Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 21 Agustus 2016 | 11:20 WIB
Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengunjungi Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/8/2016). [Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus berupaya untuk memajukan dan membangun pulau-pulau terdepan Indonesia. Salah satunya melalui Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Salah satu komoditas unggulan perikanan, untuk meningkatkan perekonomian melalui PSKPT tersebut adalah Rumput laut. Secara nasional, berdasarkan data statistic sementara tahun 2015, produksi rumput laut mencapai 9,9 juta ton atau mengalami kenaikan 18,84  persen per tahun dibandingkan tahun 2011 yang produksinya mencapai 5,2 juta ton. Hal ini membuktikan bahwa rumput laut sangat bisa diandalkan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Selain karena cara budidayanya yang cukup mudah dan murah, pasarnya masih terbuka lebar.

“Pengembangan budidaya rumput laut secara sinergi dan simultan dari hulu dan hilir, merupakan bagian dari visi misi pembangunan Kabinet Kerja untuk mendorong laut sebagai sumber ekonomi bangsa di masa depan”, kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8/2016).

Kabupaten Natuna, merupakan salah satu dari 15 Kabupaten terdepan yang menjadi propritas untuk dikembangkan menjadi PSKPT tahun 2016 ini. “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi di Kab. Natuna, khususnya di sector kelautan dan perikanan,” terang Slamet.

‘Potensi lahan budidaya rumput laut di Kab. Natuna mencapai 4.757,5 ha dan baru termanfaatkan sekitar 56 ha atau 0,01 %. Padahal apabila lahan tersebut dimanfaatkan secara optimal maka produksi rumput laut dari Kab. Natuna akan mencapai sekitar 150 ribu ton basah atau 22 ribu ton kering per tahun, atau senilai Rp. 176 milyar per tahun,” tambah Slamet.

Untuk mendorong pengembangan usaha budidaya rumput laut di Kab. Natuna, KKP melalui DJPB mengalokasikan bantuan baik berupa kebun bibit maupun budidaya rumput laut. “Untuk kebun bibit rumput laut seluas 2,5 ha, kita dukung dengan bibit unggul kultur jaringan (kuljar) yang terbukti tumbuh lebih cepat, tahan terhadap perubahan salinitas dan kadar caragenannya lebih tinggi. Sedangkan untuk budidaya rumput laut, sedang dibangun paket percontohan budidaya rumput laut seluas 58 ha, yang akan dikelola oleh sekitar 20 kelompok atau 200 pembudidaya,” jelas Slamet.

Slamet menambahkan bahwa ada tujuh jurus agar budidaya rumput laut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Pertama adalah mengunakan bibit dari tallus yang terbaik. Kedua, Disiplin panen pada usia 40-45 hari, kemudian ketiga, tidak menggunakan pupuk/probiotik/bahan pemacu pertumbuhan, keempat, mengupayakan mencari kawasan budidaya yang baru untuk rotasi penanaman. Disamping itu, kelima, harus menjaga lingkungan pantai dari sampah (plastik, pencemaran, dll). Berikutnya, keenam, tidak menjemur rumput laut di pasir dan dijaga dari bahan-bahan yang menempel lainnya dan yang terakhir, ketujuh, segera menutup rumput laut yg sedang dijemur dengan plastik/terpal jika turun hujan. Dengan menerapkan jurus ini, budidaya rumput laut akan berhasil dan berlanjut untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitasnya,” papar Slamet

Untuk mendukung pemasaran hasil budidaya rumput laut, KKP menggandeng PT. Perindo (PERINDO), sebagai pembeli hasil rumput laut para pembudidaya. “Tentunya dengan kualitas yang bagus dan kuantitas yang memadai. Untuk itu DJPB telah menyusun masterplan budidaya rumput laut di wilayah Kab. Natuna ini, yang luasnya kurang lebih mencapai 485 ha. Kita harapkan dengan zonasi atau klasterisasi ini, panen rumput laut dapat dilakukan secara bergilir dan kontinyu serta dapat memenuhi kuota permintaan pasar,“ kata Slamet

Slamet menuturkan bahwa pengembangan industri rumput laut suatu daerah akan berhasil apabila ada sinergi dari semua pihak yang terkait. “Di Natuna ini akan kita jadikan contoh sinergi antar stake holder. Di bagian hulu, KKP akan menghasilkan rumput laut sampai siap jual, yang kemudian PT. Perindo berperan di bagian hilirnya sebagai pembeli, tentunya dengan harga yang telah disepakati. Disamping itu juga, peranan dari Pusat Komando Angkatan Laut (POSKODAL) Ranai, dalam membina para pengebom ikan untuk beralih ke usaha budidaya rumput laut dan budidaya ikan di KJA, perlu diapresiasi. Karena ini adalah wujud kerjasama dan sinergi yang nyata di lapangan,” tutur Slamet.

“Dukungan dan kerjasama dari pemerintah daerah juga sangat diperlukan dan terus di tingkatkan. Ini akan mempermudah kita bersama dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya khususnya dan masyarakat sekitarnya pada umumnya melalui Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan,” pungkas Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:21 WIB

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Indonesia Merugi Jika Rumput Laut Tak Dianggap Pangan Organik

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:08 WIB

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 10:38 WIB

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 09:50 WIB

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 23:08 WIB

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:09 WIB

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 17:09 WIB

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:59 WIB

Rahasia Rumput Laut untuk Kecantikan

Rahasia Rumput Laut untuk Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 08 Mei 2016 | 04:05 WIB

Cina Menguasai 70 Persen Rumput Laut Hasil Ekspor Asal Indonesia

Cina Menguasai 70 Persen Rumput Laut Hasil Ekspor Asal Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 April 2016 | 14:57 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×