Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Capping Bunga Kartu Kredit Berpotensi Bikin Pendapatan BCA Turun

Adhitya Himawan

Rabu, 28 September 2016 | 01:33 WIB
Capping Bunga Kartu Kredit Berpotensi Bikin Pendapatan BCA Turun
Ilustrasi kartu kredit. (Shutterstock)

Rencana penurunan batas maksimum (capping) suku bunga kartu kredit menjadi 2,24 persen per bulan diperkirakan akan menurunkan pendapatan bank dari lini konsumer tersebut.

Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Santoso di Jakarta, Selasa (27/9/2016), mengatakan saat ini industri kartu kredit didominasi bank dan penerbit kartu yang mayoritas nasabahnya adalah segmen "revolver" atau nasabah yang membayar tagihan kartu kredit secara tidak lunas setiap bulan.

Biasanya nasabah "revolver" ini membayar tagihan kartu kredit sebesar minimum pembayaran di setiap tagihannya, tidak keseluruhan nilai transaksi yang dilakukan.

Dengan begitu, nasabah akan tetap memiliki utang untuk dibayar di pembayaran bulan berikutnya, dan akan sangat terpengaruh oleh bunga kartu kredit.

Dalam industri kartu kredit saat ini, kata Santoso, sebanyak 60-70 persen adalah pasar "revolver".

"Dengan penurunan 'capping' itu, tentu bank-bank yang berada di 'revolver' besar akan terpengaruh," ujarnya.

Santoso memperkirakan pendapatan dari bunga kartu kredit bisa turun 30 persen karena penurunan "capping".

Sedangkan pasar "transector" atau nasabah yang membayar tagihan kartu kredit secara lunas sebesar 30 persen.

Santoso mengakui bahwa rencana penurunan "capping" bunga kartu kredit ini memang akan cukup memberatkan bank. Namun, menurutnya, bank perlu untuk berinovasi untuk memanfaatkan sumber pendapatan lain, di samping bisnis kartu kredit.

Terlebih, kata dia, beban biaya dana (cost of fund) bank sudah menurun karena melonggarnya bunga deposito.

"Kalau dikatakan berat tentunya berat. Tapi kita berharap dengan 'cost of fund' yang turun," ujarnya.

Di sisi lain, Santoso menilai penurunan bunga kartu kredit tidak akan serta merta langsung meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan kartu kredit dan bertransaski non-tunai. Pasalnya, penggunaan kartu kredit oleh masyarakat lebih dipengaruhi oleh kemampuan belanja masyarakat.

"Kartu kredit dengan modal kerja itu satu tipe. Kamu kasih bunga murah pun belum tentu orang mau belanja," ujarnya.

Namun, memang dengan penurunan "capping" ini, Santoso menilai terdapat potensi penambahan nasabah kartu kredit, terutama dari segmen menengah ke bawah.

Bank Indonesia berencana untuk menurunkan "capping" suku bunga kartu kredit untuk mendorong penggunaan transaksi nontunai.

"Peraturan Bank Indonesia (PBI) belum keluar, namun Dewan Gubernur sudah sepakati capping akan turun," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas.

Ronald mengharapkan peraturan terkait penurunan batas maksimum suku bunga kartu kredit, dari saat ini sebesar 2,95 persen per bulan atau 35,4 persen per tahun, akan terbit paling lambat sebelum akhir 2016.

"Untuk penerbitan PBI masih membutuhkan legal drafting, namun targetnya tahun ini," ungkapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BCA Buka Peluang Turunkan Bunga Kredit

BCA Buka Peluang Turunkan Bunga Kredit

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 01:28 WIB

Jumlah Nasabah Kaya BCA Mencapai 300 Ribu Nasabah

Jumlah Nasabah Kaya BCA Mencapai 300 Ribu Nasabah

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 23:09 WIB

Pertumbuhan Kredit Bank OCBC 2016 Diprediksi Satu Digit

Pertumbuhan Kredit Bank OCBC 2016 Diprediksi Satu Digit

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 21:38 WIB

BCA Akui Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Bakal di Bawah 10 Persen

BCA Akui Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Bakal di Bawah 10 Persen

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 08:48 WIB

Uang Tebusan Tax Amnesty BCA Sudah Rp8,7 Triliun

Uang Tebusan Tax Amnesty BCA Sudah Rp8,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 07:52 WIB

BCA Salurkan KUR Pakai Strategi Chanelling

BCA Salurkan KUR Pakai Strategi Chanelling

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 07:26 WIB

BCA Akui Sulit Salurkan Kredit ke Industri Kreatif

BCA Akui Sulit Salurkan Kredit ke Industri Kreatif

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 11:30 WIB

Presdir BCA: Bisnis Adalah Dunia yang Kejam

Presdir BCA: Bisnis Adalah Dunia yang Kejam

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 10:17 WIB

BCA Fasilitasi Pengembangan Industri Kreatif

BCA Fasilitasi Pengembangan Industri Kreatif

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 08:26 WIB

Bank OCBC NISP Resmi Jadi Bank Penerima Dana Repatriasi

Bank OCBC NISP Resmi Jadi Bank Penerima Dana Repatriasi

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 10:42 WIB

Terkini

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:44 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:33 WIB

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:22 WIB

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:15 WIB

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:10 WIB

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

×