DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Sabtu, 21 Mei 2016 | 12:23 WIB
DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita
Ilustrasi pesawat-pesawat milik maskapai Lion Air (Shutterstock).

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Fauzih Amro mengatakan, bahwa maskapai penerbangan Lion Air menjadi bukti bobroknya dunia penerbangan di Indonesia. Pasalnya, sering kali terlibat masalah, mulai dari penundaan penerbangan yang mencapai berjam-jam, dan sampai pada pemogokan pilot karena tidak dipenuhi hak dasarnya, pemerintah tidak memberikan sanksi yang keras.

"Kita tahu ada maskapai bobrok, delay terus menerus, Lion Air ini kaya jadi trademark kebobrokan penerbangan kita," kata Fauzih dalam Diskusi bertajuk 'Ada Apa Dengan Bandara Kita' di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).

Menurut Politisi Hanura tersebut, seharusnya pemerintah bisa memberikan sanksi yang tegas kepada siapa saja yang melanggar standar penerbangan. Karena kata Fauzih, hal tersebut sudah tertuang semuanya dalam aturan tentang penerbangan di Indonesia.

"Aturan sudah ada, Undang-undang sudah ada, siapapun melanggar harus ditindak tegas, korporasi melanggar tindak tegas, tidak boleh memberi keringanan lagi," katanya.

Oleh karena itu, dia menyambut baik sanksi yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan terhadap Lion Air. Pembekuan sementara terhadap 95 rute penerbangan dan pembekuan ground handling selama lima hari, dinilainya sudah sangat bagus. Hal tersebut untuk memberikan efek jera bagi Maskapai Lion Air yang kerap melakukan kesalahan karena melanggar aturan.

"Apa yang dilakukan Lion Air sudah ditindak tegas oleh Kemenhub, membekukan 95 penebangan dan pembekuan Ground Handling, membekukan rute baru baik internasional dan domestik, perlu didukung agar ada efek jera, ini baru ada otoritas, dan (Menhub) Jonan tidak melihat dia punya Rusdi (Kirana, pemilik Lion Air) dan lain-lain," ujar Fauzih.

Seperti diketahui, insiden salah masuk terminal kedatangan internasional ke terminal domestik terjadi pada Senin (16/5/2016) lalu. Sebanyak 47 penumpang penerbangan maskapai AirAsia di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, dari Singapura salah masuk ke terminal domestik.

Saat itu, pesawat AirAsia QZ509 yang mengangkut 155 penumpang dari Singapura mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada pukul 23.54 WITA. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan QZ509 parkir di Bay 04. Namun, ada sebuah bus yang salah mengantar penumpang tersebut menuju ke termina domestik, padahal seharusnya ke terminal internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 17:57 WIB

Lion Air Mau Gugat Kemenhub, Jonan: Ya Biarin Aja

Lion Air Mau Gugat Kemenhub, Jonan: Ya Biarin Aja

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 15:18 WIB

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 13:30 WIB

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 19:59 WIB

Banyak Masalah, Lion Ajukan Penundaan 226 Frekuensi Penerbangan

Banyak Masalah, Lion Ajukan Penundaan 226 Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 18:15 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×