Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Mendag: PPN dan PPDN Kembangkan Produk Potensial Daerah

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:21 WIB
Mendag: PPN dan PPDN Kembangkan Produk Potensial Daerah
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. [Antara/Puspa Perwitasari]

Penyelenggaraan pameran memberikan peluang bagi produk potensial daerah berkembang sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam pembukaan Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk Dalam Negeri (PPN-PPDN) di Lapangan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta kemarin, Kamis (6/10/2016). Pameran berlangsung pada 6-9 Oktober 2016.

“Selain mengembangkan akses pemasaran dan promosi produk lokal yang unggul dan berkualitas, penyelenggaraan pameran juga meningkatkan jejaring pemasaran antar peserta sehingga mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar global,” kata Mendag Enggar dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2016).

Menurut Mendag, sejak 2006 hingga 2016, pameran ini telah memberikan peluang kepada 3.610 pelaku usaha untuk menghadirkan ragam pangan dalam kemasan, kuliner nusantara, serta produk dalam negeri potensial dengan pencapaian total transaksi dagang Rp 21,68 miliar. Setiap kali acara diselenggarakan di satu kota, rata-rata jumlah pengunjung antara 70 ribu-290 ribu orang selama empat hari pelaksanaan pameran. "Pelaku usaha kecil menengah ini harus terus difasilitasi untuk terus eksis dan tumbuh," tegasnya.

Sementara itu, Mendag menunjukkan, pameran ini telah memberikan transaksi perdagangan antarwilayah yang luar biasa. Salah satu rangkaian kegiatan pameran adalah forum dagang. Forum ini mempertemukan para pedagang antarwilayah di Indonesia. "Sebelumnya di Jambi dan Bengkulu, forum dagang diikuti oleh 193 pelaku usaha dan berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 544,6 miliar,” ungkap Mendag.

Forum dagang (business matching) produk dalam negeri bertujuan memfasilitasi pertemuan para pelaku usaha lintas provinsi. Mendag berharap, melalui forum dagang ini terjadi transaksi yang berkelanjutan dan mampu memperpendek mata rantai distribusi, khususnya untuk komoditas pangan pokok.

Forum dagang diselenggarakan di Hotel Cavinton Jogja pada 7 Oktober 2016. Rencananya, acara ini akan dihadiri oleh 100 pelaku usaha dari 11 provinsi peserta pamera, yaitul dari Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, serta DIY sendiri.

Sejumlah komoditas yang diperdagangkan dalam forum dagang di Yogyakarta, antara lain beras, produk hortikultura (sayur mayur, buah-buahan, cabai, bawang merah), aneka jahe (jahe merah, jahe gajah, jahe emprit), kopi, aneka rempah (kapulaga, kayumanis, pala, lada putih), jagung, sapi, gula pasir, kedelai, tepung tapioka, dan sebagainya.

Diikuti Berbagai Provinsi

Peserta pameran tidak hanya berasal dari pelaku usaha binaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kabupaten/kota di wilayah DIY. Sejumlah pelaku usaha dri berbagi provinsi di Indonesia turut meramaikan pameran. Ada Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung. Beberapa provinsi/kabupaten/kota/instansi berpartisipasi secara mandiri, antara lain Kalimantan Selatan, Pariaman, Tegal, Kebumen, serta Pusdiklat Kemendag.

Total stan sebanyak 102. Jumlah itu terdiri atas 52 stan di PPDN serta 50 stan di PPN. Dari 50 stan di PPN, 13 stan di antaranya menampilkan kuliner.

Pameran ini mengusung berbagai macam variasi buah dan sayur, yang didatangkan langsung dari kebun atau dari pasar swalayan dan toko online melalui Hortimart dan Limakilo.id. Sejumlah produk yang dijual secara online seperti Nasi Liwet 1001, cuanki instan Lakoca, minuman bubuk Jago Rista, beras organik Eka Farm, bumbu dapur organik Glo Organik. Selain itu, dihadirkan juga barista profesional yang akan menyajikan kopi nusantara kepada pengunjung pameran.

Sementara itu, dalam PPDN, ditampilkan produk-produk berkualitas istimewa yang sudah termayshur di kancah pasar nasional dan internasional seperti fesyen muslim dari Dian Pelangi, Jenahara, dan Ayu Dyah Andari. Juga diusung produk tas berkualitas dari Meraki Goods, Dowa Bags, Tulisan, Sabbatha, dan Chameo Couture. Yang unik juga tampil yaitu produk radio kayu Tjawang dan Magno serta produk batik Aleesha Batik dan produk perhiasan dari Runa Jewelry.

PPN-PPDN tahun ini dilaksanakan di tiga kota, yaitu Jambi (4-7 Agustus), Bengkulu (1-4 September), dan terakhir Yogyakarta (6-9 Oktober). Dari hasil kegiatan pameran di Lapangan Kantor Walikota Jambi, jumlah pengunjung mencapai 55 ribu orang dan total transaksi Rp 1,18 miliar. Selain itu, pada pelaksanaan di Lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, dicapai nilai transaksi Rp 946,6 juta dan jumlah pengunjung 53 ribu orang.

Lomba Masak Makanan dan Minuman Khas Daerah masih masuk dalam rangkaian kegiatan pameran Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 13 tim yang berasal dari provinsi Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Lampung. Provinsi DIY juga berpartisipasi dengan menggandeng tim penggerak PKK Provinsi DIY, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Badan Ketahanan Pangan Provinsi DIY (2 tim), perwakilan Asosiasi Kuliner Yogyakarta, SMKN 4 Yogyakarta, Kelompok Kembang Seruni Grup Provinsi DIY, dan Kelompok Harapan Insani Prov DIY.

Dalam pameran di Yogyakarta ini, Kemendag menyerahkan bantuan sarana usaha dagang secara simbolis kepada pedagang jamu tradisional (jamu gendong) di Yogyakarta berupa 100 unit sepeda dan rombong jamu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Little Bandung Store Hadir di Malaysia

Little Bandung Store Hadir di Malaysia

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:15 WIB

Diaspora Indonesia Promosikan Kopi dan Batik di AS

Diaspora Indonesia Promosikan Kopi dan Batik di AS

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:03 WIB

90 Pengusaha Arab Saudi akan Hadiri TEI 2016

90 Pengusaha Arab Saudi akan Hadiri TEI 2016

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 15:56 WIB

Perubahan DNI Telah Membuka 141 Bidang Usaha

Perubahan DNI Telah Membuka 141 Bidang Usaha

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 20:47 WIB

Keterbukaan dan Daya Saing Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi RI

Keterbukaan dan Daya Saing Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 20:39 WIB

Kemendag Siapkan 1.000 Kamar Hotel untuk Buyer TEI 2016

Kemendag Siapkan 1.000 Kamar Hotel untuk Buyer TEI 2016

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 20:21 WIB

Dokumen Fumigasi Diperlukan untuk Ekspor ke RRC

Dokumen Fumigasi Diperlukan untuk Ekspor ke RRC

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Mendag Dorong Diversifikasi Produk untuk Tingkatkan Ekspor

Mendag Dorong Diversifikasi Produk untuk Tingkatkan Ekspor

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Harga Menguat, CPO Kembali Dikenakan Bea Keluar

Harga Menguat, CPO Kembali Dikenakan Bea Keluar

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:39 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:32 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB