Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 28 April 2026 | 10:25 WIB
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
Ilustrasi Bank Indonesia. [Ist]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan Pemerintah resmi meluncurkan program PINISI 2026 untuk mempercepat penyaluran kredit perbankan ke sektor riil nasional.
  • Inisiatif ini bertujuan mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,9 hingga 5,7 persen di tengah ketidakpastian global.
  • Pemerintah mengoptimalkan kapasitas pembiayaan melalui kebijakan makroprudensial serta memfasilitasi pertemuan antara proyek prioritas dengan para investor global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah resmi meluncurkan inisiatif Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026).

Hal ini guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan melalui penguatan investasi dan kapasitas pembiayaan.

Langkah strategis Bank Indonesia dalam mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor riil, serta mengatasi hambatan intermediasi perbankan nasional melalui sinergi kebijakan dalam program PINISI 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya memperkuat mesin pertumbuhan domestik demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,9 hingga 5,7 persen pada tahun 2026 di tengah ketidakpastian global.

"Melalui penguatan bauran kebijakan makroprudensial, Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, sekaligus membangun kepercayaan para pelaku usaha agar proyek prioritas nasional mendapatkan dukungan pembiayaan perbankan yang optimal," jelasnya dalam siaran pers yang diterima, Selasa (28/4/2026).

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan bahwa sektor jasa keuangan memegang peran strategis sebagai motor pembangunan.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rabu (22/4/2026) mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. [Antara]
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]

"Kredit perbankan diharapkan dapat tumbuh sehat dan menjangkau sektor UMKM yang mampu menciptakan nilai tambah serta lapangan kerja," katanya.

Hingga 31 Maret 2026, realisasi Kredit Program telah mencapai Rp78,39 triliun atau sekitar 24,88 persen dari target tahun 2026.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada Maret 2026, kredit perbankan tumbuh 9,49 persen secara tahunan (year-on-year).

baca juga

Sementar itu, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa masih terdapat ruang yang luas untuk mendorong pembiayaan sektor produktif.

Hal ini terlihat dari fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.527,46 triliun atau setara 22,59 persen dari total plafon kredit.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BI terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

"Langkah ini bertujuan mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor prioritas sekaligus mempercepat penurunan suku bunga kredit," ujarnya.

Saat ini, kapasitas pembiayaan perbankan masih memadai dengan rasio likuiditas (AL/DPK) sebesar 27,85 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 13,55 persen pada Maret 2026.

Rangkaian kegiatan PINISI 2026 yang berlangsung selama dua hari ini juga mencakup agenda showcasing dan business matching antara proyek prioritas pemerintah dengan perbankan dan investor global.

Melalui langkah konkret ini, BI dan Pemerintah mempertegas komitmen dalam mendorong arus investasi serta memperkuat sinergi kebijakan demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif melalui program percepatan intermediasi perbankan yang efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 13:43 WIB

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

×