Stok Baja Berlebih, 30 Negara Kumpul di Brussel

Adhitya Himawan

Selasa, 19 April 2016 | 08:26 WIB
Stok Baja Berlebih, 30 Negara Kumpul di Brussel
Lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2). [Antara]

Suara.com - Para pejabat pemerintah tingkat tinggi hampir 30 negara dan organisasi internasional yang bertanggung jawab atas kebijakan industri dan perdagangan baja bertemu di Brussel pada Senin (18/4/2016). Pertemuan dilangsungkan untuk mengatasi tantangan kelebihan kapasitas yang dihadapi industri baja global.

Pertemuan itu diselenggarakan bersama oleh Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan Pemerintah Belgia dengan tujuan untuk meningkatkan kelayakan ekonomi industri baja global dan membantu mengurangi friksi perdagangan antara mitra dagang.

"Masalah kelebihan kapasitas saat ini dihadapi sektor baja secara umum untuk semua negara penghasil baja di dunia. Ini adalah tantangan umum yang harus dihadapi oleh semua negara secara bersama-sama," menurut sebuah makalah yang dirilis oleh delegasi  Cina selama pertemuan.

Delegasi Cina menyalahkan pelambatan ekonomi-ekonomi di negara-negara mau, pemulihan lamban, serta penurunan pembangunan infrastruktur, pengembangan industri dan konsumsi rumah tangga sejak terjadinya krisis keuangan internasional pada 2008 menjadi penyebab kelebihan kapasitas dalam baja dan beberapa industri lainnya.

"Masalah bersama perlu ditangani dengan upaya bersama," kata makalah itu, menambahkan adalah tidak benar menyalahkan perdagangan internasional untuk kesulitan-kesulitan yang dihadapi industri baja.

Delegasi Cina mengklaim bahwa negaranya adalah juara "perdagangan internasional yang bebas dan terbuka untuk industri baja." 

"Sering menggunakan langkah-langkah obat perdagangan dan langkah-langkah membatasi impor lainnya tidak akan mengatasi akar penyebab kelebihan kapasitas baja global, dan merugikan bagian buruh, kerja sama, dan tata letak yang masuk akal dari industri baja global," tulis makalah tersebut.

Cina sendiri dalam pertemuan tersebut menguraikan prestasi dan rencana Tiongkok dalam memangkas kelebihan kapasitasnya.

Sebagai produsen, konsumen, dan pedagang baja utama, Cina menutup fasilitas usang dengan total kapasitas produksi lebih dari 90 juta ton pada 2011 hingga 2015.

Dalam lima tahun mendatang, Cina juga akan mengurangi kapasitas baja mentah sebesar 100 juta hingga 150 juta ton, menurut makalah itu.

Cina yakin negara-negara perlu bekerja pada kedua sisi penawaran dan sisi permintaan, dan penuh semangat memperluas permintaan untuk mengatasi kelebihan kapasitas.

"Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok menetapkan visi untuk memperkuat konektivitas dan infrastruktur pembangunan negara-negara di sepanjang rute. Hal ini telah memicu permintaan mereka untuk baja, dan memberikan hasil win-win melalui pembangunan sosial dan ekonomi," kata makalah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Antisipasi Dampak Ekonomi Global, Menkeu Suahasil Beberkan Strategi APBN ke Prabowo

Antisipasi Dampak Ekonomi Global, Menkeu Suahasil Beberkan Strategi APBN ke Prabowo

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Wajah Baru Dunia Keuangan, Menyatunya TradFi dan Kripto di BBW 2026

Wajah Baru Dunia Keuangan, Menyatunya TradFi dan Kripto di BBW 2026

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:10 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:54 WIB

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:53 WIB

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:50 WIB

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:42 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 20:37 WIB

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:34 WIB

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:30 WIB

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:26 WIB

×