Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Persaingan Bisnis Perkantoran di Jakarta Makin Ketat

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2016 | 19:01 WIB
Persaingan Bisnis Perkantoran di Jakarta Makin Ketat
Deretan gedung apartemen, perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (12/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Konsultan properti Colliers International menyatakan persaingan sektor perkantoran di wilayah Jakarta dan sekitarnya bakal makin ketat karena banyaknya pasokan perkantoran baru tetapi jumlah permintaan relatif berkurang.

"Persaingan di sektor perkantoran sangat ketat karena stoknya berlebih dari tahun ini sampai beberapa tahun ke depan," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan properti di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Menurut Ferry Salanto, pasokan ruang perkantoran yang berlebih itu terjadi baik di CBD atau kawasan sentra bisnis maupun di luarnya (non-CBD).

Selain karena pasokan yang berlebih, ujar dia, pengurangan tingkat permintaan juga dapat disebabkan kondisi ekonomi global yang belum membaik sehingga bakal terjadi koreksi harga sewa.

Situasi koreksi atau penurunan harga sewa tersebut, lanjutnya, terjadi awalnya di CBD kemudian daerah lainnya, seperti di kawasan TB Simatupang (Jakarta Selatan) dan Slipi (Jakarta Barat) juga mengikuti.

"Karena CBD menurunkan harga, yang lain juga ikut menurunkan karena CBD masih menjad bench mark atau acuan," katanya.

Ia menambahkan bahwa situasi tersebut memunculkan terjadinya "tenant market".

"Tenant market" berarti pihak penyewa memiliki lebih banyak pilihan dan kebebasan untuk merelokasi ke gedung perkantoran baru yang kualitasnya lebih bagus serta biaya sewanya juga lebih murah karena baru dan sedang berupaya menarik penyewa.

Sebelumnya, pengamat sektor properti Ali Tranghanda memperkirakan sektor properti di Tanah Air yang sempat melesu dalam beberapa tahun terakhir akan mulai mengalami titik balik menuju kebangkitan pada Semester II 2016.

"Diperkirakan akan ada 'turning point' (titik balik) pada Semester II 2016. Siklus properti sudah berada di titik paling bawah sehingga kemungkinan naiknya bakal lebih besar," kata Ali Tranghanda dalam diskusi "Potensi Dana Repatriasi Amnesti Pajak di Ranah Properti" di Synthesis Square, Jakarta, Kamis (22/9).

Menurut Ali Tranghanda, saat ini yang diperlukan adalah meningkatkan upaya optimisme sektor properti sehingga jangan sampai ada lagi pesimisme dalam aktivitas perekonomian penting secara nasional tersebut.

Ia berpendapat bahwa siklus properti itu memang ada dan dari pergerakan yang ada, fase turunnya adalah pada periode 2014 s.d. 2015.

Ali yang juga merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch itu juga mengingatkan bahwa mulai Kuartal II 2016 juga ada beragam stimulus yang diberikan oleh Pemerintah.

Ali juga mengemukakan kondisi demografi saat ini juga sangat mendukung karena banyak penduduk yang sedang berada dalam usia produktif serta sekitar 40 persen, termasuk kelas menengah yang memiliki penghasilan sekitar Rp5 juta s.d. 20 juta per bulan. "Jadi, potensinya ada di sana," katanya.

Namun, dia mengingatkan bahwa karena ada amnesti pajak maka banyak kelas menengah yang saat ini disibukkan dengan itu. Pada akhir tahun, biasanya penjualan properti agak sepi.

Sementara itu, di awal 2017 juga masyarakat sepertinya juga disibukkan dengan pemilihan kepala daerah, seperti pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Setelah pesta demokrasi itu, diperkirakan akan ada gairah di sektor properti. (Antara)

Suara.com - BERITA MENARIK LAINNYA: 

Ini Isi Ajakan Membully Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto

Orangtua Berharap Asty Ananta Tak Keluar dari Islam

Lima Cara Sembuhkan Ruam dan Area Hitam di Paha

Pengacara Benarkan Mario Teguh 'Dipecat' Kompas TV Gara-gara Kis

Ini Sosok Cantik Nara Masista yang 'Sentil' 6 Negara di PBB

Kejujuran Reza Akui Praktik Seks Aa Gatot Diapresiasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul  Diimplementasi

IPW Peringatkan Stimulus Properti Jangan Tumpul Diimplementasi

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:09 WIB

Jaga Privasi Bisnis, Gedung Perkantoran Disarankan Buat Pengusaha

Jaga Privasi Bisnis, Gedung Perkantoran Disarankan Buat Pengusaha

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 13:47 WIB

CEO SUITE Menjawab Kebutuhan Pengusaha Melalui Virtual Office

CEO SUITE Menjawab Kebutuhan Pengusaha Melalui Virtual Office

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 20:47 WIB

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 20:13 WIB

Pelajar Indonesia Menggeliatkan Industri Properti di Australia

Pelajar Indonesia Menggeliatkan Industri Properti di Australia

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 10:33 WIB

CEO Suite Hadirkan Kantor Strategis di 'Segitiga Emas' Kuningan

CEO Suite Hadirkan Kantor Strategis di 'Segitiga Emas' Kuningan

Bisnis | Sabtu, 09 Juli 2016 | 06:19 WIB

Tingkat Keterhunian Kantor di Jakarta Terus Menurun

Tingkat Keterhunian Kantor di Jakarta Terus Menurun

Bisnis | Selasa, 05 Juli 2016 | 14:57 WIB

Tren Digital Pencarian Properti Masyarakat Indonesia

Tren Digital Pencarian Properti Masyarakat Indonesia

Bisnis | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:14 WIB

Terkini

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:03 WIB

Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi

Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:59 WIB

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:58 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:23 WIB

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:15 WIB

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:12 WIB

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:47 WIB

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:39 WIB