Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 21 Agustus 2016 | 11:20 WIB
Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunjungi Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/8/2016). [Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus berupaya untuk memajukan dan membangun pulau-pulau terdepan Indonesia. Salah satunya melalui Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Salah satu komoditas unggulan perikanan, untuk meningkatkan perekonomian melalui PSKPT tersebut adalah Rumput laut. Secara nasional, berdasarkan data statistic sementara tahun 2015, produksi rumput laut mencapai 9,9 juta ton atau mengalami kenaikan 18,84  persen per tahun dibandingkan tahun 2011 yang produksinya mencapai 5,2 juta ton. Hal ini membuktikan bahwa rumput laut sangat bisa diandalkan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Selain karena cara budidayanya yang cukup mudah dan murah, pasarnya masih terbuka lebar.

“Pengembangan budidaya rumput laut secara sinergi dan simultan dari hulu dan hilir, merupakan bagian dari visi misi pembangunan Kabinet Kerja untuk mendorong laut sebagai sumber ekonomi bangsa di masa depan”, kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8/2016).

Kabupaten Natuna, merupakan salah satu dari 15 Kabupaten terdepan yang menjadi propritas untuk dikembangkan menjadi PSKPT tahun 2016 ini. “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi di Kab. Natuna, khususnya di sector kelautan dan perikanan,” terang Slamet.

‘Potensi lahan budidaya rumput laut di Kab. Natuna mencapai 4.757,5 ha dan baru termanfaatkan sekitar 56 ha atau 0,01 %. Padahal apabila lahan tersebut dimanfaatkan secara optimal maka produksi rumput laut dari Kab. Natuna akan mencapai sekitar 150 ribu ton basah atau 22 ribu ton kering per tahun, atau senilai Rp. 176 milyar per tahun,” tambah Slamet.

Untuk mendorong pengembangan usaha budidaya rumput laut di Kab. Natuna, KKP melalui DJPB mengalokasikan bantuan baik berupa kebun bibit maupun budidaya rumput laut. “Untuk kebun bibit rumput laut seluas 2,5 ha, kita dukung dengan bibit unggul kultur jaringan (kuljar) yang terbukti tumbuh lebih cepat, tahan terhadap perubahan salinitas dan kadar caragenannya lebih tinggi. Sedangkan untuk budidaya rumput laut, sedang dibangun paket percontohan budidaya rumput laut seluas 58 ha, yang akan dikelola oleh sekitar 20 kelompok atau 200 pembudidaya,” jelas Slamet.

Slamet menambahkan bahwa ada tujuh jurus agar budidaya rumput laut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Pertama adalah mengunakan bibit dari tallus yang terbaik. Kedua, Disiplin panen pada usia 40-45 hari, kemudian ketiga, tidak menggunakan pupuk/probiotik/bahan pemacu pertumbuhan, keempat, mengupayakan mencari kawasan budidaya yang baru untuk rotasi penanaman. Disamping itu, kelima, harus menjaga lingkungan pantai dari sampah (plastik, pencemaran, dll). Berikutnya, keenam, tidak menjemur rumput laut di pasir dan dijaga dari bahan-bahan yang menempel lainnya dan yang terakhir, ketujuh, segera menutup rumput laut yg sedang dijemur dengan plastik/terpal jika turun hujan. Dengan menerapkan jurus ini, budidaya rumput laut akan berhasil dan berlanjut untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitasnya,” papar Slamet

Untuk mendukung pemasaran hasil budidaya rumput laut, KKP menggandeng PT. Perindo (PERINDO), sebagai pembeli hasil rumput laut para pembudidaya. “Tentunya dengan kualitas yang bagus dan kuantitas yang memadai. Untuk itu DJPB telah menyusun masterplan budidaya rumput laut di wilayah Kab. Natuna ini, yang luasnya kurang lebih mencapai 485 ha. Kita harapkan dengan zonasi atau klasterisasi ini, panen rumput laut dapat dilakukan secara bergilir dan kontinyu serta dapat memenuhi kuota permintaan pasar,“ kata Slamet

Slamet menuturkan bahwa pengembangan industri rumput laut suatu daerah akan berhasil apabila ada sinergi dari semua pihak yang terkait. “Di Natuna ini akan kita jadikan contoh sinergi antar stake holder. Di bagian hulu, KKP akan menghasilkan rumput laut sampai siap jual, yang kemudian PT. Perindo berperan di bagian hilirnya sebagai pembeli, tentunya dengan harga yang telah disepakati. Disamping itu juga, peranan dari Pusat Komando Angkatan Laut (POSKODAL) Ranai, dalam membina para pengebom ikan untuk beralih ke usaha budidaya rumput laut dan budidaya ikan di KJA, perlu diapresiasi. Karena ini adalah wujud kerjasama dan sinergi yang nyata di lapangan,” tutur Slamet.

“Dukungan dan kerjasama dari pemerintah daerah juga sangat diperlukan dan terus di tingkatkan. Ini akan mempermudah kita bersama dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya khususnya dan masyarakat sekitarnya pada umumnya melalui Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan,” pungkas Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:21 WIB

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:08 WIB

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 10:38 WIB

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 09:50 WIB

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 23:08 WIB

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:09 WIB

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 17:09 WIB

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:59 WIB

Rahasia Rumput Laut untuk Kecantikan

Rahasia Rumput Laut untuk Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 08 Mei 2016 | 04:05 WIB

Cina Menguasai 70 Persen Rumput Laut Hasil Ekspor Asal Indonesia

Cina Menguasai 70 Persen Rumput Laut Hasil Ekspor Asal Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 April 2016 | 14:57 WIB

Terkini

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:05 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB