Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 13 Januari 2026 | 08:36 WIB
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
Suasana gedung-gedung bertingkat di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • HSBC Global Research memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,2%, lebih rendah dari target pemerintah.
  • Pertumbuhan didukung permintaan domestik kuat karena kebijakan fiskal dan moneter tetap akomodatif sepanjang 2026.
  • Peningkatan konsumsi rumah tangga bergantung pada reformasi manufaktur dan peningkatan penanaman modal asing.

Suara.com - HSBC Global Research memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 berpeluang tumbuh 5,2 persen.

Target ini lebih rendah lebih rendah dari yang ditetapkan pemerintah, dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4 persen.

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dipengaruhi oleh tantangan ekonomi global yang dibayangi ketidakpastian geopolitik.

"Pandangan kami adalah permintaan domestik akan mampu menutupi penurunan permintaan eksternal. Kami melihat tahun 2026 sebagai tahun di mana kebijakan fiskal dan moneter tetap bersifat stimulatif dan akomodatif bagi pertumbuhan di kisaran 5,2 persen," jelasnya dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026 secara virtual, Senin (12/1/2025).

Dia pun memperkirakan pertumbuhan domestik justru akan meningkat cukup baik, karena akan ada transmisi yang lebih kuat dari berbagai program bantuan.

Salah satunya beberapa skema kesejahteraan sosial yang mulai matang dan menjadi lebih efektif.

Ilustrasi APBN
Ilustrasi APBN

"Kami memperkirakan bahwa pada 2026 pertumbuhan PDB nominal akan meningkat, yang berarti penerimaan pajak bisa meningkat, sehingga pemerintah punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan tanpa perlu menambah defisit anggaran, seperti yang terjadi tahun ini," terang Pranjul.

Kata dia, kebijakan pemerintah masih akan bersifat akomodatif untuk menopang pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026.

Apalagi, pemerintah dinilai memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk meningkatkan belanja tanpa harus melampaui target defisit APBN.

"Saya pikir di antara keduanya, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kecepatan untuk melakukan lebih banyak pelonggaran kebijakan moneter, pemotongan suku bunga pada saat ini, daripada melakukan lebih banyak pelonggaran fiskal pada saat ini," ujarnya.

Pranjul menambahkan, peran konsumsi rumah tangga sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, peningkatan konsumsi hanya dapat dicapai melalui kenaikan upah dan penciptaan lapangan kerja.

“Bagaimana mencapainya? Tidak ada jalan pintas. Diperlukan reformasi di sektor manufaktur serta peningkatan penanaman modal asing,” tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sentil Balik Bank Dunia soal Defisit APBN: Jangan Terlalu Percaya World Bank!

Purbaya Sentil Balik Bank Dunia soal Defisit APBN: Jangan Terlalu Percaya World Bank!

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:02 WIB

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:27 WIB

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 12:49 WIB

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:27 WIB

Rencana KBMI 1 Mau Dihapus, OJK: Ekonomi Indonesia Butuh Bank-bank Besar

Rencana KBMI 1 Mau Dihapus, OJK: Ekonomi Indonesia Butuh Bank-bank Besar

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 08:26 WIB

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:18 WIB

Terkini

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB