Cara Menabung dari Penghasilan Tidak Tetap

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 31 Mei 2016 | 08:35 WIB
Cara Menabung dari Penghasilan Tidak Tetap
Ilustrasi menabung, investasi. (Shutterstock)

Suara.com - Anda yang bekerja sebagai karyawan maupun yang berprofesi sebagai wiraswasta, kerap kali mengalami masalah ketika penghasilan menjadi tidak tetap. Rata-rata karyawan seperti pegawai negeri atau BUMN mungkin bisa dibilang selalu mendapat gaji tetap setiap bulannya.

Namun, karyawan yang bekerja di bidang tertentu seperti tenaga marketing dan juga karyawan yang bekerja di hotel dan tempat wisata misalnya, akan mendapat penghasilan tambahan dari service charge yang mereka lakukan.

Memiliki penghasilan yang tetap maupun tidak tetap sepertinya tidak menjadi alasan yang membuat Anda sulit untuk menabung, apalagi yang memiliki penghasilan tidak tetap. Menabung dan memiliki dana darurat sangat diperlukan agar bisa mengatur keuangan Anda yang berpenghasilan tidak tetap, setidaknya memang membutuhkan sedikit perhitungan agar kebutuhan yang begitu banyaknya bisa terpenuhi walaupun penghasilan Anda fluktuatif.

Dengan begitu, akan terlihat dengan jelas, berapa jumlah uang yang harus Anda tabung atau jadikan dana darurat dan mana yang akan digunakan untuk membayar kebutuhan wajib lainnya. Berikut ada beberapa cara untuk memperhitungkan keuangan yang berpenghasilan tidak tetap:

1. Tentukan Tujuan Menabung dan Tentukan Jumlahnya
Setiap orang ingin menabung dengan berbagai tujuan. Untuk Anda yang berpenghasilan tidak tetap, tentukan tujuan menabung dan berapa jumlah uang yang diperlukannya.

Sebagai contoh, jika ingin memiliki tabungan yang tidak diganggu dengan jumlah lima kali biaya hidup bulanan ke depan. Jika biaya rata-rata per bulan adalah 2 juta, maka lima kali dana yang perlu dikumpulkan dalam bentuk tabungan tersebut adalah 10 juta. Setelah menghitungnya, pastikan dana untuk tabungan tersebut terkumpul sesuai rencana.

2. Pastikan Berapa Biaya Pengeluaran Tiap Bulannya
Biaya pengeluaran adalah hal yang merupakan kewajiban atau juga tidak terlalu wajib yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Silakan memperkirakan pengeluaran apa saja yang sekiranya wajib dan pengeluaran mana yang sebenarnya tidak wajib dikeluarkan.

Setelah berhitung, jika ternyata biaya pengeluaran sebenarnya tersisa dari total pengeluaran sebelumnya, maka Anda bisa lebih berhemat dengan hanya menggunakan dana yang telah diperhitungkan barusan. Sisa dari uang pengeluaran tersebut juga bisa Anda tabung. Belajarlah untuk mengeluarkan biaya yang memang wajib saja, hiduplah dengan lebih hemat.

3. Pertahankan jumlah minimal untuk ditabung
Karena penghasilan yang didapat tidak tetap, maka dana yang Anda miliki terkadang tidak sama jumlahnya di setiap bulan. Cara yang dilakukan adalah sama saja, Anda menghitung pengeluaran wajib, lalu jika bulan pertama ternyata menerima pendapatan yang lebih tinggi dari rata-rata pendapatan bulanan, Anda bisa menabungkan seluruh sisanya dalam jumlah yang lebih besar.

Sebaliknya, saat penghasilan Anda ternyata di bawah rata-rata setiap bulannya, maka menabunglah sesuai hitungan yang sudah dilakukan sebelumnya, tidak masalah jika jumlahnya sedikit, karena mungkin terbantu pada saat Anda menyisihkan dana ketika penghasilan meningkat.

4. Membuat Post Terpisah Agar Lebih Disiplin
Setelah memperhitungkan berapa yang akan ditabungkan, berapa jumlah kebutuhan hidup ke depannya, maka Anda perlu membuat Amplop terpisah. Maksud amplop di sini adalah post uang yang memang digunakan untuk membayar pengeluaran, untuk sekolah dan kebutuhan lainya harus dipisahkan dengan tabungan dana cadangan ini.

Hiduplah dengan disiplin dan tanamkan pada diri sendiri bahwa dana tersebut adalah untuk membantu Anda di masa yang akan datang. Jadi, sebaiknya tidak digunakan untuk keperluan yang bersifat wajib. Jika Anda menyimpannya di Bank, buatlah ATM khusus untuk menyimpan dan menarik uangnya saat benar-benar dibutuhkan.

5. Memiliki Usaha Sampingan yang menjanjikan
Jika ingin memiliki penghasilan yang lebih di luar penghasilan bekerja, maka Anda bisa mulai memikirkan untuk memiliki usaha sampingan yang menjanjikan. Usaha ini harus bisa dilakukan saat di luar jam kantor.

Carilah usaha yang mudah dimulai dan mudah juga untuk menemukan marketnya, seperti menjual makanan. Bila perlu, ajak salah satu anggota keluarga untuk mengelola usaha tersebut saat Anda berada di jam kerja. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan setiap bulannya Anda akan menerima penghasilan tambahan. Meski belum besar penghasilannya, tapi bisa dicadangkan untuk tabungan.

6. Tingkatkan Produktivitas Anda
Untuk bekerja sekaligus menjadi pengusaha agar mendapat penghasilan tambahan di luar kantor, tentunya Anda dituntut untuk lebih aktif dan meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Dengan begitu, mungkin saja Anda akan lebih cepat dipromosikan untuk naik jabatan ke bidang pekerjaan yang penghasilannya tetap. Setelah itu, usahakan antara pekerjaan dan usaha sampingan berjalan seimbang, maka dana cadangan yang dikumpulkan bisa lebih meningkat.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Cara Kelola Uang Agar Masa Pensiun Sejahtera

5 Cara Kelola Uang Agar Masa Pensiun Sejahtera

Bisnis | Senin, 30 Mei 2016 | 08:11 WIB

Beberapa Alasan Mengapa Orang Memilih Kartu Kredit Syariah

Beberapa Alasan Mengapa Orang Memilih Kartu Kredit Syariah

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 09:11 WIB

Belanja Barang Ini Akan Membuat Anda Boros

Belanja Barang Ini Akan Membuat Anda Boros

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 08:27 WIB

Terkini

Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya

Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:38 WIB

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:03 WIB

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:52 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:49 WIB

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:37 WIB