Mendag Optimis Cikarang Dry Port Menekan Biaya Logistik

Adhitya Himawan

Sabtu, 24 September 2016 | 01:12 WIB
Mendag Optimis Cikarang Dry Port Menekan Biaya Logistik
Mendag Enggartiasto Lukita mengunjungi Pusat Logistik Berikat Cikarang Dry Port, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016). [Antara/Rinaldi]

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) Cikarang Dry Port (CDP) di Cikarang-Bekasi Jawa Barat, membuat biaya logistik menjadi lebih efisien. Efisiensi ini akan meningkatkan daya saing nasional. Hal ini berkat implementasi Paket Kebijakan Ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah.

"Kemapanan logistik seperti koin yang memiliki dua sisi, bisa meningkatkan daya saing dan dapat mengefisiensikan distribusi barang sehingga mengurangi biaya tinggi. Di tempat ini kita dapat merasakan dan menyaksikan manfaat PLB bagi pelaku usaha dan pengelola PLB ini," tegas Mendag Enggar saat melakukan kunjungan lapangan dan dialog interaktif dengan pelaku usaha di PLB PT Gerbang Teknologi Cikarang, CDP, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016).

Mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui Kehadiran Pusat Logistik Berikat", dialog tersebut bertujuan melihat dari dekat dampak implementasi Paket Kebijakan Ekonomi.

Pada era persaingan global saat ini, setiap negara saling berlomba meningkatkan daya saing nasionalnya, salah satunya melalui pembenahan sistem logistik nasional (Sislognas). Enggar menegaskan, jika kinerja logistik Indonesia sudah bagus serta memiliki infrastruktur dan manajemen kelas dunia, Indonesia bisa menjadi salah satu pemain bisnis logistik kelas dunia.

“Posisi kita strategis dan ruang untuk membangun pelabuhan masih luas. Sayangnya, kinerja logistik kita masih rendah sehingga belum atraktif di dalam persaingan logistik dunia. Oleh karena itu, pemerintah telah merespons cepat dengan mengeluarkan 13 paket kebijakan yang salah satunya mengandung tema peningkatan daya saing logistik yang dikeluarkan dalam paket ke-2 pada September 2015, yaitu memberikan mandat pembentukan PLB," tutur Enggar.

Selain itu, manajemen logistik yang baik akan menekan biaya transportasi yang membentuk harga-harga, khususnya harga bahan pokok. Pembentukan PLB akan mengefisienkan logistik nasional; mendekatkan ketersediaan barang-barang keperluan industri di dalam negeri, baik industri besar maupun industri kecil dan menengah; meningkatkan investasi; serta menjadikan Indonesia sebagai hub logistik nasional, regional, maupun global.

"Seperti harapan Presiden, kita perlu berupaya maksimal menarik berbagai komoditas yang selama ini jasa logistiknya dinikmati pihak lain dan disimpan di negara tetangga agar biaya penimbunan dan biaya penelusuran teknis di luar negeri dapat dipangkas. PLB ini menjadi satu simpul penting dari mata rantai panjang logistik nasional," katanya.

Sejak diluncurkannya kebijakan pembentukan PLB, sampai saat ini telah diberikan izin sebanyak 24 PLB dengan beberapa komoditas sebagai substitusi kebutuhan pengembangan industri nasional. Ke depan, PLB akan terus dikembangkan baik dari sisi jumlah perusahaan yang mendapatkan izin pengelolaan PLB, maupun jenis komoditas yang diizinkan melalui mekanisme pendirian PLB.

Komoditas yang saat ini disimpan di dalam PLB, antara lain kapas untuk mendukung industri tekstil dan produk tekstil, produk pendukung industri migas dan pertambangan, bahan kimia, komponen otomotif, serta bahan baku untuk industri makanan dan minuman. PLB juga akan dikembangkan untuk mendukung industri penerbangan, sektor pangan, sektor perikanan, maupun sektor lain yang dianggap penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Dalam operasionalisasi PLB tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan pendukung, berupa Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri (Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Perdagangan), termasuk peraturan teknis lainnya setingkat Dirjen. Berbagai fasilitas juga diberikan pemerintah dalam pengoperasian PLB, terutama berupa pemberian fasilitas fiskal dari sisi bea masuk, cukai dan pajak; dan nonfiskal, yakni kemudahan perizinan, sistem pembayaran, dan ketentuan tata niaga.

"Seiring perkembangan industri nasional, pemerintah berkomitmen terus mengembangkan PLB baik dari jenis komoditasnya, kapasitas gudang, maupun lokasi," terang Mendag.

Mendag menegaskan, Kementerian Perdagangan siap berkolaborasi dengan Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perhubungan, serta pihak-pihak yang terlibat untuk mewujudkan manajemen logistik yang efisien dan berdaya saing. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Produk Indonesia Makin Gencar Menjelajah Pasar Cina

Produk Indonesia Makin Gencar Menjelajah Pasar Cina

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 00:55 WIB

Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 14:51 WIB

Mendag Optimistis Kinerja Perdagangan 2016 Raih Surplus

Mendag Optimistis Kinerja Perdagangan 2016 Raih Surplus

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 14:58 WIB

Inilah Daftar Harga Acuan 7 Komoditas Pangan dari Kemendag

Inilah Daftar Harga Acuan 7 Komoditas Pangan dari Kemendag

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:57 WIB

Mendag Tetapkan Harga Acuan 7 Komoditas Pangan

Mendag Tetapkan Harga Acuan 7 Komoditas Pangan

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:51 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis Capai 46,52 Juta Dolar AS

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 13:11 WIB

Dirjen PEN Optimis Deregulasi akan Permudah Bisnis di Indonesia

Dirjen PEN Optimis Deregulasi akan Permudah Bisnis di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 13:03 WIB

Kini Eksportir Tujuan Mesir Wajib Registrasi ke GOEIC

Kini Eksportir Tujuan Mesir Wajib Registrasi ke GOEIC

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:27 WIB

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Kemendag: Sudah Saatnya Kita Tidak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 13 September 2016 | 15:21 WIB

Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN

Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 17:04 WIB

Terkini

Desakan Mundur Makin Kuat! Gibran Pilih Naik Motor Cek Bedah Rumah di Sulbar

Desakan Mundur Makin Kuat! Gibran Pilih Naik Motor Cek Bedah Rumah di Sulbar

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:11 WIB

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

×