Pembangunan 13 Ribu Rumah di Papua Ditargetkan Kelar 2018

Adhitya Himawan

Rabu, 29 Juni 2016 | 17:25 WIB
Pembangunan 13 Ribu Rumah di Papua Ditargetkan Kelar 2018
Pembangunan perumahan sederhana di Citayam, Bogor, Jawa Barat [Suara.com/Adhitya Himawan]

Badan perencanaan daerah (Bapeda) Provinsi Papua optimistis program pembangunan 13.000 rumah layak huni menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) akan terealisasi hingga 2018.

"Perhatian Gubernur Papua Lukas Enembe terhadap terciptanya lingkungan yang sehat dan layak, khususnya untuk orang asli Papua mendorong beliau memprioritaskan penyediaan rumah layak huni sebagai program pembangunan pemerintah daerah yang didanai melalui dana Otsus," kata Kepala Bapeda Provinsi Papua Muhammad Musa'ad di Kota Jayapura, Rabu (29/6/2016).

Ia menegaskan bahwa belasan ribu rumah layak huni itu akan dikhususkan kepada orang asli Papua dengan menggunakan dana Otsus secara bertahap hingga selesai pada 2018.

"Sejak menjabat Gubernur Papua April 2013, pembangunan perumahan bagi rakyat Papua, khususnya untuk orang asli Papua menjadi salah satu program prioritas. Ditargetkan sampai 2018 akan dibangun 13 ribu rumah layak huni yang disebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua," katanya.

Sebagai program prioritas yang ditargetkan dengan indikator pencapaian program yang terukur, yakni terbangunnya 13 ribu rumah layak huni, maka setiap kabupaten/kota diwajibkan mengalokasikan dana sebesar 10 miliar setiap tahun dari 80 persen dana Otsus yang diterima.

"Pemerintah Provinsi Papua sendiri mengalokasikan sejumlah dana untuk mendukung program pembangunan rumah layak huni ini. Pada 2014 kami alokasikan Rp60 miliar, 2015 sebesar Rp100 miliar dan 2016 dialokasikan Rp160 miliar. Jadi ini program yang bersinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," katanya.

Lebih lanjut, Mu'saad mengatakan Gubernur Lukas Enembe melihat bahwa program perumahan layak huni ini adalah program prioritas dan sangat vital bagi pembentukan keluarga sehat dan generasi emas Papua, karena rumah yang dibangun memenuhi standar kesehatan, seperti sanitasi yang baik, MCK-nya tersedia dan baik serta sirkulasi udara yang mencukupi.

"Bapak gubernur pernah menyampaikan kepada saya bahwa program perumahan layak huni ini sangat penting untuk membentuk generasi sehat Papua. Jika lingkungan perumahan memenuhi standar kesehatan, saya pikir kita bisa membentuk generasi sehat dan cerdas untuk masa depan Papua. Tentunya juga didukung oleh sektor pendidikan yang baik. Jadi semua sektor sebenarnya saling mendukung," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong agar program tersebut dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.

"Sampai saat ini telah dibangun kurang lebih enam ribu rumah layak huni yang tersebar di kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua. Kami optimis program pembangunan 13.000 rumah layak huni melalui dana Otsus hingga 2018 dapat terealisasi," katanya.

Agar program lebih tepat sasaran, Mu'saad mengatakan pihaknya sedang menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengatur hal-hal berkaitan dengan program perumahan layak huni ini.

"Termasuk jika pengadaannya melalui pihak ketiga seperti apa dan jika melalui program padat karya seperti apa? Itu sedang kami finalisasi. Harapannya pemerintah kabupaten/kota segera mendukung program mulia ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan Rumah Khusus di Papua Telan Rp400 Miliar

Pembangunan Rumah Khusus di Papua Telan Rp400 Miliar

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 13:51 WIB

REI: Sektor Properti Mempengaruhi 174 Industri Lain

REI: Sektor Properti Mempengaruhi 174 Industri Lain

Bisnis | Rabu, 22 Juni 2016 | 13:37 WIB

REI Akui Banyak Pengembang Masih Kesulitan Bangun Rumah Sederhana

REI Akui Banyak Pengembang Masih Kesulitan Bangun Rumah Sederhana

Bisnis | Jum'at, 29 April 2016 | 14:29 WIB

REI NTT Dukung Program Tapera Diberlakukan

REI NTT Dukung Program Tapera Diberlakukan

Bisnis | Selasa, 19 April 2016 | 14:05 WIB

Apernas Siapkan 200 Pengembang Bersertifkat di Papua

Apernas Siapkan 200 Pengembang Bersertifkat di Papua

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 20:26 WIB

Pemerintah akan Sederhanakan Aturan Program 1 Juta Rumah

Pemerintah akan Sederhanakan Aturan Program 1 Juta Rumah

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 13:03 WIB

REI Akui Angka Backlog Perumahan Tak mudah Ditekan

REI Akui Angka Backlog Perumahan Tak mudah Ditekan

Bisnis | Senin, 11 April 2016 | 16:53 WIB

REI Targetkan Bangun 6.500 Rumah Subsidi di Riau Tahun Ini

REI Targetkan Bangun 6.500 Rumah Subsidi di Riau Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 11 Maret 2016 | 22:48 WIB

Apersi Dukung Penerapan UU Tabungan Perumahan Rakyat

Apersi Dukung Penerapan UU Tabungan Perumahan Rakyat

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 17:45 WIB

Pembangunan Rumah Subsidi di Yogya Terhambat Perizinan

Pembangunan Rumah Subsidi di Yogya Terhambat Perizinan

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2016 | 10:09 WIB

Terkini

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×