4 Cara Aman Atasi Ancaman Kredit

Angelina Donna | Suara.com

Kamis, 07 April 2016 | 14:43 WIB
4 Cara Aman Atasi Ancaman Kredit
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Setiap orang pasti pernah mengalami ancaman terhadap kredit yang digunakan baik dari perbankan maupun lembaga finance. Ancaman yang secara umum selalu dihadapi nasabah adalah tenggat waktu pembayaran cicilan kredit yang diambil. Jenis ancamannya pun ada yang secara halus maupun ada yang secara kasar tergantung situasi dan kondisi pembayaran yang dilakukan oleh nasabah itu sendiri.

Apabila pembayaran kredit nasabah lancar dan dibayarkan tepat waktu dapat dipastikan tidak akan menemui masalah dan juga jauh dari ancaman kredit. Ancaman kredit sendiri sebenarnya dapat diartikan sebagai pengingat dari pembayaran kredit yang terlambat ataupun pembayaran kredit yang belum dibayarkan, sehingga ditegaskan agar segera dibayar. Dengan penegasan agar segera dibayar tersebut sehingga masyarakat menyimpulkan cara tersebut seperti ancaman.

 ebetulnya memang setiap orang ingin memiliki pembayaran kredit yang baik tanpa ada kendala apapun sehingga tepat waktu pembayarannya. Namun masyarakat pun mengalami kendala terlambat pembayaran hingga penunggakan dikarenakan ada masalah keuangan yang dihadapi.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya nasabah mengalami hal tersebut. Namun seharusnya nasabah dapat mengantisipasi agar pembayaran seperti itu tidak mengalami masalah dan tetap dibayar tepat waktu. Masalah umum yang menjadi penyebab nasabah mendapatkan ancaman kredit di antaranya seperti tagihan yang menumpuk, nasabah mengalami musibah dan sebagainya.

Beberapa orang ada yang mengatasi kendala tersebut dengan membuat utang baru sehingga tagihan semakin banyak sedangkan pendapatan tidak ada sumber lain sebagai tambahannya. Agar ancaman kredit tidak semakin parah dan justru bertambah, berikut beberapa strategi yang perlu diterapkan, di antaranya: 

1. Amankan Aset Berharga yang Dimiliki

Aset yang dimiliki baik kendaraan hingga rumah tinggal harus tetap terjaga dan jangan sampai disita bila memang sudah menjadi jaminan dalam kredit yang diambil. Caranya nasabah dapat mencoba melakukan negosiasi dengan meminta penangguhan pembayaran tagihan yang dimiliki bila memang berkaitan dengan aset berharga yang dimiliki yang dijadikan jaminan.

Jika diberikan sedikit penangguhan, maka dapat memanfaatkan aset yang dimiliki seperti rumah atau  kendaraan untuk melakukan bisnis sampingan sehingga ada pemasukan. Walaupun mungkin terdapat rasa malu, namun kesampingkan terlebih dulu.

Gunakan bahasa yang baik dan sopan, namun bukan berarti meminta belas kasihan. Sampaikan kesulitan yang sedang dihadapi dari segi keuangan yang dimiliki, kemudian tanyakan apakah ada alternatif solusi yang tersedia agar tetap dapat melakukan pembayaran dan aset yang dimiliki pun tidak diambil.  

2. Susun Skala Prioritas dalam Kebutuhan Hidup

Pengeluaran akan selalu ada dalam kebutuhan hidup, maka susunlah yang dapat menjadi prioritas untuk menjadi pengeluaran bulanan.  Sebagai contoh pengeluaran untuk pembayaran listrik, biaya sekolah, cicilan motor, dan sebagainya. Mulai dirinci kebutuhan mana yang dapat ditangguhkan terlebih dulu, dan prioritaskan kebutuhan yang jauh lebih penting. Selesaikan pembayaran tagihan dengan cara bertahap agar stabil dan lancar, walaupun sebenarnya dengan gaji satu bulan yang dimiliki dapat dilunasi. Selain itu jangan sampai terjebak membuat utang baru. 

3. Pengeluaran yang Tidak Penting Dialihkan Terlebih Dulu

Maksudnya adalah jangan terpancing untuk membeli barang konsumtif terlebih dulu. Sebagai contoh bila terbiasa makan setiap kali dengan membeli ke warung. Maka kali ini dapat mencoba makan dengan membeli bahan-bahannya dan dimasak sendiri. Umumnya dengan cara tersebut nasabah dapat lebih hemat, karena biaya nya mungkin hanya seperempat dari biaya satu kali makan di warung. Apabila cara ini terus berlanjut akan menciptakan kebiasaan baru sehingga dapat lebih banyak yang dialokasikan untuk tabungan dan investasi dibandingkan untuk kebutuhan yang konsumtif yang sifatnya sesaat.  

4. Tidak Perlu Menggunakan Kartu Kredit

Bila selama ini kartu kredit yang dimiliki cukup banyak jumlahnya, maka kurangilah dan tutup kartu kredit yang dirasa tidak ada gunanya. Memiliki banyak kartu kredit memang membantu, namun jika biaya iuran tahunan dan bunganya tinggi pun dipastikan tidak akan membantu nasabah justru akan membebani setiap bulannya. Sehingga cukup miliki satu kartu kredit yang bunganya bagus serta banyak kerja sama dengan berbagai merchant sehingga dapat digunakan pula untuk bisnis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Tips Cermat Memilih Asuransi Kesehatan

3 Tips Cermat Memilih Asuransi Kesehatan

Bisnis | Rabu, 06 April 2016 | 09:08 WIB

5 Tips Berbisnis Musiman Agar Memberikan Keuntungan Maksimal

5 Tips Berbisnis Musiman Agar Memberikan Keuntungan Maksimal

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 08:38 WIB

5 Prinsip Wirausaha Hadapi Tantangan MEA

5 Prinsip Wirausaha Hadapi Tantangan MEA

Bisnis | Senin, 04 April 2016 | 15:02 WIB

Untung Rugi Beli Emas untuk Investasi

Untung Rugi Beli Emas untuk Investasi

Bisnis | Kamis, 31 Maret 2016 | 08:56 WIB

Ini Pentingnya Asuransi Kredit

Ini Pentingnya Asuransi Kredit

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2016 | 10:00 WIB

Ingin Mengenali Perempuan? Lihat Kepribadiannya dari Cara Belanja

Ingin Mengenali Perempuan? Lihat Kepribadiannya dari Cara Belanja

Lifestyle | Selasa, 29 Maret 2016 | 08:22 WIB

5 Tips Meraih Sukses ala Bob Sadino

5 Tips Meraih Sukses ala Bob Sadino

Bisnis | Senin, 28 Maret 2016 | 07:56 WIB

5 Cara Aman Beli Motor Tanpa Tatap Muka

5 Cara Aman Beli Motor Tanpa Tatap Muka

Bisnis | Kamis, 24 Maret 2016 | 09:25 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB