Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Utang Luar Negeri Indonesia di Semester I 2016 Naik 6,2 Persen

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 23 Agustus 2016 | 10:22 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia di Semester I 2016 Naik 6,2 Persen
Peluncuran Bank Indonesia Institute. [Antara]

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2016 tercatat sebesar 323,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 6,2 persen (yoy). Berdasarkan jangka waktu asal, ULN jangka panjang tumbuh 7,7 persen (yoy), sementara ULN jangka pendek turun 3,1 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan tahunan ULN sektor publik meningkat, sementara pertumbuhan tahunan ULN sektor swasta menurun. "Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2016 tercatat sebesar 36,8 persen, sedikit meningkat dari 36,6 persen  pada akhir triwulan I 2016," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan tertulis, Selasa (23/8/2016).

Berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang. Posisi ULN berjangka panjang pada akhir triwulan II 2016 mencapai 282,3 miliar Dolar AS (87,2 persen dari total ULN) dan meningkat 7,7 persen (yoy), lebih lambat dari pertumbuhan triwulan I 2016 sebesar 8,4 persen (yoy). Di sisi lain, posisi ULN berjangka pendek pada akhir triwulan II 2016 tercatat sebesar 41,5 miliar Dolar AS (12,8 persen dari total ULN) dan menurun 3,1 persen (yoy), lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pertumbuhan triwulan I 2016 sebesar 9,1 persen (yoy).

"Meski secara tahunan menurun, posisi ULN jangka pendek pada akhir triwulan II tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa tercatat sebesar 37,8 persen pada triwulan II 2016," ujar Tirta.

Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta. Pada akhir triwulan II 2016, posisi ULN sektor publik sebesar 158,7 miliar Dolar AS (49,0 persen dari total ULN), sementara ULN sektor swasta mencapai 165,1 miliar Dolar AS (51,0 persen dari total ULN). ULN sektor publik tumbuh meningkat menjadi 17,9 persen (yoy) pada triwulan II 2016 dari triwulan sebelumnya sebesar 14,0 persen (yoy), sementara ULN sektor swasta turun 3,1 persen (yoy) lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada triwulan sebelumnya sebesar 0,5 persen (yoy).

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan II 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,9 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan I 2016, pertumbuhan tahunan ULN sektor listrik, gas & air bersih tercatat meningkat sedangkan pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan tercatat melambat. Sementara itu, pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan mengalami kontraksi yang lebih dalam.

"BI memandang perkembangan ULN pada triwulan II 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," tutup Tirta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peluncuran Bank Indonesia Institute

Peluncuran Bank Indonesia Institute

Foto | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:22 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Masih Lesu

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Masih Lesu

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 14:59 WIB

BI Sebut Sistem Keuangan di Q2 2016 Masih Stabil

BI Sebut Sistem Keuangan di Q2 2016 Masih Stabil

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 14:51 WIB

BI Resmi Berlakukan BI 7-day Reverse Repo Rate

BI Resmi Berlakukan BI 7-day Reverse Repo Rate

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 14:45 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Q2 2016 Surplus 2,2 Miliar Dolar AS

Neraca Pembayaran Indonesia Q2 2016 Surplus 2,2 Miliar Dolar AS

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 07:02 WIB

BI Terbitkan Aturan Tentang Pasar Uang

BI Terbitkan Aturan Tentang Pasar Uang

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 17:05 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus Ditopang Maritim & Pariwisata

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus Ditopang Maritim & Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 14:32 WIB

Gubernur BI: Inflasi Sepanjang 2016 Sebesar 3,2 Persen

Gubernur BI: Inflasi Sepanjang 2016 Sebesar 3,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 11:35 WIB

Pertumbuhan Harga Properti di Pasar Primer Melambat

Pertumbuhan Harga Properti di Pasar Primer Melambat

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 17:46 WIB

Research Fair Bank Indonesia

Research Fair Bank Indonesia

Foto | Selasa, 09 Agustus 2016 | 16:30 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×