Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Tuk Indonesia: Pembiayaan Perbankan Jangan Korbankan Lingkungan

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:34 WIB
Tuk Indonesia: Pembiayaan Perbankan Jangan Korbankan Lingkungan
Ilusrasi pinjaman, kredit. (Stuart Miles/Freedigitalphotos)

Pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan, sosial dan HAM menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak terkecuali Lembaga Jasa Keuangan (LJK) seperti bank. Bank tanpa disadari dapat terpapar resiko atas terjadinya perusakan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi. Pembiayaan  oleh perbankan memang menimbulkan kemajuan ekonomi, namun dengan korbanan sosial dan lingkungan yang tinggi.

Rahmawati Retno Winarni, Direktur Eksekutif Transformasi untuk Keadilan (TuK) Indonesia dalam sambutannya pada Seminar tentang Transformasi Menuju Keuangan Berkelanjutan di Indonesia, Jakarta, Kamis (18/8/2016), menyebut selama ini ada tiga solusi atas permasalahan bagi perbankan yang berdampak  negatif bagi masyarakat dan lingkungan. 

Pertama, peraturan yang lebih ketat; kedua, penegakan hukum atas kesalahan yang dilakukan oleh bank dan bankirnya; ketiga, skema kompensasi yang menghubungkan antara kepentingan bankir dengan kepentingan jangka panjang bank. “Solusi lain yang baru-baru ini ditawarkan adalah covenant banking: para banker secara personal dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang timbul dari keputusan pembiayaan yang mereka buat. Solusi ini bisa menciptakan kondisi perbankan yang bertanggung jawab yang terutama dicirikan pada kejujuran dan kepedulian terhadap sesama dan alam,” kata Rahmawati melalui keterangan tertulis, Senin (29/8/2016).

Senada dengan Rahmawati, menurut salah satu narasumber dalam Seminar, Jalal, ada dua cara yang harus dilakukan perbankan untuk mencapai keuangan berkelanjutan, yaitu memastikan investasi yang tidak membawa mudarat sosial dan lingkungan  dan mengarahkan ivestasi yang memihak kepada keberlanjutan, seperti investasi pada energi terbarukan.  “Yang diinginkan kita semua adalah perbankan yang memajukan ekonomi dan sosial sekaligus, serta memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat pengabaian yang selama ini terjadi,” tegas Jalal.

Menurut Direktur Bidang Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Setijawan, saat ini OJK sedang berada pada tahapan awal dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan di Indonesia. “Selama tahun 2015, OJK telah melakukan peningkatan kapasitas bagi lembaga jasa keuangan. Wujudnya adalah pelatihan bagi para bankir mengenai analisis lingkungan hidup. Diharapkan para bankir mengerti tentang resiko lingkungan dan kondisi sebenarnya di lapangan sehingga memperbaiki proses persetujuan kredit,"papar Edi. 

Hubungan perbankan sebagai pemberi modal dengan persoalan lingkungan saat ini sudah tak lagi bisa dinegasikan. Hal ini ditegaskan oleh Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, Direktorat Penegakan Hukum KLHK saat ini tengah melakukan proses penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Perbankan mesti menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum memberikan kredit agar terhindar dari resiko kredit macet karena perusahaan yang dibiayainya berhenti beroperasi karena kasus pelanggaran hukum yang dapat berujung pada gagal bayar. Penegakan hukum adalah salah satu syarat utama tercapainya keuangan berkelanjutan di Indonesia," tutup Rasio.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Istilah Pajak Baiknya Diganti Iuran Pembangunan

Pengamat: Istilah Pajak Baiknya Diganti Iuran Pembangunan

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 11:07 WIB

Ekonom: Bank Jangan Cuma Layani Debitur Dengan Bisnis Menggurita

Ekonom: Bank Jangan Cuma Layani Debitur Dengan Bisnis Menggurita

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 10:39 WIB

OJK Catat 1.900 Pengaduan Nasabah Terkait Perbankan

OJK Catat 1.900 Pengaduan Nasabah Terkait Perbankan

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:46 WIB

Jumlah Bank Sistemik di Indonesia Tetap 12 Bank

Jumlah Bank Sistemik di Indonesia Tetap 12 Bank

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2016 | 15:29 WIB

Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Bagi Distributor Khong Guan Group

Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Bagi Distributor Khong Guan Group

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:01 WIB

Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri ke Segmen Mikro Paling Tinggi

Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri ke Segmen Mikro Paling Tinggi

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:10 WIB

Bank Mandiri Kucurkan Rp875 Miliar untuk Proyek Palapa Ring Barat

Bank Mandiri Kucurkan Rp875 Miliar untuk Proyek Palapa Ring Barat

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 08:31 WIB

Terbatasnya Likuiditas Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Terbatasnya Likuiditas Indonesia Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 07:08 WIB

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 13:27 WIB

Danamon Syariah Salurkan Pembiayaan ke Pesantren Islam Al Azhar

Danamon Syariah Salurkan Pembiayaan ke Pesantren Islam Al Azhar

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 14:37 WIB

Terkini

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB