Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tax Amnesty Direspon Positif oleh Dunia Pasar Modal Indonesia

Adhitya Himawan

Rabu, 27 Juli 2016 | 14:57 WIB
Tax Amnesty Direspon Positif oleh Dunia Pasar Modal Indonesia
Analis & Pelaku Pasar Modal, Hendri Setiadi. [Dok HIPMI]
Program pengampunan pajak atau tax amnesty disambut baik oleh pengusaha, investor, bahkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang turut merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah tersebut. Bagaimana tidak, pada pergadangan saham pekan lalu BEI mencetak rekor nilai kapitalisasi pasar.
 
Nilai kapitaliasasi pasar modal Indonesia menyentuh angka Rp5639 triliun atau sekitar 430 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) (dengan kurs dolar Rp 13.100). Nilai kapitalisasi ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Rekor sebelumnya sempat terjadi pada 7 April lalu yang mencapai Rp5.565 triliun.
 
Menyikapi hal demikian,  Analis & Pelaku Pasar Modal, Hendri Setiadi mengungkapkan bahwa  pencapaian rekor di pasar modal ini sebelumnya  telah diprediksi oleh para analis keuangan dan pelaku pasar modal. Mereka berpendapat bahwa kebijakan tax amnsety akan direspons positif oleh investor dan stakeholder yang optimis bahwa banyak dana yang akan masuk dari hasil repatriasi pengampunan pajak.
 
“Sentimen positif tax amnesty ini telah diprediksi oleh sejumlah analisis dan pelaku pasar modal. Aliran dana investor perlahan-lahan masuk ke Indonesia yang sedang mengalami emerging market hingga bisa mengungguli negara- negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand," ungkap Hendri yang juga Founder MasterMind Trader dalam keterangan resmi, Rabu (27/7/2016).
 
Untuk menyukseskan program tax amnesty ini, Hendri menyebut pasar modal Indonesia “terbuka” untuk menampung dana repatriasi hasil tax amnesty, berbagai investasi pasar modal siap menyerap dana- dana tersebut. 
 
“Untuk menyukseskan program tax amnesty ini, pasar modal Indonesia siap menjadi garda terdepan dalam penyerapan dana repatriasi. Berbagai investasi pasar modal tersedia untuk menampung dana reatriasi  seperti saham, efek bersifat utang, unit penyertaan reksa dana, efek beragun aset (EBA) dana invstasi real estate (DIRE) ,” kata Fungsionaris Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) tersebut. 
 
Seperti diketahui, bursa pasar modal Indonesia mencapai all time high frequency mengalahkan semua negara ASEAN. Bursa dalam negeri naik  377.000 frekuensi per hari untuk informasi Singapura hanya 74.000, Malaysia 153.000 per hari, Filipina 56.000. Peningkatan nilai kapitalisasi pasar ini menjadikan Indonesia sebagai pasar emerging market terbesar di kawasan ASEAN. “Tax amnesty akan membawa dampak masuknya likuiditas sehingga berpengaruh pada penguatan rupiah. Hal ini akan membuat tingkat suku bunga acuan bank sentral menurun dan berdampak pada penguatan pasar modal," kata Hendri.
 
Sebelumnya, Hendri juga pernah menyebut saat pembukaan BEI pada 28 April 2016 lalu bersama Direksi BEI dengan menyebut IHSG akan di atas 5000 poin, dan pada pekan ini sudah mencapai di titik 5290 poin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekerja Asal Cina Membludak, Menaker Hanif Dhakiri Didesak Mundur

Pekerja Asal Cina Membludak, Menaker Hanif Dhakiri Didesak Mundur

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 09:36 WIB

HIPMI Apresiasi Gencarnya Blusukan Pemerintah Soal Tax Amnesty

HIPMI Apresiasi Gencarnya Blusukan Pemerintah Soal Tax Amnesty

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 09:20 WIB

HIPMI Dorong BEKRAF Wadahi Pengusaha Pemula

HIPMI Dorong BEKRAF Wadahi Pengusaha Pemula

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 08:51 WIB

BRI Ajak Saudagar Bugis Pulangkan Dana ke Indonesia

BRI Ajak Saudagar Bugis Pulangkan Dana ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 08:37 WIB

Terbatasnya Likuiditas Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Terbatasnya Likuiditas Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 07:08 WIB

Pemerintah Ingin Tax Amnesty di Indonesia Sukses Seperti di India

Pemerintah Ingin Tax Amnesty di Indonesia Sukses Seperti di India

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 15:57 WIB

Lewat Tax Amnesty, Pemerintah Bidik Wajib Pajak Baru

Lewat Tax Amnesty, Pemerintah Bidik Wajib Pajak Baru

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 15:49 WIB

Pengusaha Masih Tunggu Kepastian Hukum Tax Amnesty

Pengusaha Masih Tunggu Kepastian Hukum Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 15:43 WIB

Keterlibatan Bank Asing untuk Mempermudah Ikut Tax Amnesty

Keterlibatan Bank Asing untuk Mempermudah Ikut Tax Amnesty

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 14:38 WIB

Ini Daftar Pasal UU Tax Amnesty yang Jadi Poin Gugatan ke MK

Ini Daftar Pasal UU Tax Amnesty yang Jadi Poin Gugatan ke MK

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 13:41 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×