Sambut MEA, Akuntan Indonesia Siap Bersaing dengan Akuntan Asing

Adhitya Himawan

Minggu, 20 Maret 2016 | 19:01 WIB
Sambut MEA, Akuntan Indonesia Siap Bersaing dengan Akuntan Asing
Ilustrasi. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. (Shutterstock)

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku 1 Januari 2016 merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia di berbagai sektor. Salah satunya, tantangan di bidang jasa profesi akuntansi. Untuk menghadapinya, pemerintah telah menyiapkan berbagai perangkat peraturan untuk menjamin adanya persaingan yang sehat dan kompetitif dalam penyediaan jasa profesi akuntansi. 

"Akuntan Indonesia harus menghadapi persaingan dengan akuntan asing untuk menawarkan jasa profesinya. Oleh karenanya, perlu disiapkan strategi bagi lulusan sarjana akuntansi dalam menghadapi tantangan MEA itu," kata rektor Universitas Widya Gama Malang, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS pada sambutan Seminar Nasional 'Peran Akuntan dalam Mewujudkan Bisnis yang Berintegritas' di kampus Universitas Widya Gama Malang, Minggu (20/3/2016).

Iwan merasa bangga dengan aktivitas jurusan Akuntansi yang selalu aktif dalam menyelenggarakan kegiatan seminar nasional seperti hari ini. Menurutnya, melalui kegiatan seminar nasional ini tentu menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk meraih sukses di bidang akuntansi. Seperti yang hadir mengisi acara seminar hari ini adalah mereka alumni jurusan akuntansi yang sukses berkarir.

 "Dengan menghadirkan para alumni yang telah sukses di bidangnya, hal ini menjadi spirit bagi adik-adik mahasiswa jurusan akuntansi di Universitas Widyagama Malang, untuk bisa meraih sukses di dunia kerja setelah lulus dari kampus ini," ujar dia.

Pada diskusi itu, pendiri Moco (Social Reading), Sulasmo Sudarno menekankan pentingnya melek information of technology (IT) untuk profesi akuntan.

Sulasmo berpendapat bahwa akuntansi dan digital ibarat mata uang yang tidak dapat dilepaskan. Akuntansi butuh IT untuk terus mengupdate data dan informasi.

"Sementara, IT butuh akuntan untuk membahasakan proses akuntansi dalam dunia sistem," terang pengusaha di beberapa perusahaan IT itu.

Narasumber lain, Fahrudin Asyari mengatakan, profesi akuntansi mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan tuntutan masyarakat dunia usaha dan juga perkembangan global. Sebagai profesional di bidang akuntansi, kata dia, seorang sarjana akuntansi dapat mengembangkan karirnya sebagai pengusaha atau sebagai akuntan profesional, seperti akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidik.

Sekertaris DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Timur, Adi Prawito  mengajak para akuntan untuk menjadi pengusaha. Pasalnya, profesi konsultan sangat terbuka peluang di dunia konsultan hingga saat ini. Dia mengajak audiens untuk berkompetisi menjadi pengusaha di negeri sendiri. 

"Persaingan di era MEA ini harus menjadi motivasi kita menjadi pengusaha di negeri sendiri," tegas dia.

Adi juga menyoroti masih minimnya jumlah akuntan di Indonesia. Dengan mengacu data INKINDO, Adi membandingkan jumlah profesi akuntan di beberapa negara anggota Asean.  ‎Di Thailand, jumlah akuntan sebanyak ‎56.125 orang, ‎Malaysia‎ berjumlah 30.236 orang, di Singapura sebanyak 27.394, di Philipina‎ sebanyak 19.573 akuntan, dan di Indonesia sebanyak 15.940 orang.

"Masih minimnya jumlah akuntan di Indonesia didandingkan dengan akuntan asing di Asia Tenggara, menjadikan Ikatan Akuntan Indoensia (IAI) sebagai lembaga profesional akuntansi terus berupaya melakukan sertifikasi akuntan untuk menjadi akuntan profesional," kata Adi.  

Ketiga narasumber optimis SDM akuntan di Indonesia siap berkompetisi secara sehat, kreatif, dan inovatif menghadapi era MEA ini.

"Kita tidak usah takut  bersaing dengan Akuntan Asing. Syaratnya kita harus fokus menyiapkan skill, fokus, kreatif dan inovatif," tandas Adi. 

Diketahui, seminar nasional itu digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widyagama Malang bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Muda Jawa Timur. Seminar nasional menghadirkan Sulasmo Sudarno seorang pengusaha, akuntan profesional dan Praktisi, Fakhruddin Asyari, SE.,Ak.,CA.,  dan dosen sekaligus sekretais DPP INKINDO Jawa Timur, Ir. Adi Prawiro, MT.

Seminar dihadiri lebih kurang 350 peserta dari lintas stakeholders, antara lain akademisi/dosen, pengusaha, praktisi akuntan, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Momentum TEI ke-41, Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Momentum TEI ke-41, Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Masih Ada Emiten dan Akuntan Publik Nakal, Mainkan Dana IPO

Masih Ada Emiten dan Akuntan Publik Nakal, Mainkan Dana IPO

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:10 WIB

PNM dan KKP Tingkatkan Daya Saing Pengusaha Pindang Cukanggenteng melalui Pendampingan Terpadu

PNM dan KKP Tingkatkan Daya Saing Pengusaha Pindang Cukanggenteng melalui Pendampingan Terpadu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:50 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

Gas Industri Penting, tetapi Bukan Faktor Tunggal di Balik Daya Saing dan PHK

Gas Industri Penting, tetapi Bukan Faktor Tunggal di Balik Daya Saing dan PHK

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:55 WIB

Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri

Said Iqbal: Harga Gas Bukan Satu-satunya yang Meningkatkan Biaya Produksi Industri

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:23 WIB

Anehnya Emiten Kaesang! Rugi Rp238 M di 2025, Tapi Manajemennya Optimis Kondisi Perusahaan

Anehnya Emiten Kaesang! Rugi Rp238 M di 2025, Tapi Manajemennya Optimis Kondisi Perusahaan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×