Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:49 WIB
Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat
Mata uang Poundsterling asal Inggris. [Shutterstock]

VP of Market Research Forextime Jameel Ahmad menyatakan walaupun Dolar Amerika Serikat (AS) berupaya bangkit di pasar valuta asing (valas) karena adanya pernyataan dari sejumlah pejabat The Federal Reserve tentang kemungkinan peningkatan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang, Rupiah ternyata berhasil bertahan dan melawan tekanan dari Dolar AS. 

Walaupun pergerakannya sangat kecil, kurs Rupiah melemah pada perdagangan hari selasa sebesar 0,03 persen ke level 13,222. Ini dapat menjadi indikasi bahwa pasar masih meragukan kemampuan The Fed untuk melaksanakan pernyataannya di satu sisi. "Sepertinya ada optimisme bahwa pasar berkembang lebih siap untuk menghadapi peningkatan suku bunga AS tahun ini dibandingkan peningkatan suku bunga AS pertama yang bersejarah pada akhir 2015," kata Jameel dalam keterangan tertulis Rabu (24/8/2016).

Rupiah juga mampu bertahan di tengah aksi jual besar-besaran di pasar minyak yang dapat merusak selera risiko dan ketertarikan terhadap mata uang pasar berkembang.

Disisi lain, fase pemulihan Poundsterling masih berlanjut di pekan perdagangan baru ini. Poundsterling menguat pekan lalu setelah data ekonomi mengindikasikan bahwa hasil referendum Uni Eropa mungkin tidak memberi pengaruh negatif terhadap ekonomi Inggris sebesar yang dikhawatirkan. Kurs Poundsterling mencapai sedikit di atas 1.32 hari ini, level tertinggi sejak awal Agustus dan cukup jauh dari level terendah awal bulan ini di sekitar 1.28. Hal ini mendukung argumen bahwa investor tertarik untuk membeli Poundsterling setelah data ekonomi pekan lalu menghapus kekhawatiran tentang perlambatan langsung ekonomi Inggris pasca Brexit.  

"Saya pribadi masih berpendapat bahwa saat ini terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa rilis ekonomi terkini akan menanamkan pendapat bahwa ekonomi Inggris tidak terkena pengaruh negatif dari hasil referendum Brexit sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya. Proses keluar dari Uni Eropa ini, apabila benar-benar terjadi, akan membutuhkan waktu setidaknya 2 tahun dan artinya ada potensi risiko terhadap ekonomi Inggris di jangka yang lebih panjang. Investasi dari luar negeri, kemungkinan peningkatan tekanan harga, pengurangan lowongan kerja dari perusahaan Inggris, dan potensi dampak terhadap sejumlah indikator utama seperti PMI hanyalah sebagian dari banyak variabel yang harus dipantau pasar," jelas Jameel.

Apakah reli penguatan Poundsterling ini akan berlanjut? Menurutnya, pola pikir investor dalam beberapa bulan terakhir ini adalah jual saat reli, dan dirasa belum berubah. Calon pembeli mungkin akan memantau untuk melihat apakah kurs Poundsterling terhadap Dolar AS ditutup di atas 1.32 hari ini, yang dapat menjadi basis teknikal untuk peningkatan lebih lanjut. "Meninjau hal tersebut, kita sudah sering menyaksikan sebelumnya bahwa momentum kurs Poundsterling dapat berubah dengan sangat tiba-tiba. Dan saat tekanan jual dimulai, Poundsterling dapat merosot dengan sangat cepat," tutup Jameel.   

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat

Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:47 WIB

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 11:11 WIB

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 13:31 WIB

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Bisnis | Selasa, 16 Agustus 2016 | 07:50 WIB

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB

PDB Indonesia Melebihi Target, Forextime Prediksi IHSG Menguat

PDB Indonesia Melebihi Target, Forextime Prediksi IHSG Menguat

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 13:11 WIB

Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu

Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 11:07 WIB

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:25 WIB

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB