Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

RI dan Australia Bahas Peluang Investasi Rantai Pasok Dingin

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 28 September 2016 | 00:34 WIB
RI dan Australia Bahas Peluang Investasi Rantai Pasok Dingin
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (berdiri). [Antara/Sigid Kurniawan]

Menteri Pertanian Victoria (negara bagian Australia) Jaala Pulford mengeksplorasi potensi kerja sama dan investasi, khususnya di sektor "rantai pasok dingin" (cold chain logistic) di Indonesia. Hal ini terungkap dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (26/9/2016).

"Negara Bagian Victoria sedang menjajaki potensi kerja sama di sektor “rantai pasok dingin” dengan Indonesia. Saya menyambut baik hal ini. Saya juga meminta agar kerja sama tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga penanaman investasi," jelas Mendag.

Pemerintah, kata Mendag, berkepentingan menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan kepentingan petani kecil melalui pengelolaan pasar yang lebih berkeadilan. Karena itu, investasi di sektor ini akan dapat membantu terutama dalam membangun infrastruktur mata rantai perdagangan. 

Mendag Enggar meminta para pengusaha Victoria berinvestasi di sektor "rantai pasok dingin" di Indonesia dan bekerja sama dengan pengusaha Indonesia. "Kami mengundang para pelaku usaha Victoria untuk berinvestasi di sektor "rantai pasok dingin" untuk produk segar dan beku di Indonesia, karena hal itu sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam menata distribusi lebih efisien, serta menjaga stok pangan yg berkelanjutan. Saya menyampaikan kepada Mentan Pulford agar bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait dengan investasi ini," tuturnya.

Peluang kerja sama ini, menurut Mendag, pada sisi hilirnya nanti dapat dilakukan dengan PT. Pos Indonesia karena memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia. "Dengan dukungan jaringan terbesar dan terluas di Indonesia, perusahaan dari Victoria dapat bermitra dengan PT Pos Indonesia," tambah Mendag.

Selain itu, Mendag juga fokus pada kerja sama yang bisa menyeimbangkan neraca perdagangan antara Indonesia dan Australia. "Kerja sama perdagangan dengan Victoria ini penting. Pemerintah akan mengembangkan perdagangan yang lebih baik mengingat Indonesia masih defisit dengan menawarkan produk-produk Indonesia yang dibutuhkan oleh Victoria," ungkap Mendag.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Pulford juga menyampaikan ucapan selamat kepada Mendag Enggar atas penujukannya sebagai Menteri Perdagangan. Pulford menyatakan sangat menaruh perhatian kepada hubungan kerja sama perdagangan dan investasi di Indonesia.

Mentan Pulford juga mengungkapkan bahwa selain tertarik untuk berinvestasi di rantai pasok dingin, Victoria juga menaruh perhatian dengan pemberdayaan petani kecil. Selama ini Pemerintah Victoria telah membantu peningkatan kapasitas para petani kecil di Lembang, Jawa Barat.

Diutarakan juga bahwa Pemerintah Victoria berkeinginan melakukan kerja sama perdagangan terutama produk-produk unggulan, seperti buah dan susu. Selain rantai pasok dingin, Mentan Pulford juga mengutarakan ketertarikannya untuk melakukan kerja sama di bidang pariwisata dan pertanian.

Sekilas Hubungan Dagang Indonesia-Australia

Sejauh ini, tren perdagangan Indonesia-Australia pada 2011-2015 turun sebesar 4,25 persen. Total perdagangan Indonesia dan Australia pada 2015 hanya mencapai 8,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 19,8 persen dari sebelumnya 10,6 miliar Dolar AS pada 2014. Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke Australia pada 2015 sebesar 3,7 miliar Dolar As. Pada tahun yang sama, impor Indonesia dari Australia sebesar 4,8 miliar Dolar AS. Dengan nilai tersebut, perdagangan Indonesia dengan Australia mengalami defisit sebesar 1,1 miliar Dolar AS.

Ekspor utama Indonesia ke Australia tahun 2015 adalah other tubes & pipes disusul wood, tubes, pipes and hollow profiles dan reception apparatus for television. Sementara impor utama Indonesia dari Australia adalah wheat and meslin, disusul live bovine animals, cane or beet sugar, coal, dan iron ores and concentrates.

Investasi Australia di Indonesia tahun 2015 mencapai 168 juta Dolar AS dengan jumlah proyek 443 yang meliputi sektor pertambangan; listrik, gas dan air; industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik; konstruksi; serta hotel dan restoran.

Victoria merupakan salah satu Negara Bagian Australia dengan luas 237.629 km² beribukota Melbourne, dengan penduduk terpadat kedua setelah New South Wales. Victoria dikenal sebagai pusat industri manufaktur terbesar di Australia. Industri produk susunya mewakili 13 persen dari seluruh perdagangan produk susu Australia dan menduduki urutan kedua terbesar di sektor industri makanan.

Impor Indonesia khusus dari Negara Bagian Victoria tahun 2014 tercatat sebesar AUD 765 juta, dengan produk impor utama milk, cream, whey & yoghurt; beef; wheat; other primary plastics; fruits & nuts; cotton; animal feed; edible products & preparations, nes; pulp and waste paper; meat (exclude beef). Sementara itu Indonesia tidak mencatatkan ekspor langsung ke Negara-Bagian Victoria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemendag Terus Benahi Kemudahan Berbisnis di Indonesia

Kemendag Terus Benahi Kemudahan Berbisnis di Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 05:20 WIB

Usulan RI Dalam Perundingan Dagang IEU CEPA Banyak Diakomodasi

Usulan RI Dalam Perundingan Dagang IEU CEPA Banyak Diakomodasi

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 01:25 WIB

Mendag Optimis Cikarang Dry Port Menekan Biaya Logistik

Mendag Optimis Cikarang Dry Port Menekan Biaya Logistik

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 01:12 WIB

Produk Indonesia Makin Gencar Menjelajah Pasar Cina

Produk Indonesia Makin Gencar Menjelajah Pasar Cina

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 00:55 WIB

Kepala BKPM Perkuat Kerjasama Ekonomi di Forum IMT-GT

Kepala BKPM Perkuat Kerjasama Ekonomi di Forum IMT-GT

Bisnis | Jum'at, 23 September 2016 | 23:27 WIB

Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 14:51 WIB

Mendag Optimistis Kinerja Perdagangan 2016 Raih Surplus

Mendag Optimistis Kinerja Perdagangan 2016 Raih Surplus

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:58 WIB

Inilah Daftar Harga Acuan 7 Komoditas Pangan dari Kemendag

Inilah Daftar Harga Acuan 7 Komoditas Pangan dari Kemendag

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:57 WIB

Mendag Tetapkan Harga Acuan 7 Komoditas Pangan

Mendag Tetapkan Harga Acuan 7 Komoditas Pangan

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:51 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 13:11 WIB

Terkini

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB