Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan

Adhitya Himawan

Senin, 26 September 2016 | 03:48 WIB
Pengamat: 13 Paket Kebijakan Ekonomi Tidak Berjalan
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/9/2016). [Dok Setpres]

Pada hari Kamis, (22/9/2016)Presiden Joko Widodo mengundang ekonom dan juga pengusaha ke istana. Rata-rata adalah ekonom pendukung waktu pemilihan presiden dan menduduki jabatan publik. Pertemuan tersebut mendapat kritik tajam dari  Defiyan Cori, Pengamat Ekonomi sekaligus Ketua Umum Forum Ekonomi Konstitusi yang menganggapnya sebagai sebuah lelucon.

"Jelas sebuah lelucon semata. Disebut lelucon adalah, bagaimana mungkin yang disebut ekonom tapi ada dalam struktural pemerintahan, bukankah day to day mereka harus memberi input kebijakan ekonomi? Terlebih lagi yang dibahas hanya soal kinerja tax amnesty, pertumbuhan ekonomi makro, terutama soal moneter dan keuangan," kata Defiyan dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2016).

Menurut Defiyan, pertemuan Presiden Jokowi dengan para ekonom tersebut tidak terlalu relevan. Sebab para ekonom yang diundang jelas pro pemerintah. "Secara kasat mata 13 paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dan tidak berjalan inilah seharusnya yang dibahas oleh ekonom yang diundang dengan Presiden," ujar Defiyan.

Ia menambahkan bahwa suatu hal yang sangatlah naif jika ekonom yang hadir tidak menyampaikan pada Presiden bagaimana seharusnya pasal 33 UUD 1945 atau Ekonomi Konstitusi harus disusun sebagai sebuah Sistem Ekonomi Nasional. Ini pentinga agar sistem ekonomi yang khas Indonesia bukan hanya menjiplak pelaksanaan ekonomi kapitalis-liberalis yang telah berlangsung bertahun-tahun. "Inilah seharusnya peran ekonom bangsa dalam memperbaiki tatanan ekonomi yang dipenuhi ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran struktural dan kultural bukan menegaskan pelaksanaan ekonomi mainstream yang berjalan saat ini," tambah Defiyan.

Ia memberikan contoh, bagaimana ekonom memberikan input atas pengelolaan sumber daya alam kita yang sangat kaya ini dengan mencermati UU Migas, UU Mineral dan Batu Bara, UU PMA, UU BUMN dan lain-lain. Menurutnya, banyak sekali UU yang ada saat ini tidak menguntungkan Indonesia dalam mengisi pundi-pundi penerimaan negara dari sektor BUMN karena besarnya penguasaan kapital asing. Kenyataan ini juga diperparah  sistem perbankan dan keuangan kita saat ini yang seharunya menjadi jantung pergerakan sirkulasi uang belum berfungsi seperti yang seharusnya. "Padahal perbankan dan keuangan kita sangat penting untuk menggerakkan sektor-sektor perekonomian bangsa dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan struktural, kultural dan regional," jelas Defiyan. 

Kondisi inilah yang menjadi permasalahan prioritas dan mendesak yang harus disampaikan kepada Presiden Jokowi. "Sehingga pertemuan ekonom dengan Presiden bisa konstruktif dan produktif memecahkan sumbatan (bottle neck) persoalan perekonomian bangsa secara sistematis melalui kebijakan," tutup Defiyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:20 WIB

46 Unit Kapal Pesiar Kunjung Pelabuhan Pelindo III di 2016

46 Unit Kapal Pesiar Kunjung Pelabuhan Pelindo III di 2016

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 23:30 WIB

Dana Tax Amnesty Bank Mandiri Capai Rp7,37 Triliun

Dana Tax Amnesty Bank Mandiri Capai Rp7,37 Triliun

Bisnis | Minggu, 25 September 2016 | 21:17 WIB

Barata dan GE Kerjasama di Bidang Pembangkit Listrik

Barata dan GE Kerjasama di Bidang Pembangkit Listrik

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:50 WIB

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul  Diimplementasi

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul Diimplementasi

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:09 WIB

Program  e-Warung KUBE Digelar di Kota Kediri

Program e-Warung KUBE Digelar di Kota Kediri

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 23:35 WIB

Batalkan Tender, PLN Dikritik Agar Lebih Transparan

Batalkan Tender, PLN Dikritik Agar Lebih Transparan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 21:36 WIB

Pelindo III Revitalisasi Enam Pelabuhan di NTT

Pelindo III Revitalisasi Enam Pelabuhan di NTT

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 13:37 WIB

PHE WMO Luncurkan Anjungan Baru dari Cilegon

PHE WMO Luncurkan Anjungan Baru dari Cilegon

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 12:22 WIB

Dorong Bisnis, Layanan KA Kontainer KALOG Hadir di Semarang

Dorong Bisnis, Layanan KA Kontainer KALOG Hadir di Semarang

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 11:09 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB