Harga Properti Residensial Bali Tumbuh 0,34 Persen di Akhir 2015

Adhitya Himawan

Selasa, 05 April 2016 | 09:17 WIB
Harga Properti Residensial Bali Tumbuh 0,34 Persen di Akhir 2015
Perumahan mewah di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (31/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Bali pada triwulan IV-2015 menunjukkan pertumbuhan harga di pasar primer meskipun sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya.

"Indeks harga properti residensial Provinsi Bali pada triwulan IV-2015 tercatat sebesar 183,8 atau naik 0,34 persen, lebih rendah dibanding kenaikan indeks pada triwulan sebelumnya sebesar 0,62 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati, di Denpasar, Selasa (5/4/2016).

Ia menyebutkan, beberapa faktor yang mendorong kenaikan pertumbuhan harga properti residensial primer pada triwulan IV-2015 adalah kenaikan harga bahan bangunan sebesar 28,85 persen, kenaikan upah pekerja 26,92 persen, kenaikan harga bahan bakar minyak 19,23 persen, dan biaya perizinan yang mahal mencapai 15,38 persen.

Secara tahunan (yoy), pertumbuhan harga properti residensial primer pada triwulan IV-2015 juga mengalami peningkatan sebesar 1,77 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2015 yakni sebesar 2,72 persen (yoy).

Dewi menambahkan, dilihat dari tipe rumah, perlambatan kenaikan harga hampir terjadi pada semua jenis tipe rumah.

Sedangkan peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah yang tumbuh sebesar 2,21 persen (yoy), dan peningkatan terendah terjadi pada rumah tipe besar yang tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy).

Secara triwulanan, kenaikan harga terjadi pada tipe rumah menengah dan besar.

Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah dengan kenaikan sebesar 0,89 persen (qtq).

Sedangkan untuk tipe besar mengalami peningkatan harga sebesar 0,13 persen (qtq) dan tipe kecil tidak mengalami kenaikan harga.

Dewi menjelaskan, hasil survei pada triwulan IV-2015 mengkonfirmasi bahwa dana internal perusahaan dan pembiayaan bank tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial dengan share masing-masing mencapai 39 persen dan 53 persen.

Komposisi pembiayaan sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tercatat sebesar 36 persen (komposisi dana internal) dan 51 persen (komposisi pembiayaan dari bank).

Begitu pula komposisi pembiayaan dari konsumen melalui "downpayment" hanya sebesar empat persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang tercatat 7,95 persen.

Dia mengatakan, dari sisi konsumen, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama pembiayaan konsumen untuk semua jenis tipe rumah.

Sedangkan untuk jenis tipe rumah kecil, jumlah konsumen yang menggunakan pembiayaan KPR mencapai 71,33 persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 sebesar 79,33 persen.

Pada tipe rumah menengah, komposisi pembiayaan dengan KPR mencapai 70,29 persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang sebesar 78,67 persen.

Komposisi pembiayaan KPR untuk tipe rumah besar mencapai 64,55 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei triwulan III-2015 sebesar 60 persen.

Tunai bertahap menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang dipilih konsumen, khususnya untuk perusahaan-perusahaan properti dengan modal besar yang memberikan fasilitas cicilan secara bertahap kepada konsumen dengan jangka waktu 12 hingga 18 bulan.

Perlambatan perkembangan properti residensial pada periode triwulan IV-2015 juga diperlihatkan oleh perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.

Perkembangan KPR pada triwulan IV-2015 tercatat Rp 11,59 triliun, atau tumbuh sebesar 6,17 persen (yoy).

Pertumbuhan penyaluran KPR tersebut tumbuh melambat jika dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tumbuh sebesar 7,50 persen (yoy), dan dibandingkan triwulan IV-2014 yang tumbuh sebesar 15,02 persen (yoy).

Perkembangan properti di Provinsi Bali diperkirakan akan mulai membaik pada triwulan I-2016, ditunjukkan dengan perkiraan pertumbuhan harga properti residensial yang lebih tinggi yakni sebesar 1,11 persen (qtq).

Peningkatan harga properti residensial tertinggi (secara triwulanan) diperkirakan terjadi pada jenis rumah tipe menengah yang mencapai 1,78 persen (qtq), sedangkan untuk tipe rumah kecil dan besar masing-masing meningkat sebesar 0,72 persen (qtq) dan 0,83 persen (qtq).

Peningkatan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan tahunan harga properti residensial yang juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2016 diperkirakan sebesar 2,63 persen (yoy), tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2015 yang sebesar 1,77 persen (yoy), ujar Dewi Setyowati pula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran

Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:51 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Rupiah di Bibir Rekor Terlemah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?

Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Terkini

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

Seni dan Hiburan di Tengah Derita Gaza, Ini Alasan Massa Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:24 WIB

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

×