinga pada Maret dan Juni tahun lalu ke tingkat saat ini, setelah menurunkan margin yang sama pada Agustus dan Oktober 2014.

Langkah itu sejalan dengan konsensus pasar, tetapi ekspektasi meningkat untuk penurunan suku bunga tambahan karena ekspor yang lebih lesu dan pelambatan dalam kegiatan industri.

Menurut survei Asosiasi Investasi Keuangan Korea (KFIA) dari 200 ahli "fixed-income" (pendapatan tetap), 72,5 persen memprediksi pembekuan suku bunga pada Maret. Itu jauh lebih rendah dari 99 persen yang dikompilasi pada Februari.

Harapan penurunan suku bunga dipicu oleh salah satu anggota dewan BoK yang memberikan suara setuju pada Februari dalam mendukung pemotongan tambahan sebesar 25 basis poin.

Anggota itu mengutip penurunan ekspor dan melemahnya permintaan domestik sebagai alasan untuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Ekspor, yang mencapai sekitar setengah dari ekonomi yang didorong ekspor, menurun 12,2 persen pada Februari dari tahun sebelumnya, menjaga momentum penurunan selama 14 bulan berturut-turut.

Produksi industri Korea Selatan merosot 1,2 persen pada Januari secara bulanan, menyebabkan kekhawatiran tentang konsumsi swasta maupun ekspor.

Mencerminkan ekspektasi penurunan suku bunga, imbal hasil pada Obligasi Pemerintah Korea berjangka tiga tahun turun 1,1 basis poin dari hari sebelumnya menjadi menetap di 1,470 persen pada Rabu, jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut.

Imbal hasil obligasi satu tahun turun 1,3 basis poin menjadi 1,471 persen, namun imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun naik tipis 0,5 basis poin menjadi 1,850 persen karena harapan pemulihan ekonomi yang berasal dari pemotongan suku bunga lebih lanjut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:59 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan

Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:18 WIB

Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed

Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 10:05 WIB

Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas

Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:54 WIB

Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta

Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 18:02 WIB

BI Rate Tetap Bertahan di Level 4,75%

BI Rate Tetap Bertahan di Level 4,75%

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 15:23 WIB

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 15:41 WIB

Survei: BI Bakal Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Siapkan Kejutan di Desember

Survei: BI Bakal Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Siapkan Kejutan di Desember

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 20:17 WIB

Sebut Bukan Urusannya! Menkeu Purbaya Lempar Bola Panas Redenominasi ke Bank Sentral

Sebut Bukan Urusannya! Menkeu Purbaya Lempar Bola Panas Redenominasi ke Bank Sentral

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 19:48 WIB

Terkini

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:47 WIB

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:39 WIB

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:04 WIB

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB