Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB
Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga
Bank of England. [Shutterstock]

Mata uang pasar berkembang di Asia tertekan pekan ini karena semakin besarnya keraguan terkait kemampuan bank-bank sentral utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Rupiah semakin melemah terhadap Dolar AS di hari Kamis dengan kurs mendekati 13200 karena fluktuasi ekspektasi peningkatan suku bunga Fed tahun ini.

"Walaupun sebagian besar saham pasar berkembang melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia berhasil menguat mendekati 5265.00. Sentimen terhadap Indonesia tetap optimistis dan pasar saat ini mengamati keefektifan implementasi UU amnesti pajak. Ekspektasi peningkatan suku bunga Fed tetap menjadi topik utama yang dapat meningkatkan volatilitas Rupiah. Dari sudut pandang teknikal, USDIDR bulls dapat menantang level resistance 13290 apabila Rupiah tetap melemah," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9/2016).

Adapun mata uang Poundsterling (GBP) melemah pada perdagangan hari Kamis (15/9/2016) setelah Bank of England (BoE) mengeluarkan keputusan bulat untuk tidak mengubah suku bunga Inggris karena data domestik yang membaik meredam kekhawatiran tentang Brexit. Walau bank sentral ini sudah diperkirakan akan mengambil posisi pasif, sinyal kemungkinan pemotongan suku bunga membuat GBP rentan melemah.

"Data Inggris pasca Brexit memang cukup menggembirakan, namun saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan implikasi Brexit terhadap perekonomian Inggris karena begitu banyak dampak yang perlu dikaji lebih lanjut. Meninjau pemangkasan suku bunga berpeluang dilaksanakan di masa mendatang, pasar mungkin akan semakin memperhatikan data domestik Inggris menjelang rapat BoE di bulan November," ujar Lukman.

Kegelisahan Brexit masih tetap memengaruhi GBP dan mata uang ini dapat semakin melemah seiring meningkatnya spekulasi pemotongan suku bunga BoE. Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD tertekan pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 1.3150 maka akan terbuka jalan menuju 1.3100 atau bahkan lebih rendah lagi.

Disisi lain, komentar-komentar yang berlawanan dari sejumlah pejabat The Fed tentang jadwal peningkatan suku bunga AS menciptakan ketidakpastian yang membuat USD rentan melemah. Optimisme terhadap langkah bank sentral ini pun semakin goyah karena data domestik terkini AS cenderung kurang menggembirakan. Karenanya, ekspektasi bahwa suku bunga AS akan ditingkatkan pada rapat September ini semakin menipis. Walau sudah banyak diperkirakan bahwa The Fed akan mengambil posisi berhati-hati di bulan September, diskusi bahwa ekonomi AS berisiko mengalami overheatingapabila suku bunga terlalu rendah untuk waktu yang terlalu lama telah menimbulkan spekulasi peningkatan suku bunga kejutan, sehingga investor pun semakin waspada.

"Federal Reserve sepertinya akan mengkaji data ekonomi domestik lebih lanjut sebelum memutuskan peningkatan suku bunga AS di bulan Desember," tutup Lukman.

Penjualan ritel AS akan sangat diperhatikan karena data ini membantu meninjau peluang peningkatan suku bunga Fed. Apabila penjualan ritel melampaui ekspektasi, USD dapat menguat karena membaiknya optimisme terhadap kondisi ekonomi AS. Dari sudut pandang teknikal, USD kesulitan untuk menembus level resistance 96.00 karena ketidakpastian menekan ketertarikan investor. Harga berada di atas 20 SMA harian sedangkan MACD melintas ke arah bawah.Breakdown di bawah 95.00 dapat membuka jalan menuju 94.00.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenaikan Harga Minyak Picu Saham AS dan Eropa Menguat

Kenaikan Harga Minyak Picu Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 10:07 WIB

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Bisnis | Jum'at, 09 September 2016 | 10:55 WIB

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB

Rupiah Senin Pagi Menguat Jadi Rp13.182

Rupiah Senin Pagi Menguat Jadi Rp13.182

Bisnis | Senin, 05 September 2016 | 10:55 WIB

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:49 WIB

IHSG Dibuka Turun 13,68 Poin

IHSG Dibuka Turun 13,68 Poin

Bisnis | Senin, 29 Agustus 2016 | 10:45 WIB

Forextime: Jelang Pidato Yellen, Pasar Diwarnai Kegelisahan

Forextime: Jelang Pidato Yellen, Pasar Diwarnai Kegelisahan

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 14:49 WIB

Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat

Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:49 WIB

Saham Produsen Komoditas Rebound, Pasar Saham Eropa Menguat

Saham Produsen Komoditas Rebound, Pasar Saham Eropa Menguat

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 08:59 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB