Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 14 September 2016 | 13:11 WIB
Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS
Suasana pameran tekstil yang bertajuk Indo Intertex 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (27/4/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat posisi ekspor tekstil ke pusat mode dunia, Prancis melalui Texworld 2016. Pameran ini dilaksanakan pada 12-15 September 2016.

“Dalam statistik, nilai ekspor Indonesia harus terus bergerak ke atas. Kita (Kemendag) perlu lebih gencar promosi melalui pameran. Setelah memiliki positioning yang kuat, Indonesia secara kontinu akan memasok tekstil ke Eropa,” tegas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2016).

Pada semester pertama 2016, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke Prancis mencapai 46,52 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Prancis merupakan negara tujuan ekspor ke-8 Indonesia di kawasan Eropa. Posisi Indonesia masih dapat diperhitungkan sebagai negara penyuplai produk tekstil ke Prancis.

Meski kompetisi antarnegara di dunia tidak ringan, Arlinda yakin masih banyak peluang terbuka untuk mengisi tekstil di Prancis. Apalagi ada upaya Uni Eropa "melawan" banjir tekstil dari Cina.

“Uni Eropa tengah berupaya membendung banjir tekstil dari Tiongkok pasca mengakhiri kuota tekstil sejak 2005 lalu. Ini peluang Indonesia membuktikan kualitas produk kita dan menjadi alternatif pasokan bahan baku tekstil bagi industri mode Prancis,” kata Arlinda.

Prancis merupakan pusat mode dunia dan penghasil pakaian dengan kualitas tinggi. Fashion show, baik dalam skala kecil maupun internasional yang bergengsi, secara rutin digelar di berbagai kota di Prancis, terutama Paris. Industri mode dan pakaian di Prancis merupakan salah satu industri besar yang memiliki potensi ekonomi sangat besar. Oleh karena itu, permintaan pasokan bahan baku pakaian atau tekstil ke Prancis cukup tinggi, yakni senilai 28,81 miliar Dolar AS pada 2015.

Texworld adalah pameran bergengsi dan bertaraf internasional di Prancis yang diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September. Tahun lalu, Texworld Paris Autumn 2015 diikuti oleh 943 peserta dan dihadiri 14.254 pengunjung. Pada partisipasi tahun lalu itu pula, Paviliun Indonesia mengantongi transaksi dan kontak dagang sebesar 5,77 juta Dolar AS.

Texworld Paris Autumn 2016 adalah pameran produk fabrics, trims, dan accessories. Dalam pameran ini, Indonesia tampil di area seluas 72 m2 di Hall 4, Paris Le Bourget. Paviliun Indonesia memfasilitasi delapan perusahaan tekstil dan produk tekstil, antara lain PT. Gistex (polyester woven fabric), PT. Hakatex (linen, cotton), PT. Sinar Para Taruna (wrap knitting plain, lace), PT. Sinar Continental (printing apparel), PT. Excellence Qualities Yarn (yarn), PT. Indo Hasasi (linen, cotton), PT. Kewalram (embroidered products), dan PT. Mayer Indah Indonesia (lace, embroidery, tulle, & tricot).

Untuk memaksimalkan promosi produk tekstil di Prancis dan sekitarnya, Ditjen PEN melibatkan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade and Promotion Center (ITPC) di wilayah Eropa serta Asosiasi Pertekstilan Indonesia. “Kami optimis terhadap hasil promosi melalui pameran ini dan dapat menjadi acuan dalam kajian pangsa pasar produk tekstil Indonesia di pasar global, terutama Eropa,” tandas Arlinda.

Tekstil Indonesia Mendunia

Tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mendunia. Pada 2015, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke dunia mencapai 12,28 miliar Dolar AS. Sementara pada semester pertama 2016, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia adalah sebesar 6,22 miliar Dolar AS. Indonesia berada di urutan 17 sebagai pemasok tekstil dan produk tekstil dunia dengan share sebesar 1,58 persen. Sementara itu, Prancis adalah pengimpor tekstil dan produk tekstil ke-6 dunia dengan nilai sebesar 28,81 miliar Dolar AS, atau 4,04 persen dari total impor tekstil dan produk tekstil dunia.

Tekstil dan produk tekstil utama Indonesia yang diekspor ke dunia, antara lain artificial staple fiber yarn (except sewing thread), not for retail sale, 85 persen or more (wt.) of artificial staple fibers, single yarn; women's or girls' blouses, shirts and shirt-blouses of manmade fibers, not knitted or crocheted; sweaters, pullovers, sweatshirts, vests and similar articles of cotton, knitted or crocheted; women's or girls' trousers, bib and brace overalls, breeches and shorts of cotton, not knitted or crocheted; dan men's or boys' shirts of cotton, not knitted or crocheted.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dirjen PEN Optimis Deregulasi akan Permudah Bisnis di Indonesia

Dirjen PEN Optimis Deregulasi akan Permudah Bisnis di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 13:03 WIB

Kini Eksportir Tujuan Mesir Wajib Registrasi ke GOEIC

Kini Eksportir Tujuan Mesir Wajib Registrasi ke GOEIC

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:27 WIB

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:21 WIB

Paris Jerat Tiga Perempuan Radikal dengan Pasal Terorisme

Paris Jerat Tiga Perempuan Radikal dengan Pasal Terorisme

News | Selasa, 13 September 2016 | 06:12 WIB

Polisi Prancis Tangkap Bocah 15 Tahun Terduga ISIS

Polisi Prancis Tangkap Bocah 15 Tahun Terduga ISIS

News | Senin, 12 September 2016 | 14:28 WIB

Identitas 3 Perempuan Radikal yang Disinyalir Siapkan Bom Mobil

Identitas 3 Perempuan Radikal yang Disinyalir Siapkan Bom Mobil

News | Sabtu, 10 September 2016 | 05:00 WIB

Melawan saat Diciduk, Terduga Teroris Prancis Tusuk Polisi

Melawan saat Diciduk, Terduga Teroris Prancis Tusuk Polisi

News | Jum'at, 09 September 2016 | 17:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×